Bolehkah Penderita Infeksi Saluran Kemih Berenang?

Ririn Indriani | Suara.com

Selasa, 20 Juni 2017 | 18:16 WIB
Bolehkah Penderita Infeksi Saluran Kemih Berenang?
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Tanya:

Selamat sore Dokter,
Saya seorang perempuan belum menikah. Saya menderita sistitis dan sering terbangun di malam hari. Yang ditanyakan, apakah penderita sistitis seperti saya boleh berenang? Pada malam hari saya selalu terbangun lebih dari lima kali. Bagaimana caranya agar tidak terbangun terus, Dok? Mohon sarannya. Terima kasih.

AM


Jawab:

Selamat sore Saudari AM,
Menyikapi sistitis (radang pada kandung kemih), setiap pasien hendak memerhatikan beberapa hal mengenai penyakit ini sebagai berikut:
1. Kebanyakan diderita oleh perempuan (90 persen).
2. Penyebab pastinya tidak terlalu jelas; infeksi, iritasi oleh batu, gangguan persarafan kandung kemih, hingga penyakit autoimun.
3. Keluhannya berkisar mulai dari ringan hingga menganggu aktifitas sehari-hari, termasuk tidur. Keluhan tersebut antara lain, nyeri saat berkemih, nyeri di pinggang/ari-ari, nyeri pada sekitar kemaluan, sering berkemih, dan nyeri ketika atau setelah berhubungan seksual.
3. Sistitis umumnya berlangsung kronis.
5. Sebanyak 50 persen kasus sistitis dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan.

Pengobatan sistitis umumnya terfokus untuk mengatasi gejala, dan penderita sistitis tetap boleh berenang asal pastikan kolam renangnya bersih, tidak terlalu banyak mengandung zat kimia seperti kaporit atau klorin. Hindari berenang di danau, sungai atau laut untuk sementara waktu.

Lakukan beberapa latihan mengatasi keluhan sering berkemih. Misalnya ketika Anda merasakan berkemih setiap 30 menit maka usahakan menjadi setiap 45 menit.

Durasi ini dapat ditambah selang beberapa hari setelah Anda beradaptasi.

Hindari stres sebab stres diketahui dapat mentriger berkemih lebih sering.

Gunakan pakaian yang longgar, termasuk ketika tidur. Pakaian yang ketat dapat merangsang kandung kemih Anda.

Olahraga ringan teratur setiap hari, seperti jalan santai atau peregangan. Selain itu bila Anda merokok sebaiknya hentikan kebiasaan buruk tersebut.
 
Hindari pula makanan atau minuman yang dapat memicu keluhan sistitis, seperti jeruk, lemon, tomat, cokelat, minuman berkafein, minuman bersoda, alkohol, dan makanan pedas.

Sistitis memang termasuk penyakit yang kronis sehingga tidak dapat diprediksi secara pasti waktu kesembuhannya. Namun Anda tidak perlu khawatir sebab dengan pengobatan disiplin kemungkinan penyakit untuk sembuh sangat besar.

Demikian penjelasan yang dapat disampaikan, semoga membantu. Terima kasih.


Dijawab oleh: dr. Dian Azizah
Sumber: https://meetdoctor.com/

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Seberapa Sering Sebaiknya Telinga Dibersihkan?

Seberapa Sering Sebaiknya Telinga Dibersihkan?

Health | Selasa, 20 Juni 2017 | 14:33 WIB

Bayi Sering Kentut, Normalkah?

Bayi Sering Kentut, Normalkah?

Health | Senin, 19 Juni 2017 | 17:50 WIB

Nyeri Tengorokan Saat Menelan, Mungkin Ini Penyebabnya

Nyeri Tengorokan Saat Menelan, Mungkin Ini Penyebabnya

Health | Senin, 19 Juni 2017 | 12:25 WIB

Terkini

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 12:00 WIB

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB