Perempuan Pecandu Obat-obatan Kurang Keibuan

Chaerunnisa | Risna Halidi | Suara.com

Jum'at, 28 Juli 2017 | 20:00 WIB
Perempuan Pecandu Obat-obatan Kurang Keibuan
Ilustrasi pesta narkoba. [Shutterstock]

Suara.com - Berdasarkan hasil scan otak terbaru terungkap, obat-obatan terlarang telah menghancurkan naluri seorang ibu.

Periset dari Baylor College of Medicine dan University of Iowa memperingatkan, temuan ini, terutama berkaitan dengan epidemi kecanduan obat-obatan di Amerika.

Tim dokter kandungan menganalisa hasil pemindaian MRI terhadap 36 ibu yang menderita gangguan penggunaan zat-zat obat. Peneliti juga merekam saat ibu berinteraksi dengan bayi mereka pada usia lima bulan.

Dibandingkan dengan kelompok kontrol ibu-ibu yang sehat, ibu-ibu yang ketergantungan obat cenderung mengalami respons emosional yang jauh lebih lemah terhadap wajah bayi mereka yang tersenyum.

Penulis utama yang juga asisten profesor kebidanan dan kandungan di Baylor, Dr Sohye Kim, menyebutkan, 36 dari ibu-ibu tersebut mendapati bahwa anak-anak mereka kurang beruntung secara intrinsik dan menimbulkan stres bagi ibunya.

"Tidak seperti banyak ibu yang merasa terlibat dengan bayi mereka untuk menjadi pengalaman yang unik dan menyenangkan, ibu-ibu dengan kecanduan, bahkan ketika mereka tidak menggunakan zat-zat secara aktif, mungkin kurang dapat merespons secara tepat isyarat bayi mereka," ungkap Dr. Kim.

Para ibu dalam penelitian ini direkrut dari fasilitas rawat inap untuk gangguan penggunaan zat. Mereka menjalani pemindaian MRI fungsional selama enam bulan setelah melahirkan. Biasanya, melihat wajah tersenyum dari bayi mereka sendiri akan bermanfaat bagi para ibu.

"Inilah yang mendasari dan mempromosikan keterikatan antara ibu-bayi, yang pada dasarnya memotivasi ibu untuk terus merawat bayi mereka bahkan saat menjadi seorang ibu sangatlah melelahkan," kata Dr Kim.

Sementara itu, dalam penelitian sebelumnya menunjukkan, ibu tanpa kecanduan menggambarkan aktivasi yang kuat di daerah penghargaan otak terkait dopamin saat melihat wajah bayi mereka yang bahagia. Namun, para periset menemukan bahwa ibu dengan kecanduan menunjukkan pola penurunan aktivasi yang mencolok di daerah otak saat melihat gambar wajah bahagia bayi mereka sendiri.

"Hasil kami sangat penting dalam dua hal. Pertama, mereka spesifik untuk isyarat dari bayi ibu sendiri dan bukan bayi yang tidak diketahui. Kedua, mereka merespons apa yang bisa dianggap sebagai isyarat paling berharga dari bayi, yaitu wajah mereka yang tersenyum. Ini sangat kuat karena isyarat tersenyum mungkin adalah isyarat yang paling berharga yang bisa didapat dari bayi sendiri, namun daerah penghargaan utama tampaknya tertutup karena menanggapi isyarat ini pada ibu dengan kecanduan," jelas Dr Kim.

Temuan ini menunjukkan alasan neurobiologis bagi ibu yang kecanduan obat-obatan sehingga sulit memenuhi semua kebutuhan bayi mereka.

"Peralihan ke ibu menjadi sangat penting," imbuh Dr Kim.

Lebih lanjut, Dr Kim memaparkan, otoritas kesehatan masyarakat perlu mulai memprioritaskan penelitian tentang hubungan neurobiologis antara kecanduan zat dan tanggapan ibu yang terganggu. Pemahaman yang lebih baik dalam masalah ini, katanya, dapat memfasilitasi intervensi yang lebih awal dan lebih halus untuk membantu ibu hamil dengan kecanduan dan bayi dalam perawatan mereka. (Dailymail)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mensos: Yang Lebih Mengerikan dari Teroris Adalah Narkoba!

Mensos: Yang Lebih Mengerikan dari Teroris Adalah Narkoba!

News | Jum'at, 28 Juli 2017 | 05:32 WIB

Makin Sedikit Remaja Konsumsi Alkohol dan Rokok

Makin Sedikit Remaja Konsumsi Alkohol dan Rokok

Lifestyle | Rabu, 17 Desember 2014 | 10:07 WIB

Stimulasi Otak Bisa Obati Pecandu Narkoba

Stimulasi Otak Bisa Obati Pecandu Narkoba

Health | Selasa, 20 Mei 2014 | 00:00 WIB

Terkini

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB

Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini

Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:56 WIB

IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik

IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:13 WIB

Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada

Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:47 WIB

Hati-hati Memilih ART, Ini Alasan Rekrutmen Tradisional Justru Ancam Keamanan Keluarga

Hati-hati Memilih ART, Ini Alasan Rekrutmen Tradisional Justru Ancam Keamanan Keluarga

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:25 WIB

Cara Kerja Lensa HALT pada Kacamata Anak dengan Miopia, Cegah Mata Minus Makin Parah

Cara Kerja Lensa HALT pada Kacamata Anak dengan Miopia, Cegah Mata Minus Makin Parah

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 14:46 WIB

Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah

Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah

Health | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:00 WIB

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

Health | Rabu, 20 Mei 2026 | 13:13 WIB

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:01 WIB