Studi: Sering Konsumsi Ikan Bisa Turunkan Risiko Depresi

Liberty Jemadu | Suara.com

Jum'at, 11 September 2015 | 15:00 WIB
Studi: Sering Konsumsi Ikan Bisa Turunkan Risiko Depresi
Ilustrasi mengonsumsi ikan (Shutterstock).

Suara.com - Sering mengonsumsi ikan akan mengurangi risiko depresi, demikian hasil sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Epidemiology & Community Health pada Kamis (10/9/2015).

Temuan itu didasarkan pada analisis terhadap 26 penelitian yang melibatkan 150.278 orang di Eropa, Amerika Utara, Asia, Oseania, dan Amerika Selatan. Dalam penelitian-penelitian itu para ilmuwan mencari hubungan antara depresi dan tingkat konsumsi ikan.

Dalam riset di Eropa, khususnya, para ilmuwan menemukan bahwa risiko mengalami depresi pada orang yang sering mengonsumsi ikan 17 persen lebih rendah ketimbang mereka yang jarang mengonsumsi ikan.

"Konsumsi ikan dalam jumlah besar bisa menjadi cara utama untuk mencegah depresi," tulis para peneliti.

Ketika menganalisis data itu berdasarkan perbedaan jenis kelamin, para peneliti menemukan bahwa risiko depresi turun 20 persen pada lelaki yang sering mengonsumsi ikan. Sementara pada perempuan risiko itu turun 16 persen.

Meski demikian, para peneliti mengatakan bahwa hubungan antara konsumsi ikan dengan turunnya risiko depresi hanya ditemukan dalam studi yang digelar di Eropa. Hubungan itu tak ditemukan dalam studi di belahan dunia lain.

"Ini mungkin karena jumlah responden yang lebih sedikit, sehingga hasil analisis statistik tidak menelurkan hasil yang signifikan," kata Fang Li dari Universitas Qingdao, Cina, yang terlibat dalam riset itu.

Li juga mengatakan bahwa riset itu perlu diperkaya lagi karena para peneliti tidak bertanya tentang jenis ikan yang dikonsumsi oleh para responden. Demikian juga riset itu tak menjelaskan mengapa mengonsumsi ikan bisa mengurangi risiko depresi.

Tetapi ia menduga bahwa ada beberapa kandungan dalam ikan yang bisa memengaruhi otak. Misalnya sebuah penelitian lawas pernah menemukan bahwa omega-3 dalam ikan bisa mengubah struktur sel membran otak.

Kemungkinan lain, kata Li, turunnya risiko depresi pada orang yang mengonsumsi ikan disebabkan oleh tubuh mereka yang memang lebih sehat.

"Orang yang mengonsumsi ikan biasanya lebih sehat karena punya asupan nutrisi lebih bergizi, dan ini bisa menjadi faktor penyebab rendahnya risiko depresi," tutup dia. (Live Science)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cara Tepat Menangani Hidangan dari Ikan Laut

Cara Tepat Menangani Hidangan dari Ikan Laut

Lifestyle | Kamis, 27 Agustus 2015 | 15:34 WIB

Hindari Makanan Ini Jika Ingin Berumur Panjang (1)

Hindari Makanan Ini Jika Ingin Berumur Panjang (1)

Health | Selasa, 25 Agustus 2015 | 20:17 WIB

Pakar Biologi AS Teliti Penyebab Kematian Massal Paus di Alaska

Pakar Biologi AS Teliti Penyebab Kematian Massal Paus di Alaska

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2015 | 08:21 WIB

Abon Ikan Tuna Bisa Jadi Alternatif Sumber Iodium

Abon Ikan Tuna Bisa Jadi Alternatif Sumber Iodium

Health | Rabu, 12 Agustus 2015 | 05:31 WIB

Jenis Ikan Ini Bisa Cegah Alergi Rhinitis Pada Anak

Jenis Ikan Ini Bisa Cegah Alergi Rhinitis Pada Anak

Health | Selasa, 11 Agustus 2015 | 13:16 WIB

Terkini

Cemas Datang Tiba-Tiba? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasi Anxiety dalam Hitungan Menit

Cemas Datang Tiba-Tiba? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasi Anxiety dalam Hitungan Menit

Health | Selasa, 28 April 2026 | 15:57 WIB

Halodoc for Business: 95% Kebutuhan Medis Bisa Digital, Akses Kesehatan Karyawan Makin Mudah

Halodoc for Business: 95% Kebutuhan Medis Bisa Digital, Akses Kesehatan Karyawan Makin Mudah

Health | Senin, 27 April 2026 | 20:44 WIB

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Health | Senin, 27 April 2026 | 12:52 WIB

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Health | Senin, 27 April 2026 | 11:14 WIB

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Health | Minggu, 26 April 2026 | 19:17 WIB

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 12:21 WIB

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 11:28 WIB

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 17:38 WIB

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 13:30 WIB

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 11:58 WIB