Depresi Ternyata Dapat Mengubah Struktur Otak

Chaerunnisa | Risna Halidi | Suara.com

Minggu, 23 Juli 2017 | 12:00 WIB
Depresi Ternyata Dapat Mengubah Struktur Otak
Ilsutrasi seorang lelaki tengah depresi (Shutterstock)

Suara.com - Merasa depresi? Menurut sebuah studi yang dipublikasikan dalam Scientific Reports dikatakan, depresi dapat mengubah struktur otak manusia.

Perubahan ditemukan di bagian otak yang dikenal sebagai materi putih, yang mengandung saluran serat yang memungkinkan sel otak berkomunikasi satu sama lain dengan sinyal listrik. Materi putih merupakan komponen kunci dari kabel otak dan jika terjadi gangguan di area tersebut, dikaitkan dengan masalah kemampuan pemprosesan, dan emosi.

Studi yang dilakukan terhadap lebih dari 3 ribu orang, menyoroti bagaimana biologi depresi berjalan, dan bagaimana mencari diagnosis dan pengobatan yang lebih baik.

Para ilmuwan di University of Edinburgh dan University of Glasgow menggunakan teknik mutakhir yang dikenal sebagai pencitraan tensor difusi untuk memetakan struktur materi putih.

Dikatakan, integritas materi putih berkurang pada orang-orang dengan gejala yang menunjukkan depresi. Perubahan yang sama tidak terlihat pada orang-orang yang tidak terpengaruh depresi.

Depresi merupakan penyebab utama masalah mental di dunia, dan memengaruhi sekitar seperlima orang dewasa di Inggris selama seumur hidup mereka. Gejala depresi meliputi mood rendah, kelelahan, dan perasaan hampa.

Para ahli mengatakan, sebagian besar orang, termasuk dalam sampel memiliki depresi, yang berarti temuan penelitian sangatlah kuat.

Peserta diambil dari UK Biobank, sumber penelitian nasional dengan data kesehatan yang tersedia dari 500 ribu sukarelawan. Studi ini merupakan bagian dari inisiatif Wellcome Trust yang disebut Stratifying Resilience and Depression Longitudinal (STRADL), bertujuan untuk mengklasifikasikan subtipe depresi dan mengidentifikasi faktor risiko.

Peneliti senior Heather Whalley mengatakan bahwa penelitian ini menggunakan data dari sampel tunggal terbesar yang dipublikasikan sampai sekarang dan menunjukkan bahwa orang-orang dengan depresi memiliki perubahan pada kabel materi putih di bagian otak mereka.

"Ada kebutuhan mendesak untuk memberikan perawatan untuk depresi dan pemahaman yang lebih baik tentang mekanisme tersebut, akan memberi kita kesempatan yang lebih baik untuk mengembangkan metode pengobatan baru dan lebih efektif. Langkah selanjutnya adalah melihat bagaimana tidak adanya perubahan. Di otak berhubungan dengan perlindungan yang lebih baik dari kesusahan dan mood rendah," ungkap Whalley dalam penelitiannya, seperti dilansir dari Zeenews.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Penyebab Perempuan Sering Stres dan Depresi

Penyebab Perempuan Sering Stres dan Depresi

Health | Kamis, 20 Juli 2017 | 11:00 WIB

Begini Cara Tepat untuk Anda Menghadapi Orang Depresi

Begini Cara Tepat untuk Anda Menghadapi Orang Depresi

Health | Selasa, 16 Mei 2017 | 13:04 WIB

Sering Mimpi Buruk? Waspadai Tanda Gangguan Kesehatan Jiwa

Sering Mimpi Buruk? Waspadai Tanda Gangguan Kesehatan Jiwa

Health | Selasa, 02 Mei 2017 | 07:58 WIB

Kurus dan Obesitas Tanda Depresi?

Kurus dan Obesitas Tanda Depresi?

Health | Minggu, 23 April 2017 | 08:00 WIB

Atipikal Depresi, Apa Kamu Salah Satunya?

Atipikal Depresi, Apa Kamu Salah Satunya?

Health | Minggu, 09 April 2017 | 10:58 WIB

Cegah Depresi, Yuk Biasakan Curhat!

Cegah Depresi, Yuk Biasakan Curhat!

Health | Jum'at, 07 April 2017 | 20:31 WIB

Terkini

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:21 WIB

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:05 WIB

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:35 WIB

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:24 WIB

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 22:10 WIB

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 15:07 WIB