Bayi Lahir Ternyata Stunting Bisa Tumbuh Normal, Begini Caranya

Rabu, 12 Agustus 2015 | 06:50 WIB
Bayi Lahir Ternyata Stunting Bisa Tumbuh Normal, Begini Caranya
Ilustrasi bayi. (Shutterstock)

Stunting atau bayi tumbuh pendek masih menjadi permasalahan gizi utama di Indonesia. Kondisi ini bukan disebabkan karena faktor genetik tapi terkait dengan masalah gizi selama kehamilan. Akibatnya janin mengalami gangguan pertumbuhan dengan indikasi pendek, kurus, atau pendek dan kurus.

Peneliti dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kemenkes,  Ni Ketut Aryastami mengatakan bahwa gangguan tumbuh kembang ini bisa dicegah dengan penerapan 1000 Hari Pertama Kehidupan.

Hasil disertasinya menunjukkan bahwa anak yang mengalami stunting sejak lahir berisiko tetap pendek saat memasuki masa pra remaja. Kondisi ini disebabkan oleh kegagalan dalam mencapai pertumbuhan optimal pada kategori usianya.

"Asupan gizi dan penyakit infeksi yang menyerang janin bisa menjadi salah satu penyebab timbulnya masalah stunting pada bayi yang lahir. Tetapi faktor lain seperti faktor sosial ekonomi hingga pola asuh makan yang tidak optimal juga bisa berperan," papar Ni Ketut Aryastami di Jakarta, Selasa (11/8/2015).

Namun Ia menjelaskan bahwa masalah stunting saat memasuki usia pra remaja bisa diperbaiki jika pertumbuhan optimal anak bisa dikejar sejak usia 4-6 tahun.

"Jika anak lahir stunting dan pada usia 4-6 tahun tidak mengalami perbaikan dar segi pemberian gizi maka anak akan tetap pendek saat memasuki usia pra remaja. Namun ketika anak yang lahir stunting mendapatkan perbaikan di usia 4-6 tahun, ia bisa tumbuh normal dan mengalami peningkatan tinggi badan pada usia pra pubertas," imbuhnya.

Untuk mendapatkan temuan ini, Ia menggunakan data panel Indonesian Family Life Survey tahun 1993, 1997, dan 2000. Sampel adalah anak usia 0-2 tahun dari 13 provinsi di Indonesia saat itu. Saat berusia 4-6 tahun dan 7-9 tahun responden kembali dilakukan pengujian.

Menurut Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, hasil penelitian ini bisa dijadikan rekomendasi untuk mengatasi masalah stunting di Indonesia. Terlebih bayi yang lahir stunting ternyata masih memiliki harapan untuk tumbuh normal jika diberikan intervensi pada usia balita.

"Bayangkan saja, hampir 40 persen anak Indonesia bertubuh pendek. Tapi melalui penelitian ini kita bisa lihat bahwa masih ada harapan untuk memperbaiki masalah stunting sebelum beranjak remaja," sambung Menkes Nila.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI