Cegah Kanker Darah Dengan Berjemur

Esti Utami

Rabu, 20 Agustus 2014 | 13:39 WIB
Cegah Kanker Darah Dengan Berjemur
Ilustrasi. (Foto: shutterstock)

Suara.com - Sinar matahari tak hanya sehat, tetapi juga bisa menyelamatkan hidup seseorang. Meskipun memang terlalu banyak terpapar sinra matahari juga membahayakan kulit, bahkan bisa memicu kanker kulit.  Itu pendapat Oliver Gillie, yang sedang berjuang melawan leukimia. Ia menyalahkan, kurangnya paparan sinar matahari sebagai penyebab penyakit yang dideritanya.

Setiap tahun Gillie, mendaki pegunungan di Skotlandia. Maka ketika tiba-tiba ia merasakan lelah yang luar biasa saat melakukan ritual tahunan itu, Gillie merasa ada yang salah dengan tubuhnya. Ia akhirnya pergi ke dokter, dan dokter curiga dengan wajah dan tangan Gillie yang terlihat lebih pucat. Gillie kemudian didiagnosa menderita anemia.

Lantas dari tes darah yang dijalani, terungkap jika kadar hemoglobin Gillie di bawah  normal. Dan kondisi ini makin memburuk ketika ia harus menjalani perawatan di University College Hospital, London. Kadar haemoglobinnya turun dari angka 7,5 ke 6 gram per 100ml darah. Padahal normalnya laki-laki dewasa tingkat hemoglobinnya 13-18 grams per 100ml darah.

Gillie pun diduga mengidap chronic lymphocytic leukaemia (CLL). CLL adalah sebuah kelainan, di mana sel darah putih tumbuh secara tak terkontrol lantas terakumulasi di kelenjar limpa dan menyebabkan tumor lymphoma.

Dalam kondisi ini sel darah putih memakan sel darah merah sehingga mengakibatkan anemia. Karena penyakitnya Gillie harus menjalani serangkaian pengobatan yang memakan biaya yang tak sedikit.

Seperti halnya banyak penderita kanker, Gillie mengikuti nasehat dokter untuk menghindari sinar matahari sampai dia menyadari CLL diasosiasikan dengan kekurangan vitamin D. Vitamin ini diproses tubuh, ketika kulit terpapar langsung oleh sinar matahari.

"Saya menyadari untuk kesehatan yang optimal, kita  yang tinggal di daerah dingin harus semaksimal mungkin memanfaatkan sinar matahari," ujarnya.

Ini mungkin agak berlawanan dengan metode pengobatan konvensional, tetapi sejumlah penelitian menemukan orang yang cukup terpapar sinar matahari lebih kecil risikonya terkena kanker (termasuk kanker kulit).

Dan dari penelitian yang dilakukan banyak ilmuwan Eropa terungkap bahwa CLL adalah satu-satunya kanker kelenjar getah bening yang secara konsisten dikaitkan dengan vitamin D. Dr Kay Tee Khaw, seorang ilmuwan Cambridge terkemuka mengatakan, "Konsentrasi yang tinggi dari vitamin D dalam darah berhubungan dengan penurunan risiko CLL. Hasil ini berkontribusi pada bukti yang menunjukkan kekurangan vitamin D dapat meningkatkan risiko CLL."

Penelitian menunjukkan CLL muncul ketika sel-sel darah putih bermutasi, dan ini lebih mudah terjadi ketika vitamin D, yang berfungsi mengendalikan pertumbuhan sel darah putih tidak mencukupi. Mutasi memungkinkan sel darah putih berkembang di luar kendali dan terakumulasi dalam kelenjar getah bening, yang membesar dan menjadi limfoma.

"Jika saya mengabaikan promosi menyesatkan untuk menghindari sinar matahari dan memiliki paparan sinar matahari lebih banyak dan lebih banyak vitamin D pada awal kehidupan, mungkin saya tidak akan memiliki kanker sekarang," ujar Gillie yang 10 tahun terakhir gencar mempromosikan pentingnya vitamin D. (telegraph.co.uk)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Studi: Kekurangan Vitamin D Berisiko Skizofrenia

Studi: Kekurangan Vitamin D Berisiko Skizofrenia

Health | Kamis, 24 Juli 2014 | 12:42 WIB

Bahaya Kekurangan Vitamin D

Bahaya Kekurangan Vitamin D

Health | Jum'at, 13 Juni 2014 | 16:42 WIB

Berjemur Itu Sehat

Berjemur Itu Sehat

Health | Kamis, 06 Maret 2014 | 12:23 WIB

Terkini

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

×