Psikolog: Kecenderungan LGBT Bisa Dilihat Sejak Usia 6-7 Tahun

Arsito Hidayatullah, Firsta Nodia

Jum'at, 19 Februari 2016 | 14:57 WIB
Psikolog: Kecenderungan LGBT Bisa Dilihat Sejak Usia 6-7 Tahun
Ilustrasi LGBT. (Shutterstock)

Suara.com - Masyarakat Indonesia belakangan sedang heboh dengan fenomena LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender) yang mengundang pro dan kontra dari berbagai pihak. Pada dasarnya, LGBT dipahami sebagai orientasi seksual yang menyukai sesama jenis. Terlepas dari itu, apakah LGBT gangguan atau bukan, sebenarnya perubahan orientasi seksual seseorang bisa dilihat sejak usia 6-7 tahun.

Seperti disampaikan psikolog anak dan remaja dari RSAB Harapan Kita, Ade Dian Komala, sejak kecil anak sudah bisa menunjukkan kekagumannya kepada orang lain, baik sesama jenis ataupun tidak. Orangtua sebagai pihak terdekat menurutnya, bisa memperhatikan gejala-gejala yang diperlihatkan anak tersebut, untuk selanjutnya diberikan intervensi.

"Misal anak cowok nyeletuk gurunya ganteng. Tapi perilaku kesehariannya masih cowok banget. Ya, nggak masalah. Bisa aja memang dia mengagumi sosok guru itu yang tampan, dan menjadi motivasi dia untuk jadi guru juga," ujar Ade, dalam temu media yang dihelat Ngobras (Ngobrol Bareng Sahabat), di RSAB Harapan Kita, Jakarta, baru-baru ini.

 
Namun menurut Ade lagi, jika anak lelaki mengalami kecenderungan menyukai barang-barang yang feminim seperti boneka atau tokoh kartun perempuan, maka bisa jadi sang anak memiliki orientasi seksual yang bermasalah.

"Jadi memang, ada kasus anak laki-laki yang saya tangani. Dia suka barang-barang cewek. Kalau disuruh pilih tas yang gambar pesawat, dia malah milihnya Barbie. Ternyata setelah saya cek, pola asuh orangtuanya juga memicu pergeseran orientasi seksual. Mainnya sama mamanya. Kalau mamanya belanja high heels atau gaun, dia nemenin dan dimintai pendapat bagus atau enggak," imbuhnya.

Oleh karena itu, agar tidak terbawa sampai dewasa, Ade menyarankan agar orangtua segera mengonsultasikan kondisi anaknya kepada psikolog. Dia juga menegaskan bahwa faktor hormonal juga bisa menjadi penyebab pergeseran orientasi seksual, meski porsinya tak sebanyak pola asuh dan lingkungan.

"Tapi ketika melihat ada yang tak beres dengan orientasi seksual anak, jangan langsung menyalahkan dan bilang tidak boleh seperti itu. Takutnya dia trauma, dan (malah) sembunyi-sembunyi melakukannya di luar," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Wapres: Tidak Ada yang Melarang LGBT

Wapres: Tidak Ada yang Melarang LGBT

News | Kamis, 18 Februari 2016 | 19:16 WIB

Nike Putuskan Kontrak dengan Pacquiao Akibat Isu LGBT

Nike Putuskan Kontrak dengan Pacquiao Akibat Isu LGBT

News | Kamis, 18 Februari 2016 | 09:27 WIB

Hidayat: Dana UNDP Buat Sembuhkan LGBT Bisa Diterima

Hidayat: Dana UNDP Buat Sembuhkan LGBT Bisa Diterima

News | Selasa, 16 Februari 2016 | 18:40 WIB

Mensos Mengaku Negara Tidak Bisa Tangani LGBT

Mensos Mengaku Negara Tidak Bisa Tangani LGBT

News | Selasa, 16 Februari 2016 | 15:17 WIB

Terkini

BRI Wellness Experience Perkuat Gaya Hidup Sehat Lewat Kolaborasi Dengan Plataran Indonesia

BRI Wellness Experience Perkuat Gaya Hidup Sehat Lewat Kolaborasi Dengan Plataran Indonesia

Sumut | Sabtu, 18 Juli 2026 | 20:52 WIB

Spanyol Punya Cara Sendiri Redam Lionel Messi, Luis de la Fuente Tolak Man-to-Man Marking

Spanyol Punya Cara Sendiri Redam Lionel Messi, Luis de la Fuente Tolak Man-to-Man Marking

Bola | Sabtu, 18 Juli 2026 | 20:50 WIB

BRI Hadirkan Pengalaman Wellness Seru yang Padukan Alam, Komunitas, dan Teknologi

BRI Hadirkan Pengalaman Wellness Seru yang Padukan Alam, Komunitas, dan Teknologi

Banten | Sabtu, 18 Juli 2026 | 20:48 WIB

BRI Wellness Experience 2026 Hadirkan Festival Wellness Terbesar di Jakarta, Pakai Lokasi Hutan Kota

BRI Wellness Experience 2026 Hadirkan Festival Wellness Terbesar di Jakarta, Pakai Lokasi Hutan Kota

Jakarta | Sabtu, 18 Juli 2026 | 20:44 WIB

Promo Cashback Hingga Diskon 35 % Ramaikan BRI Wellness Experience

Promo Cashback Hingga Diskon 35 % Ramaikan BRI Wellness Experience

Malang | Sabtu, 18 Juli 2026 | 20:39 WIB

BRI Wellness Experience Angkat Potensi Sports and Wellness Tourism Indonesia

BRI Wellness Experience Angkat Potensi Sports and Wellness Tourism Indonesia

Bisnis | Sabtu, 18 Juli 2026 | 20:35 WIB

Bahlil Ungkap Alasan IAS Jadi Calon Tunggal, Sekaligus Singgung Appi yang Absen

Bahlil Ungkap Alasan IAS Jadi Calon Tunggal, Sekaligus Singgung Appi yang Absen

Sulsel | Sabtu, 18 Juli 2026 | 20:31 WIB

Cekcok Dua Anggota DPRD Riau Berujung Bentrok, Golkar Pusat Minta Maaf

Cekcok Dua Anggota DPRD Riau Berujung Bentrok, Golkar Pusat Minta Maaf

Riau | Sabtu, 18 Juli 2026 | 20:24 WIB

Bedak Tabur Viva Face Powder untuk Kulit Sawo Matang No Berapa? Ini Pilihan Shade yang Paling Cocok

Bedak Tabur Viva Face Powder untuk Kulit Sawo Matang No Berapa? Ini Pilihan Shade yang Paling Cocok

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 20:15 WIB

Bahlil soal Antrean BBM di Sumatera: Bukan Minyak Habis, tapi Sopir Tangki Mogok

Bahlil soal Antrean BBM di Sumatera: Bukan Minyak Habis, tapi Sopir Tangki Mogok

Sulsel | Sabtu, 18 Juli 2026 | 20:06 WIB

×