Jangan Sepelekan Alergi Pada Anak

Ririn Indriani Suara.Com
Senin, 18 Mei 2015 | 08:15 WIB
Jangan Sepelekan Alergi Pada Anak
Ilustrasi anak penderita asma. (Shutterstock)

Suara.com - Isnaini (29) masih ingat betul saat ia mengalami alergi debu yang sangat parah, terasa gelap, napas sesak dan rasanya seperti mau mati.

Ia memang mengidap alergi debu sejak kecil, tapi tak pernah separah itu, biasanya hanya bersin-bersin. Isna langsung dilarikan ke rumah sakit dan mendapat perawatan intensif.

"Suami saya juga punya riwayat alergi. Kedua anak saya pun punya 'bakat' alergi. Alergi memang sepele, tapi mematikan," ujar Isna di Jakarta, akhir pekan lalu.

Sampai saat ini, banyak masyarakat yang masih menyepelekan alergi pada anak. Padahal jika dibiarkan, tidak hanya mengganggu kualitas hidup anak tetapi juga nyawanya.

Hasil kajian International Study of Asthma and Allergies in Childhood, semakin banyak anak-anak yang terkena alergi, termasuk di Asia Pasifik.

Bahkan di Tanah Air, angka kejadian penyakit alergi semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Ketua Divisi Alergi Imunologi Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Dr dr Zakiudin Munasir SpA(K) mengatakan alergi merupakan reaksi yang menyimpang terhadap berbagai rangsangan dari luar tubuh misalnya terhadap makanan, debu, obat-obatan dan sebagainya.

"Penyakit alergi hanya mengenai anak yang mempunyai bakat alergi yang disebut atopik," jelas Zaki dalam diskusi media "Morinaga Allergy Week".

Alergi diturunkan oleh salah satu atau kedua orangtuanya. Alergi juga dapat terjadi pada bayi, yang terpapar asap rokok sejak dalam kandungan, terpapar polusi dan tidak mendapatkan ASI.

Setiap tahun, prevalensi alergi meningkat terutama di kota besar.

Jika kedua orang tua tidak memiliki riwayat alergi, maka persentase potensi anak terkena alergi sebanyak lima hingga 15 persen.

Kemudian jika saudara kandungnya memiliki riwayat alergi, maka anak tersebut mempunyai persentase potensi alergi sebesar 25 hingga 30 persen.

Jika salah satu orang tua memiliki riwayat alergi, maka persentase potensi anak terkena alergi sebesar 20 hingga 40 persen.

"Selanjutnya, jika kedua orang tuanya memiliki riwayat alergi, maka potensi anak mengidap alergi 60 persen hingga 80 persen," terang dia. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI