Alasan Kenapa Ibu Harus Lakukan Pijat Bayi

Ardi Mandiri | Dinda Rachmawati | Suara.com

Minggu, 24 Mei 2015 | 13:04 WIB
Alasan Kenapa Ibu Harus Lakukan Pijat Bayi
Ilustrasi pijat bayi. (Shutterstock)

Suara.com - Sejak dulu, pijat bayi telah dipercaya memiliki banyak manfaat. Terlebih pada bayi prematur atau yang lahir dari operasi caesar, karena cenderung mengalami syok ketika lahir.

Menurut Mia Sa'adah, instruktur pijat bayi dari The Bubu Institute, hal ini dapat meningkatkan berat badan bayi hanya dalam waktu satu bulan.

"Pijat bayi itu bermanfaat bagi optimalisasi tumbuh kembangnya. Selain itu, banyak manfaat lain yang bisa didapatkan dengan memijat bayi pada anak masing-masing. Karena orangtua adalah terapis terbaik untuk pijat bayi," kata Mia.

Pijat bayi disebut sebagai altenatif pengobatan pada anak sehingga meningkatkan daya tahan tubuhnya. Tidur anak pun dapat menjadi lebih berkualitas karena mereka merasa rileks dan nyaman.

Manfaat lainnya adalah dapat mengurangi tangisan sehingga mereka tidak rewel, meningkatkan fungsi pernapasan dan konsentrasi mereka, merangsang fungsi pencernaan dan pembuangan, serta meningkatkan sirkulasi darahdan kelenjar limfatik.

"Dengan pijat bayi, sejak dini, anak sudah diajarkan berkomunikasi dengan orang terdekat dan menimbulkan bonding attachment antara orangtua dan anak," kata dia lagi.

Melakukan pijat bayi pada anak, lanjutnya, bsa dilakukan mulai anak berusia 2 bulan hingga balita. Tentunya ini disesuaikan dengan gerakan dan tekanannya yang berbeda-beda.

"Untuk melakukannya, tentu teknisnya tidak boleh sembarangan. Coba mulai ikuti kelas-kelas pijat bayi yang ada di sekitar, atau panggil instruktur yang bisa mengajarkan. Sebenarnya tidak sulit tapi harus paham dulu bagaimana caranya," ujarnya.

Hal lain yang perlu diperhatikan ialah, tidak semua anak suka dengan pijat bayi yang dilakukan orangtuanya. Untuk itu, sebaiknya ucapkan pada mereka, bahwa Anda akan melakukan pemijatan.

Jika respon anak baik, maka pemijatannya bisa dilanjutkan. Namun jika tidak mau, seperti menangis atau kabur, sebaiknya orangtua tak perlu memaksa.

"Coba letakkan kedua telapak tangan dihadapan anak, sambil mencermati respon yang diberikan. Misalnya belum bisa bicara, dia akan merespon dengan tertawa atau menangis. Kalau sudah bisa bicara, tentu sudah mudah mengetahui keinginannya," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Keajaiban Sentuhan Saat Memijat Bayi

Keajaiban Sentuhan Saat Memijat Bayi

Health | Selasa, 12 Mei 2015 | 17:06 WIB

Ini Manfaat Pijat Buat Tumbuh Kembang Bayi

Ini Manfaat Pijat Buat Tumbuh Kembang Bayi

Health | Minggu, 10 Mei 2015 | 14:35 WIB

Manfaat Menakjubkan Pijat Bayi

Manfaat Menakjubkan Pijat Bayi

Health | Jum'at, 27 Februari 2015 | 16:46 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB