Hah, Badan Perempuan Ini Terbakar Gara-gara Obat!

Chaerunnisa, Risna Halidi

Kamis, 11 Mei 2017 | 10:26 WIB
Hah, Badan Perempuan Ini Terbakar Gara-gara Obat!
Ilustrasi seorang perempuan usai salah minum obat (Shutterstock)

Suara.com - Seorang Mahasiswi berusia 26 tahun hampir mengalami buta, dan kehilangan 90 persen kulitnya setelah mengonsumsi obat anti-kejang yang umum digunakan dari perusahaan GlaxoSmithKline.

Perempuan tersebut adalah Khaliah Shaw, seorang mahasiswi pascasarjana kesehatan masyarakat di Georgia College and State University, saat didiagnosis menderita gangguan bipolar dan memberi resep obat, Lamotrigin, pada 2013.

Sebulan setelah meminum obat tersebut, Khaliah mengalami ruam di wajahnya, sementara kulit di bibirnya mulai terkelupas.

Awalnya, Khaliah didiagnosis menderita flu. Dua hari kemudian, dia terbangun dengan rasa sakit yang luar biasa, serta kulit di wajah, leher, punggung dan dadanya terkelupas, dan mulutnya tertutup lecet. Reaksi itu membuat kulitnya terluka parah, dan dia perlahan kehilangan penglihatannya.

Karena kejadian itu, Khaliah menuntut GlaxoSmithKline karena menjual produk tanpa memperingatkan risikonya. Dia juga mengklaim mengeluarkan lebih dari USD3,45 juta untuk biaya pengobatan.

"Ini tidak harus terjadi. Ini bukan hanya semacam kebetulan menurut saya. Ini terjadi secara langsung akibat kesalahan seseorang," ungkap perempuan yang tinggal 30 mil di luar Atlanta kepada 11Alive.com.

Saat itu, ketika kondisi Khaliah semakin memburuk, dia dilarikan ke The Medical Center of Georgia Tengah di Macon, di mana seorang dokter kulit mendiagnosisnya dengan Stevens-Johnson Syndrome (SJS).

SJS merupakan kelainan langka yang dimulai dengan gejala mirip flu, yang menurut Khaliah menyebabkan petugas medis pada awalnya menganggap penyakitnya karena flu. Ini biasanya reaksi terhadap pengobatan, dan bisa berakibat sangat fatal.

Selama malam pertama di rumah sakit, kulit Khaliah terus terkelupas dan membuatnya memiliki luka terbuka yang besar. Dokter dilaporkan memutuskan untuk memasukkannya ke dalam kondisi koma yang diinduksi secara medis untuk mengurangi rasa sakit.

"Mereka memasukkan saya ke kondisi koma yang diinduksi secara medis, karena mereka tahu ini akan sangat menyakitkan," kata Khaliah, mengaku dibawa ke Unit Rawan Rumah Sakit Grady Hospital Atlanta.

Ketika siswa tersebut terbangun lima pekan kemudian, dia terkejut saat mendapati dirinya tidak dapat melihat dan bernapas melalui tracheostomy. Dia telah kehilangan semua rambutnya, dan kuku jarinya terjatuh.

Khaliah juga mendapatkan laporan dirinya telah kehilangan 80 sampai 90 persen kulitnya. Meski sempat mengalami kondisi hampir buta, penglihatannya kini berangsur-angsur mulai pulih, dan dapat melihat dirinya sendiri untuk pertama kali sejak menderita reaksi alergi yang mengerikan.

"Sungguh mengejutkan melihat ... semua rambutku terlepas. Saya tidak punya kuku jari tangan," ujarnya.

Namun, terlepas dari perjuangannya, rambut Khaliah mulai tumbuh kembali dan menulis membantunya memahami cobaan berat dan kembali pada dirinya yang lama.

Sekadar diketahui, Lamotrigina merupakan obat generik dari obat Lamictal yang disetujui di AS untuk mengatasi gangguan bipolar. Obat ini juga disetujui untuk pengobatan kejang parsial pada pasien epilepsi. Demikian seperti dilansir dari Dailymail.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jangan Keseringan Minum Pereda Sakit, Ini Alasannya!

Jangan Keseringan Minum Pereda Sakit, Ini Alasannya!

Health | Kamis, 11 Mei 2017 | 09:47 WIB

Di Desa Ini, Perempuan Bisa Poliandri Lho!

Di Desa Ini, Perempuan Bisa Poliandri Lho!

Lifestyle | Rabu, 10 Mei 2017 | 18:30 WIB

'Jaga' Kekasihnya, Seorang Perempuan Beri Kaus Bertuliskan Ini

'Jaga' Kekasihnya, Seorang Perempuan Beri Kaus Bertuliskan Ini

Lifestyle | Minggu, 07 Mei 2017 | 14:18 WIB

Gedung di Blok M "Dilalap Jago Merah"

Gedung di Blok M "Dilalap Jago Merah"

News | Kamis, 04 Mei 2017 | 06:11 WIB

Kalsel Kini Punya Lapas Khusus Perempuan

Kalsel Kini Punya Lapas Khusus Perempuan

News | Rabu, 03 Mei 2017 | 23:07 WIB

Heboh! Gadis Cantik Bak Model Kerja Cuci Piring di Restoran

Heboh! Gadis Cantik Bak Model Kerja Cuci Piring di Restoran

Tekno | Rabu, 03 Mei 2017 | 19:39 WIB

Lupakan Parasetamol, Bir Juga Bisa Hilangkan Rasa Sakit Lho!

Lupakan Parasetamol, Bir Juga Bisa Hilangkan Rasa Sakit Lho!

Health | Selasa, 02 Mei 2017 | 12:43 WIB

Peneliti Temukan Obat Baru Atasi Depresi, Apa Ya?

Peneliti Temukan Obat Baru Atasi Depresi, Apa Ya?

Health | Rabu, 22 Maret 2017 | 15:01 WIB

Hati-hati, Obat Penumbuh Rambut Bisa Picu Impotensi!

Hati-hati, Obat Penumbuh Rambut Bisa Picu Impotensi!

Health | Jum'at, 17 Maret 2017 | 19:44 WIB

Terkini

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB