Ini yang Dilakukan NTT untuk Menekan Kematian Ibu dan Bayi

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Jum'at, 05 Mei 2017 | 07:51 WIB
Ini yang Dilakukan NTT untuk Menekan Kematian Ibu dan Bayi
Bidan Yemi A. Manafe bersama rekan-rekan sejawatnya di Rumah Tunggu Kelahiran Bijoba, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Suara.com/Firsta Nodia)

Suara.com - Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki angka kematian ibu cukup tinggi. Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan 2016 menemukan, ada 305 ibu yang meninggal per 100 ribu penduduk.

Untuk meredam angka kematian ibu, pemerintah setempat meluncurkan berbagai program, antara lain Revolusi Kesehatan Ibu Anak (KIA) yang penerapannya salah satunya diwujudkan melalui Rumah Tunggu Kelahiran.

Di Timor Tengah Selatan NTT, kami berkesempatan menengok aktivitas yang dilakukan bidan dan tenaga kesehatan lainnya di Rumah Tunggu Kelahiran Bijoba yang letaknya berada di sebrang Puskesmas Siso.

Yemi A. Manafe, bidan yang bertugas mengatakan, Rumah Tunggu Kelahiran Bijoba ini diterapkan sejak 2015. Sebelumnya rumah tersebut merupakan asrama dokter yang bertugas di Puskesmas Siso. Sejak berdiri, Rumah Tunggu Kelahiran ini telah membimbing 24 bumil hingga April 2017.

"Jadi, rumah ini berfungsi untuk menjaga kondisi bumil tujuh hari sebelum dan sesudah melahirkan. Sehingga bumil yang ada di Rumah Tunggu Kelahiran ini dipastikan menjalani persalinan di Puskesmas Siso," ujar dia di sela-sela kunjungan Menteri Kesehatan di NTT.

Ibu hamil yang ada di Rumah Tunggu Kelahiran juga bisa mendapatkan pengetahuan dalam mempersiapkan diri sebagai ibu, seperti imbauan untuk inisiasi menyusui dini, pentingnya pemberian ASI eksklusif dan kecukupan gizi yang harus didapat calon buah hati lewat buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) yang dibagikan ke setiap ibu hamil.

"Mereka juga akan dipantau bagaimana kondisi kehamilannya, asupan apa yang harus dikonsumsi dan kita ada aktivitas senam hamil agar mereka lancar saat bersalin," tambah dia.

Rumah tunggu kelahiran Bijoba ini memang tak mewah. Dindingnya masih terbuat dari kayu, atapnya berbahan seng. Ada empat kamar tidur, satu ruang tengah, satu kamar mandi, satu dapur, dan satu gudang dalam Rumah Tunggu Kelahiran Bijoba ini.

Namun antusiasme para bumil untuk menimba ilmu seputar kehamilan membuat rumah ini begitu hangat. Bahkan Yemi mengatakan pihaknya juga memiliki kegiatan bagi bumil untuk belajar tata cara menanam sayur atau buah organik.

"Harapannya mereka bisa menanam sendiri sumber pangan yang bergizi tanpa harus membeli atau jauh-jauh mencarinya," imbuh Yemi.

Letaknya yang bersebrangan dengan Puskesmas Siso membuat tenaga kesehatan siaga selama 24 jam dalam mengontrol kondisi para bumil di Rumah Tunggu Kelahiran.

Bagi warga yang tinggal cukup jauh dari Rumah Tunggu ini, Yemi mengatakan pihak puskesmas akan menyediakan ambulans sehingga mempermudah jangkauan bumil ke fasilitas kesehatan.

"Semua ini dilakukan sebagai upaya menurunkan angka kematian ibu saat melahirkan dan bayi. Dan puji Tuhan semakin banyak ibu hamil yang datang ke Rumah Tunggu Kelahiran ini," pungkas Yemi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tekan Kasus Malaria, Masyarakat NTT Rajin Pakai Kelambu

Tekan Kasus Malaria, Masyarakat NTT Rajin Pakai Kelambu

Health | Kamis, 04 Mei 2017 | 12:10 WIB

Revolusi KIA, Redam Persalinan di Dukun Beranak di NTT

Revolusi KIA, Redam Persalinan di Dukun Beranak di NTT

News | Rabu, 03 Mei 2017 | 20:57 WIB

Menkes Tempatkan Sembilan Dokter Spesialis di NTT

Menkes Tempatkan Sembilan Dokter Spesialis di NTT

Health | Rabu, 03 Mei 2017 | 08:15 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×