Tekan Kasus Malaria, Masyarakat NTT Rajin Pakai Kelambu

Chaerunnisa, Firsta Nodia

Kamis, 04 Mei 2017 | 12:10 WIB
Tekan Kasus Malaria, Masyarakat NTT Rajin Pakai Kelambu
Tekan angka malaria di NTT dengan rajin pakai kelambu (Foto: Firsta Nodia)

Suara.com - Masih tingginya angka kesakitan akibat gigitan nyamuk malaria di Silawan, sebuah desa di Kabupaten Belu, di perbatasan Timor Leste, menjadi perhatian masyarakat, pemerintah dan semua pihak yang bertanggung jawab terhadap penanggulangan malaria. Termasuk, TNI penjaga perbatasan.

Di antara cara mengendalikan malaria agar tidak menimpa manusia dengan menggunakan kelambu sewaktu tidur. Untuk melihat efektivitas penggunaan kelambu, tim Kementerian Kesehatan melalukan survei penggunaan kelambu di rumah kepala desa Silawan, Ferdinandus Mones Bili.

Menurut Ferdi, masyarakat sudah sangat antusias menggunakan kelambu. Selama ini, sudah mendapat kelambu dan kelambu massal pada tahun 2014. Masyarakat pun diimbau menjaga kelambu, seperti mencegah kelambu rusak dan kotor.

"Menjemur kelambu tidak boleh terkena matahari karena akan mengurangi tingkat efektitas insektisidanya," ujar Ferdi saat menerima kunjungan tematik media massa dan Kementerian Kesehatan di desa Silawan, Atambua, NTT, Kamis (4/5/2017).

Kepala Puskesmas Silawan, Agusto Lopes Martins, mengatakan, kepala desa dijadikan contoh dalam pengendalian nyamuk malaria dengan menggunakan kelambu. Menurut dia, kelambu yang digunakan harus kelambu yang mengandung insektisida, dan dipakai sejak pukul 18.00 sampai 06.00 pagi.

"Puskesmas membagi kelambu setiap tiga tahun sekali. Sebanyak 900 KK masyarakat Silawan sudah mendapat kelambu gratis dari pemerintah. Tidak membedakan kaya dan miskin, semua mendapat kelambu berisektisida", ujar Agusto.

Prioritas utama masyarakat yang mendapat kelambu adalah perempuan, dan ibu hamil. Mereka juga mendapat tablet zat besi dan skrining ibu hamil, termasuk skrining malaria dengan cara memeriksa darah malaria di laboratorium.

"Selama 2016 ini sudah terjadi 6 kasus sakit malaria dan sembuh. Sedangkan awal 2017 sudah terjadi tiga kasus juga dapat disembuhkan. Kemungkinan terkena gigitan nyamuk pada saat keluar malam karena mereka mata pencaharianya nelayan," tutur dia.

Endra, TNI penjaga perbatasan Silawan menceritakan, dirinya mendapat pelatihan serba bisa, mulai dari masalah kesehatan, keamanan, pendidikan, termasuk pengendalian penyakit malaria diperbatasan. Mereka bersatu padu melawan malaria mencapai target eliminasi malaria.

Sekadar diketahui, NTT merupakan provinsi urutan ke 4 tertinggi kasus malaria setelah Provinsi Papua, Papua Barat, Maluku dan NTT. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes, dr. Oscar Primadi, MPH optimis angka kejadian malaria di NTT bisa ditekan dengan kerjasama berbagai pihak, termasuk masyarakat.

"Suatu saat Silawan dan khususnya NTT akan segera terbebas dari penyakit malaria, setelah masyarakat dan semua pihak berusaha menghilangkan tempat berkembang biak nyamuk anopeles dengan berbagai inovasinya," ujar Oscar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tiga 'Ember' Alpukat di Daerah Ini Hanya Rp50 Ribu

Tiga 'Ember' Alpukat di Daerah Ini Hanya Rp50 Ribu

Lifestyle | Rabu, 03 Mei 2017 | 21:10 WIB

Menkes Tempatkan Sembilan Dokter Spesialis di NTT

Menkes Tempatkan Sembilan Dokter Spesialis di NTT

Health | Rabu, 03 Mei 2017 | 08:15 WIB

Wah, Lebih Dari 2 Ribu Traveler AS Terjangkit Malaria

Wah, Lebih Dari 2 Ribu Traveler AS Terjangkit Malaria

Lifestyle | Selasa, 02 Mei 2017 | 20:09 WIB

Cegah Malaria, Kemenkes Imbau Masyarakat Gunakan Ini saat Tidur

Cegah Malaria, Kemenkes Imbau Masyarakat Gunakan Ini saat Tidur

Health | Senin, 17 April 2017 | 18:32 WIB

Sukses Mencapai "Nol Malaria", Apa Rahasia Aceh Barat Daya?

Sukses Mencapai "Nol Malaria", Apa Rahasia Aceh Barat Daya?

Health | Selasa, 15 November 2016 | 19:38 WIB

Obat Ini Diklaim Lebih Efektif Tangani Malaria

Obat Ini Diklaim Lebih Efektif Tangani Malaria

Health | Senin, 02 Mei 2016 | 19:28 WIB

Mungkinkah Indonesia Bebas Malaria?

Mungkinkah Indonesia Bebas Malaria?

Health | Senin, 25 April 2016 | 13:41 WIB

WHO Teliti Vaksin Malaria Pertama

WHO Teliti Vaksin Malaria Pertama

News | Jum'at, 24 Juli 2015 | 18:51 WIB

Vaksin Malaria Pertama Dirilis Oktober Ini

Vaksin Malaria Pertama Dirilis Oktober Ini

Health | Rabu, 29 April 2015 | 20:23 WIB

Terkini

4 Shio Beruntung 16 Oktober 2026, Kelinci hingga Anjing Rasakan Perubahan Positif

4 Shio Beruntung 16 Oktober 2026, Kelinci hingga Anjing Rasakan Perubahan Positif

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 06:27 WIB

Stok Makanan di Supermarket Terancam Kosong Tahun Depan, Apa yang Sedang Terjadi Terjadi?

Stok Makanan di Supermarket Terancam Kosong Tahun Depan, Apa yang Sedang Terjadi Terjadi?

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 06:15 WIB

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

×