Air Liur Bisa Tunjukkan Kondisi Kesehatan Anda

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Rabu, 12 Agustus 2015 | 06:42 WIB
Air Liur Bisa Tunjukkan Kondisi Kesehatan Anda
Tes air liur. (Shutterstock)

Suara.com - Tahukah Anda, bahwa setiap hari tubuh memproduksi sekitar 50 ons air liur atau ludah. Tapi mungkin Anda tak menyadari pentingnya ludah bagi kesehatan.

Menurut juru bicara American Dental Association, Kimberly Harms, air liur merupakan cairan antiseptik bagi mulut kita. Meski terlihat menjijikkan, ludah berperan dalam menjaga kesehatan gusi, mencegah kerusakan gigi hingga membersihkan sisa makanan di sela-sela gigi.

"Air liur juga membantu mencegah gigi berlubang dan infeksi di dalam rongga mulut," imbuh Harms.

Di samping manfaat yang diberikan ludah, Anda juga harus tahu bahwa cairan bening ini bisa menjadi petunjuk bagi kesehatan Anda.

1. Ludah terasa sedikit atau kering
Jika Anda mengalami kondisi ini bisa jadi Anda baru saja mengonsumsi obat-obatan yang mengandung dekongestan dan antihistamin sehingga menyebabkan mulut kering sebagai efek samping.

Sayangnya produksi ludah yang sedikit ini bisa menyebabkan gigi berlubang. Untuk mewaspadainya, jangan lupa untuk menyikat gigi dengan pasta gigi mengandung flouride dua kali sehari dan cek up ke dokter gigi secara rutin.

2. Ludah berwarna putih
Jika menemukan air liur Anda berwarna putih susu bisa jadi Anda mengalami infeksi jamur pada mulut.  Biasanya kondisi ini kerap dialami para diabetesi karena gula dalam air liur bisa menyebabkan pertumbuhan ragi. Dokter biasanya akan meresepkan Anda obat antijamur untuk membersihkan infeksi ini.

3. Memiliki molekul RNA tertentu
Seperti darah, rambut, dan jari, air liur bisa menunjukkan informasi genetik tentang siapa Anda. Bahkan deretan penyakit kronis mulai dari diabetes hingga kanker juga bisa dideteksi melalui air liur.

4. Terasa asam
Jika ludah terasa asam maka bakteri akan berkembang biak di celah gigi Anda. Lama kelamaan hal ini bisa menyebabkan gigi berlubang dan mengikis struktur permukaan gigi Anda. Mengonsumsi makanan seperti daging merah atau ayam, dapat menurunkan keasaman air liur Anda. Selain itu, tak ada salahnya mengunyah permen karet untuk menetralisir keasaman pada ludah Anda

5. Ludah terlalu berlebihan
Perempuan hamil cenderung menghasilkan lebih banyak air liur. Hal ini biasanya terjadi seiring dengan perubahan hormon atau sebagai efek samping dari rasa mual. Jika Anda merasa tidak nyaman dengan kondisi ini, mengunyah permen karet bisa sedikit menguranginya.

6. Ludah terasa pahit atau asam
Anda mungkin mengalami refluks atau kenaikan asam lambung sehingga asam terasa hingga ke tenggorokan. Rasanya pun menjadi tak karuan di ludah Anda. Jika mengalaminya sebaiknya kurangi asupan makanan pedas dan berminyak yang mungkin menjadi pemicu dari timbulnya kenaikan asam lambung.

7. Rasanya tak enak di lidah Anda
Ada kalanya ludah terasa tak enak di lidah. Jika mengalami hal ini bisa jadi Anda terlalu sering bernapas melalui hidung sehingga produksi air liur yang berkualitas menjadi terganggu. Bahkan cara ini juga bisa memicu timbulnya sleep apnea yang membuat tidur Anda terganggu. (Prevention)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Air Liur Bisa Deteksi Kadar Gula Darah

Air Liur Bisa Deteksi Kadar Gula Darah

Health | Rabu, 04 Juni 2014 | 16:56 WIB

Terkini

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

×