Diet Tinggi Garam? Ini Risikonya

Ririn Indriani | Firsta Nodia | Suara.com

Jum'at, 13 Maret 2015 | 11:59 WIB
Diet Tinggi Garam? Ini Risikonya
Ilustrasi garam. (Shutterstock)

Suara.com - Penderita hipertensi tentu menyadari bahwa konsumsi garam bisa berpengaruh buruk pada kesehatan. Salah satunya dapat memicu peningkatan tekanan darah.

Namun sebuah penelitian terbaru mengungkap efek lain yang ditimbulkan dari konsumsi garam berlebih.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh tim dari University of Delaware College of Health Science dan Christiana Care Health System disebutkan bahwa kelebihan kadar garam dalam tubuh juga berdampak negatif terhadap pembuluh darah, jantung, ginjal, dan otak.

Salah satu peneliti, William Farquhar mengatakan, tidak ada standar tertentu untuk mengklasifikasikan individu dalam kategori sensitif terhadap diet tinggi garam. Namun, apabila seseorang mengalami peningkatan tekanan darah meski mengonsumsi sedikit garam, bisa dipastikan dirinya sensitif terhadap asupan garam.

Lebih lanjut,  William menekankan bahwa dampak buruk dari asupan garam ini tak hanya dialami penderita garam sensitif. Orang-orang yang tidak memiliki masalah terhadap asupan garam pun juga bisa terkena gangguan fungsi kekebalan tubuh hingga kekakuan pada pembuluh darah yang memicu munculnya penyakit kardiovaskular.

"Diet tinggi garam bisa menyebabkan pembesaran jaringan otot yang membentuk dinding ruang pompa utama jantung," imbuh William.

Sedangkan dampaknya pada ginjal, William menambahkan bahwa diet tinggi garam bisa menyebabkan penurunan fungsi ginjal. Tak cukup sampai disitu, kadar garam yang berlebihan dalam tubuh juga bisa mempengaruhi sistem saraf simpatik sehingga menimbulkan perlambatan saat merespon sesuatu.

Melihat banyaknya dampak buruk yang ditimbulkan dari konsumsi garam, William mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati saat mengonsumsi makanan, terlebih jika membelinya di restoran. Pasalnya kita tidak pernah tahu berapa banyak garam yang ditambahkan ke dalam masakan. Ia justru mengimbau untuk mengurangi makan di luar untuk membantu mengurangi asupan garam yang masuk ke dalam tubuh. (Zeenews)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Studi: Garam Bisa Bikin Imun Tubuh Lebih Kuat

Studi: Garam Bisa Bikin Imun Tubuh Lebih Kuat

Health | Kamis, 05 Maret 2015 | 16:05 WIB

Hipertiroid dan Pantangan Garam Yodium

Hipertiroid dan Pantangan Garam Yodium

Health | Selasa, 20 Januari 2015 | 18:20 WIB

Konsumsi Sedikit Garam Turunkan Risiko Kanker Perut

Konsumsi Sedikit Garam Turunkan Risiko Kanker Perut

Health | Sabtu, 17 Januari 2015 | 15:24 WIB

Kurangi Garam Bisa Redakan Sakit Kepala

Kurangi Garam Bisa Redakan Sakit Kepala

Health | Sabtu, 13 Desember 2014 | 12:55 WIB

Terkini

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Health | Senin, 20 April 2026 | 18:55 WIB

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:32 WIB

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:10 WIB

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Health | Senin, 20 April 2026 | 06:32 WIB

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 21:33 WIB

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 12:00 WIB

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB