Ini 8 Profesi yang Berisiko Terkena Kanker

Yazir Farouk, Dinda Rachmawati

Selasa, 29 November 2016 | 07:54 WIB
Ini 8 Profesi yang Berisiko Terkena Kanker
Ilustrasi kanker payudara. (Shutterstock)

Suara.com - Kanker merupakan penyakit yang bisa datang dan terjadi pada siapa saja. Profesi yang dipilih pun ternyata bisa membuat Anda berisiko terkena penyakit tersebut.

Jika Anda berpikir bahwa pekerjaan 'kerah putih' akan mengurangi risiko kanker, sebaiknya Anda justru berhati-hati. Sebab, duduk di satu tempat selama berjam-jam dan kurang melakukan kegiatan fisik bisa menjadi faktor risiko kanker.

Berikut daftar pekerjaan lain yang berisiko terkena kanker seperti dilansir dari laman Boldsky:

1. Pekerja shift

Penelitian telah mengungkapkan bahwa bekerja pada shift malam dapat memicu risiko kanker. Hal ini disebabkan gangguan ritme sirkadian dalam tubuh. Gangguan ini terkait dengan kanker payudara pada perempuan dan kanker paru-paru pada lelaki. Jadi, bagi orang-orang yang sering memilih untuk shift malam, lebih baik hati-hati!

2. Pekerja kantoran

Studi telah menemukan bahwa orang dengan pekerjaan yang terikat dengan meja dan komputer, tapi tidak rutin melakukan aktivitas fisik, dapat lebih rentan terhadap 'couch potato syndrome'. Risiko tertular usus, endometrium, payudara atau kanker paru-paru cukup tinggi pada 'pekerja desktop' ini.

3. Pilot dan Kru Penerbangan

Para ilmuwan mengklaim bahwa pilot dan awak pesawat sering terekspose sinar UV dan radiasi kosmik. Ini dikarenkan mereka berada di ketinggian dalam waktu yang lama, yang pada gilirannya dapat meningkatkan risiko kanker lebih lanjut.

4. Sopir profesional

Badan Internasional untuk Penelitian Kanker telah membuktikan bahwa asap knalpot diesel bersifat karsinogenik di alam. Oleh karena itu, sopir lebih rentan menderita kanker paru-paru, karena mereka kebanyakan menghirup gas ini selama berjam-jam.

5. Pekerja Logam

Para karyawan ini memiliki risiko lebih besar untuk kanker ginjal dan laring. Sebuah penelitian rinci telah membuktikan bahwa perempuan yang berada dalam bidang ini memiliki risiko 75 persen lebih besar terkena kanker payudara.

6. Penambang

Penambang memiliki kontak dengan logam beracun begitu sering. Karenanya, bahkan kematian juga menjadi risiko dalam profesi ini. Mereka juga berisiko lebih tinggi terkena penyakit mematikan seperi kanker perut, otak atau tiroid.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kemenkes: Vaksin HPV Tak Sebabkan Menopause Dini

Kemenkes: Vaksin HPV Tak Sebabkan Menopause Dini

Health | Senin, 28 November 2016 | 16:28 WIB

Yang Perlu Anda Tahu Tentang Kanker Serviks

Yang Perlu Anda Tahu Tentang Kanker Serviks

Health | Selasa, 22 November 2016 | 18:23 WIB

Berhenti Merokok Bisa Turunkan Risiko Kanker Paru

Berhenti Merokok Bisa Turunkan Risiko Kanker Paru

Health | Kamis, 17 November 2016 | 08:48 WIB

Perokok Berisiko 20 Kali Lipat Mengidap Kanker Paru

Perokok Berisiko 20 Kali Lipat Mengidap Kanker Paru

Health | Rabu, 16 November 2016 | 19:51 WIB

Benarkah Makanan Instan Memicu Kanker?

Benarkah Makanan Instan Memicu Kanker?

Health | Jum'at, 11 November 2016 | 09:26 WIB

Susah BAB Waspadai Kanker Usus Besar!

Susah BAB Waspadai Kanker Usus Besar!

Health | Rabu, 09 November 2016 | 19:50 WIB

Terkini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Health | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:15 WIB

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Health | Senin, 06 Juli 2026 | 16:40 WIB

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Health | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:00 WIB

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:18 WIB

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:46 WIB

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

×