Suara.com - Flu merupakan salah satu jenis penyakit yang paling sering diderita seseorang. Umumnya flu yang ditularkan oleh virus ini akan mereda dengan sendirinya selama beberapa hari.
Namun jangan anggap enteng flu yang terjadi saat hamil. Pasalnya, penelitian menyebutkan bahwa kondisi flu saat hamil dapat menghambat perkembangan otak bayi.
"Jika pada kehamilan trimester pertama seorang ibu mengalami flu maka harus segera dikonsultasikan ke dokter untuk mencegah risiko pada perkembangan otak bayi," ujar Alexandre Bonnin penulis utama penelitian sekaligus profesor di University of Southern California, Amerika Serikat.
Bahkan Bonnin menyebut bahwa flu saat hamil dapat meningkatkan risiko anak mengidap skizofrenia hingga tiga kali lipat.
Untuk mendapatkan temuan ini, para peneliti menganalisis bagaimana sistem kekebalan tubuh tikus yang hamil bereaksi terhadap bahan kimia yang meniru infeksi virus flu.
Bonnin menyebut bahwa bayi yang lahir dari ibu dengan sistem kekebalan tubuh yang pernah melawan infeksi virus, lebih mungkin mengalami kelainan sistem saraf pusat.
Alasannya, peneliti menemukan, kadar triptofan yakni sejenis asam amino yang bertugas mengaktifkan sistem kekebalan tubuh, memicu plasenta memproduksi lebih banyak serotonin sehingga kadar serotonin dalam bayi menjadi lebih tinggi.
"Serotonin yang terlalu berlebihan dapat menjadi masalah, terutama jika kadarnya lebih banyak di bagian depan otak sehingga membuatnya tidak berkembang," imbuhnya. (Zeenews)