Biopsi Membuat Kanker Makin Parah? Hoax!

Madinah, Dinda Rachmawati

Kamis, 16 Maret 2017 | 06:02 WIB
Biopsi Membuat Kanker Makin Parah? Hoax!

Suara.com - Biopsi adalah salah satu tindakan medis, untuk memeriksa suatu tumor berbahaya (kanker) atau tidak. Namun, sayangnya tindakan ini sering menjadi 'kambing hitam' bagi banyak pasien kanker, karena mereka merasa biopsilah yang membuat kanker mereka, khususnya kanker payudara semakin parah.

Padahal, kata dokter bedah onkologi dari Rumah Sakit Kanker Dharmais, Dr. Bob Andinata, SpB (K) Onk, ini sangatlah tidak benar. Tujuan biopsi sebenarnya adalah untuk menentukan pengobatan yang akan dipakai setelah sifat tumor diketahui.

Jika itu adalah tumor ganas, atau kanker, setelah biopsi, harus dilakukan pengobatan lanjutan secepat mungkin. Seperti kemoterapi.

"Nah biasanya, setelah dibiopsi, banyak pasien yang 'denial' dengan hasilnya. Yang harusnya kembali lagi dua minggu kemudian untuk pengobatan, malah nggak dateng. Cari alternatif lain, atau musyawarah dengan keluarga yang terlalu lama atau takut," jelas dia di sela acara Beban Kanker Payudara Terus Meningkat oleh Roche di Jakarta, Rabu (15/3/2017).

Saat kanker payudaranya semakin parah karena tak langsung diobati, pasien, kata Dr. Bob baru kembali ke Rumah Sakit untuk menjalani pengobatan.

"Inilah yang membuat mereka malah menyalahkan biopsi. Mereka pikir biopsi lah yang membuat kanker semakin berkembang. Padahal mereka sudah telat membawanya ke rumah sakit. Bahkan setelah biopsi, ada yang baru kembali ke rumah sakit setahun kemudia. Ya, pasti sudah telat," tambahnya.

Padahal, kata dia, semakin awal dilakukan pemeriksaan dan pengobatan, harapan hidup pasien dengan kanker payudara akan semakin tinggi. Untuk stadium 0-1, angka harapan hidupnya bahkan bisa mencapai 100 persen.

Sedangkan untuk stadium 2, adalah 80-90 persen, sementara stadium 3 adalah 40-50 persen, dan stadium lanjut atau stadium 4 hanya 20 persen.

Jadi, Dr. Bob menekankan agar para perempuan, yang merasa memiliki benjolan tanpa rasa nyeri dan sakit, tak perlu takut untuk memeriksakan diri ke rumah sakit atau melakukan biopsi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Benarkah Penderita Kanker Payudara Dilarang Makan daging?

Benarkah Penderita Kanker Payudara Dilarang Makan daging?

Health | Rabu, 15 Maret 2017 | 21:41 WIB

Guru Besar IPB Temukan Khasiat Matematika untuk Operasi Kanker

Guru Besar IPB Temukan Khasiat Matematika untuk Operasi Kanker

Tekno | Kamis, 09 Maret 2017 | 13:57 WIB

Kedelai Bisa Bikin Pasien Kanker Payudara Hidup Lebih Lama?

Kedelai Bisa Bikin Pasien Kanker Payudara Hidup Lebih Lama?

Health | Kamis, 09 Maret 2017 | 10:55 WIB

Studi Ini Bantah Kedelai Tingkatkan Risiko Kanker payudara

Studi Ini Bantah Kedelai Tingkatkan Risiko Kanker payudara

Health | Selasa, 07 Maret 2017 | 10:49 WIB

Terkini

Mendiktisaintek Didesak Tindak Lanjuti Rekomendasi Irjen soal Dugaan Plagiasi Guru Besar Unsoed

Mendiktisaintek Didesak Tindak Lanjuti Rekomendasi Irjen soal Dugaan Plagiasi Guru Besar Unsoed

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 22:38 WIB

Bayar Cicilan Kendaraan Pakai BRImo Bisa Dapat Cashback 10 Persen, Cek Syaratnya!

Bayar Cicilan Kendaraan Pakai BRImo Bisa Dapat Cashback 10 Persen, Cek Syaratnya!

Bri | Jum'at, 31 Juli 2026 | 22:34 WIB

Bea Cukai Ungkap Penerimaan Negara dari Ekspor Sawit Pangkalan Bun Tembus Rp 1,74 Triliun

Bea Cukai Ungkap Penerimaan Negara dari Ekspor Sawit Pangkalan Bun Tembus Rp 1,74 Triliun

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 22:26 WIB

Sempat Sulitkan Timnas Indonesia, John Herdman Angkat Topi Buat Timor Leste

Sempat Sulitkan Timnas Indonesia, John Herdman Angkat Topi Buat Timor Leste

Bola | Jum'at, 31 Juli 2026 | 22:23 WIB

Investasi Rp1 Triliun, Jakarta Kembangkan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Banten

Investasi Rp1 Triliun, Jakarta Kembangkan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Banten

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 22:22 WIB

Di Balik Kemenangan Gugatan MBG, Putusan MK Dinilai Sarat Kompromi Politik

Di Balik Kemenangan Gugatan MBG, Putusan MK Dinilai Sarat Kompromi Politik

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 22:17 WIB

Mahasiswa UGM Terangi Jalan Gelap Banyuwangi, Hadirkan Energi Bersih dan Ekonomi Sirkular

Mahasiswa UGM Terangi Jalan Gelap Banyuwangi, Hadirkan Energi Bersih dan Ekonomi Sirkular

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 22:10 WIB

Sudaryono Geram MBG Disebut Habiskan Uang Negara: Tanpa Program Ini Sekolah Rusak Tetap Banyak

Sudaryono Geram MBG Disebut Habiskan Uang Negara: Tanpa Program Ini Sekolah Rusak Tetap Banyak

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 21:51 WIB

Unai Emery Senang Kembali ke Indonesia, Aston Villa Siap Suguhkan Permainan Terbaik di GBK

Unai Emery Senang Kembali ke Indonesia, Aston Villa Siap Suguhkan Permainan Terbaik di GBK

Bola | Jum'at, 31 Juli 2026 | 21:48 WIB

DPR Sentil OPK BPJS-TK Jalan di Bara Api: Materi Tak Relevan Tak Perlu

DPR Sentil OPK BPJS-TK Jalan di Bara Api: Materi Tak Relevan Tak Perlu

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 21:43 WIB

×