Waspada Paparan Pestisida, Bisa Picu Kelainan Bawaan pada Bayi

Arsito Hidayatullah, Firsta Nodia

Senin, 20 Maret 2017 | 18:01 WIB
Waspada Paparan Pestisida, Bisa Picu Kelainan Bawaan pada Bayi
Ilustrasi pemeriksaan kesehatan ibu hamil. (Shutterstock)

Suara.com - Mendapatkan anak yang lahir dengan kelainan bawaan tentu tak mudah diterima oleh pasangan suami-istri. Tantangan tak hanya terkait dengan kematian bayi saat baru lahir, tapi juga dampak diskriminasi yang menimbulkan beban emosional yang sering dialami penyandang kelainan bawaan.

Namun ternyata, kelainan bawaan pada anak bisa dicegah dengan menghindari faktor risikonya. Disampaikan Direktur Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan, dr Eni Gustina MPH, salah satu penyebab dari kelainan bawaan adalah pajanan bahan berbahaya dan beracun seperti merkuri, serta pestisida yang banyak digunakan dalam rumah tangga sehari-hari.

Di Brebes dan Bondowoso, dr Eni menjelaskan, menurut penelitian tahun 2013, terdapat peningkatan kematian akibat kelainan bawaan mencapai 12 persen. Penyebabnya diduga adalah paparan pestisida yang seharusnya 18 mikrogram/100 liter udara, namun faktanya di Brebes mencapai 38 mikrogram/100 liter udara.

"Kematian bayi di periode neonatus atau 0-28 hari paling banyak disebabkan karena kelainan bawaan. Kita harus cegah di hulu, karena kalau sudah terlanjur diidap, maka biaya untuk penanganan cukup besar," ujar dia pada temu media di Jakarta, Senin (20/3/2017).

Dalam kesempatan yang sama, Kasubdit Inventarisasi Penggunaan B3 Kementerian Lingkungan Hidup, Ria Rasmayani Damopoli, mengatakan bahwa pestisida merupakan salah satu bahan berbahaya dan beracun karena dapat berdampak pada kesehatan. Pada ibu yang mengandung, paparan pestida menurutnya dapat memicu gangguan pada perkembangan janin.

"Pestida sendiri digunakan pada tanaman, baik sayur atau buah, untuk menghalau hama. Namun efeknya negatif terhadap kesehatan (manusia)," ujar Ria.

Ia pun memberikan tips memilih sayur dan buah yang bebas dari pestisida. Ria mengatakan, sayur dan buah yang mengandung residu pestisida cenderung lebih segar dan bebas dari lubang bekas gigitan ulat.

"Kalau sayur dan buah yang masih ada ulatnya atau ada bolong-bolong bekas gigitan ulat, berarti memang bebas pestisida. Karena pestisida kan gunanya menghalau hama atau ulat yang bisa merusak sayur dan buah-buahan. Daya tahan sayur dan buah tanpa pestisida juga cenderung tidak lama," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Kelainan Bawaan Terbanyak pada Bayi di Indonesia

Ini Kelainan Bawaan Terbanyak pada Bayi di Indonesia

Health | Senin, 20 Maret 2017 | 16:04 WIB

Ingin Istri Hamil? Ini yang Harus Lelaki Lakukan

Ingin Istri Hamil? Ini yang Harus Lelaki Lakukan

Lifestyle | Kamis, 16 Maret 2017 | 21:12 WIB

Bahayanya Bila Ibu Hamil Konsumsi Vitamin A Berlebihan

Bahayanya Bila Ibu Hamil Konsumsi Vitamin A Berlebihan

Health | Selasa, 14 Maret 2017 | 15:06 WIB

Cegah Kaki Bengkak saat Hamil dengan Cara Ini

Cegah Kaki Bengkak saat Hamil dengan Cara Ini

Health | Jum'at, 24 Februari 2017 | 18:30 WIB

Terkini

Singapura Ancam Perusahaan Penyebab Kabut Asap dengan Denda Rp250 Miliar

Singapura Ancam Perusahaan Penyebab Kabut Asap dengan Denda Rp250 Miliar

News | Jum'at, 06 November 2026 | 22:00 WIB

Bukan Pegasus, Mengenal LIMS: Teknologi Penegak Hukum yang Dipakai Menyadap Prabowo

Bukan Pegasus, Mengenal LIMS: Teknologi Penegak Hukum yang Dipakai Menyadap Prabowo

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:35 WIB

Hindia Acungkan Tiga Jari di AMI Awards, Musisi Lain Ikut Bersolidaritas!

Hindia Acungkan Tiga Jari di AMI Awards, Musisi Lain Ikut Bersolidaritas!

Video | Jum'at, 06 November 2026 | 21:30 WIB

Bakal Jadi Kado 5 Abad, Jakarta Ajukan Kebun Raya Mangrove Pertama di Kamal Muara

Bakal Jadi Kado 5 Abad, Jakarta Ajukan Kebun Raya Mangrove Pertama di Kamal Muara

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:27 WIB

Panglima TNI Angkat Bicara Soal Dugaan Seskab Teddy Diperiksa POM TNI

Panglima TNI Angkat Bicara Soal Dugaan Seskab Teddy Diperiksa POM TNI

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:24 WIB

Soleman Ponto Sebut Tim Khusus Polri Belum Memadai, Desak BAIS dan BIN Usut Penyadapan Presiden

Soleman Ponto Sebut Tim Khusus Polri Belum Memadai, Desak BAIS dan BIN Usut Penyadapan Presiden

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:14 WIB

Jenazah Prajurit Korban Helikopter Mi-17 Berhasil Dievakuasi, Dimakamkan di Trenggalek

Jenazah Prajurit Korban Helikopter Mi-17 Berhasil Dievakuasi, Dimakamkan di Trenggalek

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:11 WIB

Tumbuh 19,6 Persen, Laba Bank Mandiri Tembus Rp46,5 Triliun per Oktober 2026

Tumbuh 19,6 Persen, Laba Bank Mandiri Tembus Rp46,5 Triliun per Oktober 2026

Jakarta | Jum'at, 06 November 2026 | 21:10 WIB

Miskonsepsi Frugal Living: Romantisasi Kemiskinan di Balik Nasihat Hemat

Miskonsepsi Frugal Living: Romantisasi Kemiskinan di Balik Nasihat Hemat

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 21:00 WIB

Demokrat Cetak Kemenangan Terbesar di Pemilu Sela AS, Donald Trump Tantrum

Demokrat Cetak Kemenangan Terbesar di Pemilu Sela AS, Donald Trump Tantrum

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:00 WIB

×