Konsumsi Sedikit Garam Turunkan Risiko Kanker Perut

Ririn Indriani | Suara.com

Sabtu, 17 Januari 2015 | 15:24 WIB
Konsumsi Sedikit Garam Turunkan Risiko Kanker Perut
Ilustrasi garam. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah studi terkini menunjukkan bahwa konsumsi garam yang berlebihan yang selama ini dikenal menyebabkan tekanan darah tinggi dan penyakit jantung, ternyata juga dapat meningkatkan risiko kanker perut.

Faktor risiko kanker perut yang paling mencuat adalah infeksi akibat bakteri Helicobacter pylori (H. pylori), yang menyebabkan peradangan di dalam perut yang dapat berkembang menjadi kanker lambung.

John Atherton, peneliti dari United European Gastroenterology Secretary mengatakan bahwa meskipun pihaknya belum mengetahui secara pasti engapa asupan garam yang tinggi meningkatkan risiko kanker perut, studi menunjukkan bahwa hal itu dapat mendorong pertumbuhan H. pylori dan membuatnya lebih toksik (racun) terhadap sel-sel perut.

Meski demikian, ia menambahkan pihaknya masih membutuhkan lebih banyak penelitian untuk mengonfirmasi bahwa diet rendah garam mengurangi kejadian kanker perut, tapi ada bukti awal dari Jepang yang menyebutkan bahwa  hal ini akan terjadi.

Sekadar diketahui,pPedoman saat ini dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa tidak lebih dari 5 gram garam (kurang dari 1 sendok teh) harus dimakan per hari, yang dapat menjadi sasaran menantang mengingat bahwa sebagian besar garam dalam makanan kita tidak ditambahkan oleh kita, melainkan berasal dari makanan olahan seperti roti, keju, sereal sarapan dan makanan siap saji. (Daily Express)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kurangi Garam Bisa Redakan Sakit Kepala

Kurangi Garam Bisa Redakan Sakit Kepala

Health | Sabtu, 13 Desember 2014 | 12:55 WIB

Ingin Ginjal Sehat? Kurangi Asupan Garam

Ingin Ginjal Sehat? Kurangi Asupan Garam

Health | Senin, 17 November 2014 | 18:30 WIB

Studi: Garam Bisa Membunuh Sel Kanker

Studi: Garam Bisa Membunuh Sel Kanker

Health | Jum'at, 15 Agustus 2014 | 13:31 WIB

Inggris Lebih Sehat dengan Turunkan Konsumsi Garam

Inggris Lebih Sehat dengan Turunkan Konsumsi Garam

Health | Jum'at, 25 April 2014 | 16:19 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB