Gara-gara Ikat Rambut, Perempuan Ini Harus Dioperasi

Ririn Indriani | Firsta Nodia | Suara.com

Rabu, 02 Desember 2015 | 12:28 WIB
Gara-gara Ikat Rambut, Perempuan Ini Harus Dioperasi
Pergelangan tangan Audree Kopp yang bengkak dan harus dioperasi akibat sering melingkarkan ikat rambut. (Facebook)

Suara.com - Sebagian besar perempuan pasti pernah melingkarkan ikat rambut di pergelangan tangannya. Tapi setelah membaca kisah ini sebaiknya Anda lebih berhati-hati ya, ladies.

Pasalnya, seorang perempuan asal Louisville, Amerika Serikat (AS), Audree Kopp, harus menjalani operasi hanya gara-gara kebiasaannya ini. Kok bisa ya?

Ya, mulanya Audree menemukan benjolan kecil di pergelangan tangan yang biasa digunakannya untuk menaruh ikat rambut. Tapi lama kelamaan benjolan semakin besar dan memerah.

Ia pun akhirnya mengonsultasikan kondisinya ke dokter dan mendapat obat antibiotik. Namun bukannya membaik, ia justru merasa nyeri di bagian benjolan tersebut dan memutuskan untuk menjalani operasi.

Ia benar-benar tidak menyangka jika penyebab benjolan itu karena ikat rambutnya. Ia menduga bahwa benjolan tersebut disebabkan oleh gigitan serangga.

Audree pun menceritakan pengalamannya di Facebook untuk memperingkatkan banyak perempuan lainnya yang memiliki kebiasaan sama yakni melingkarkan ikat rambut di tangan.

"Aku ingin memberi tahu agar perempuan lain tak lagi harus mengalami hal serupa. Ikat rambut glitter ini penyebabnya. Benda ini membuat tanganku terluka dan bakteri dari ikat rambut berpindah ke luka tersebut. Aku dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan operasi. Meski sel darah putihku sudah sangat tinggi, beruntung aku tidak mengalami sepsis," tulis Audree pada laman Facebooknya seperti dikutip Daily Mail.

Dr. Amit Gupta, salah satu dokter yang menangani kasus Audree mengatakan bahwa bakteri dari ikat rambut Audree mungkin masuk melalui pori-pori dan folikel rambut lalu menimbulkan infeksi.

Ia pun menyarankan agar masyarakat lebih berhati-hati saat mengenakan ikat rambut. Karena jika terlalu kuat dan sering memakai bisa menimbulkan luka kecil yang berpotensi sebagai tempat masuknya bakteri hingga menimbulkan infeksi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kenali Bahaya Penggunaan Antibiotik Berlebih pada Anak-anak

Kenali Bahaya Penggunaan Antibiotik Berlebih pada Anak-anak

Health | Jum'at, 27 November 2015 | 11:31 WIB

Fakta Tentang Bakteri dan "French Kiss"

Fakta Tentang Bakteri dan "French Kiss"

Health | Rabu, 04 November 2015 | 16:33 WIB

Ini Alasan Tak Langsung Pakai Baju yang Baru Dibeli

Ini Alasan Tak Langsung Pakai Baju yang Baru Dibeli

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2015 | 15:44 WIB

Studi: Bakteri Ternyata Saling Komunikasi Sebelum Serbu Korbannya

Studi: Bakteri Ternyata Saling Komunikasi Sebelum Serbu Korbannya

Tekno | Jum'at, 23 Oktober 2015 | 06:31 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB