Penyebab Naik Pesawat Bikin Pusing dan Mual

Tomi Tresnady | Firsta Nodia | Suara.com

Rabu, 21 Desember 2016 | 11:10 WIB
Penyebab Naik Pesawat Bikin Pusing dan Mual
Para penumpang tertidur saat perjalanan pesawat terbang komersil. [shutterstock]

Pesawat yang bergerak saat cepat saat lepas landas dan mendarat dirasakan penumpang di dalamnya, hal itu kerap membuat sebagian penumpang merasa mual dan pusing setelahnya.

Menurut literatur, kondisi tak enak badan setelah melakukan perjalanan udara kerap disebut motion sickness. Dilansir dari laman Menshealth, berikut adalah beberapa alasan mengapa kondisi tersebut menyerang setelah seseorang melakukan perjalanan udara.

1. Kulit kering karena perbedaan tekanan udara

Tekanan udara pada ketinggian 35 ribu kaki diatas permukaan tanah berbeda dengan kondisi saat berada di daratan. Itu sebabnya hal ini turut mempengaruhi kondisi kulit yang mengarah pada kering.

Kulit dan mata yang kering selama berada di pesawat dapat menjadi serangan empuk bagi kuman untuk menginfeksi seseorang.

Oleh karena itu Anda harus menjaga kelembapan kulit dengan mengonsumsi cukup air selama berada di pesawat dan menggunakan krim lotion.

2. Gravitasi membuat kaki terasa kebas

Ketika Anda duduk di dalam pesawat selama berjam-jam, gravitasi menyebabkan rasa kebas di area kaki dan membuat seseorang merasa tidak nyaman. Untuk mencegah kondisi ini, sempatkanlah untuk meregangkan kaki Anda selama duduk atau  berjalanlah di koridor pesawat.

3. Tekanan udara di pesawat memicu mual dan kembung

Tekanan udara dalam pesawat yang jauh lebih rendah dibandingkan di darat, dapat memicu udara masuk ke dalam usus dan menyebabkan kembung hingga mual.

Rasa tak nyaman ini bisa diminimalisir jika Anda tak mengonsumsi beberapa makanan pemicu kembung sebelum menaiki pesawat, antara lain brokoli dan kacang-kacangan.

4. Jadwal transit membuat Anda kelelahan

Ketika perjalanan Anda mengharuskan adanya transit beberapa kali, tentu hal ini dapat memicu rasa lelah dan kantuk yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh.

Hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk menghindari kondisi ini adalah untuk tetap tidur sebisa mungkin selama berada di pesawat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pesawat Hercules AU Tujuan Timika-Wamena Jatuh

Pesawat Hercules AU Tujuan Timika-Wamena Jatuh

News | Minggu, 18 Desember 2016 | 08:59 WIB

Jenazah Korban Jatuhnya Pesawat Polri Disambut Keluarga

Jenazah Korban Jatuhnya Pesawat Polri Disambut Keluarga

News | Minggu, 18 Desember 2016 | 07:48 WIB

Brasil Ajak Kolombia Lakoni Laga Amal untuk Korban Chapecoense

Brasil Ajak Kolombia Lakoni Laga Amal untuk Korban Chapecoense

Bola | Selasa, 06 Desember 2016 | 18:25 WIB

Ronaldinho Siap Membantu klub Chapecoense

Ronaldinho Siap Membantu klub Chapecoense

Bola | Selasa, 06 Desember 2016 | 09:43 WIB

Polri: Korban Pesawat Jatuh di Riau Belum Ditemukan Lagi

Polri: Korban Pesawat Jatuh di Riau Belum Ditemukan Lagi

News | Selasa, 06 Desember 2016 | 08:10 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB