Bayi Paling Rewel di Dunia Ada di Negara Ini

Ririn Indriani, Risna Halidi

Selasa, 04 April 2017 | 19:35 WIB
Bayi Paling Rewel di Dunia Ada di Negara Ini
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Pediatrics menyebutkan bayi-bayi yang tinggal di Inggris, Kanada dan Italia merupakan bayi yang paling sering menangis dibanding negara industri lainnya.

Studi pertama yang dibuat untuk grafik menangis yang lebih universal juga menunjukkan jika orangtua di negara Denmark dan Jerman berurusan dengan bayi baru lahir yang paling tidak rewel.

Para peneliti dari University of Warwick di Inggris menghitung rata-rata berapa lama bayi rewel dan menangis selama 24 jam di 12 minggu pertama mereka lahir. Peneliti kemudian merumuskan jumlah normal menangis pada bayi selama tiga bulan pertama.

Tingkat tertinggi, kolik, didefinisikan sebagai menangis yang lebih dari 3 jam sehari selama setidaknya 3 hari dalam seminggu si bayi. Inggris memiliki sekitar 28 persen bayi yang mengalami kolik di satu hingga dua minggu pertama. Tingkat kolik di Kanada sendiri adalah 34,1 persen pada tiga-empat minggu usia dan di Italia 20,9 persen pada delapan-sembilan minggu usia bayi.

Sebaliknya, tingkat kolik terendah dilaporkan di Denmark dengan 5,5 persen pada tiga-empat minggu dan Jerman dengan 6,7 persen pada tiga-empat minggu pertama kehidupan bayi. Para peneliti juga menemukan bahwa bayi menangis selama sekitar dua jam per hari dalam dua minggu pertama.

Puncak menangis pada umumnya terjadi sekitar dua jam lima belas menit per hari pada enam minggu pertama dan secara bertahap akan berkurang dengan rata-rata 1 jam 10 menit setelah 12 minggu.

Namun, beberapa bayi ditemukan menangis paling sedikit sekitar 30 menit, dan sisanya ada yang sampai 5 jam, dalam kurun waktu 24 jam sehari. "Bayi benar-benar sangat berbeda dalam hal berapa banyak mereka menangis di minggu pertama kehidupan, ada variasi yang besar tapi normal," kata Dieter Wolke dari University of Warwick seperti yang dikutip dari laman zeenews.com.

"Kami dapat belajar lebih banyak dari melihat budaya di mana ada bayi yang kurang menangis dan apakah ini karena orangtua atau faktor lain yang berkaitan dengan pengalaman kehamilan atau genetik," kata Wolke.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Makan Sambil Nonton TV, Ini Dampaknya bagi Anak

Makan Sambil Nonton TV, Ini Dampaknya bagi Anak

Health | Jum'at, 10 Maret 2017 | 05:06 WIB

Ini Bahayanya Bila Terlalu Lama Tinggalkan Anak di Penitipan

Ini Bahayanya Bila Terlalu Lama Tinggalkan Anak di Penitipan

Health | Selasa, 28 Februari 2017 | 07:50 WIB

Bayi Sulit Tidur? Coba 6 Tips Ini

Bayi Sulit Tidur? Coba 6 Tips Ini

Health | Kamis, 16 Februari 2017 | 20:49 WIB

Begini Cara Menggendong Bayi Sesuai Usia

Begini Cara Menggendong Bayi Sesuai Usia

Health | Selasa, 07 Februari 2017 | 11:35 WIB

Terkini

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB