Ini Risikonya Bila Ibu Hamil Kekurangan Mikronutrien

Ririn Indriani | Risna Halidi | Suara.com

Kamis, 10 Agustus 2017 | 19:00 WIB
Ini Risikonya Bila Ibu Hamil Kekurangan Mikronutrien
Ilustrasi kebutuhan nutrisi ibu hamil. (Shutterstock)

Suara.com - Mikronutrien atau bagian nutrisi makanan berupa vitamin dan mineral adalah hal yang sangat dibutuhkan bagi perempuan hamil maupun saat menyusui. Jika tidak terpenuhi dengan baik, dikhawatirkan ibu akan melahirkan anak dengan kategori Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).

Berdasarkan data dari Riskesdas pada 2013, pravalensi kelahiran anak dengan kategori BBLR di Indonesia masih sebesar 10,2 persen. Beberapa mikronutrien yang penting  dan dianjurkan oleh dokter dan para ahli adalah asam folat, zat besi, yodium, kalsium dan omega 3 terutama DHA.

"Praktik medis saat ini biasanya hanya merekomendasikan asupan asam folat dan zat besi kepada para ibu hamil dan menyusui. Padahal kebutuhan mikronutrien lainnya juga tidak terpenuhi," tambah Dr. med. dr. Damar Prasmusinto, SpOG(K)., dari Departemen Obsteri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran UI, pada peluncuran produk suplemen multi mikronutrien, Blackmores, di Jakarta, Kamis (10/8/2017).

Padahal menurut Damar, yodium sangat berguna bagi kelenjar tiroid, perkembangan visual, motor skill, pendengaran dan perkembangan kognitif anak. Di Indonesia sendiri, meskipun 77.1 persen keluarga memiliki garam beryodium, hanya 36.9 persen ibu hamil yang masuk kategori memiliki asupan yodium yang cukup.

Selain itu kalsium yang juga bagian dari mikronutrien sangat berguna bagi pertumbuhan tulang dan gigi bagi janin, serta omega 3 terutama DHA bagi perkembangan mata dan otak janin dalam kandungan.

Beberapa dampak yang terjadi jika kekurangan mikronutrien menurut Damar adalah kelahiran BBLR, menciptakan peluang cacat bawaan, menghambat pertumbuhan janin, meningkatkan risiko terjadinya komplikasi, pertumbuhan tulang janin tidak sempurna hingga menghambat jaringan otak dan saraf pada janin.

Meski begitu, Damar juga menjelaskan bagaimana jika seseorang telah  kelebihan zat-zat mikronutrien seperti zat besi.
"Yang repotnya begini, zat besi itu jika masuk dalam tubuh, tidak akan bisa dikeluarkan oleh tubuh. Jadi disimpannya di limpa. Kalau dia (zat besi) sampai kelebihan, gejala baru muncul nanti pada usia 50 tahun berupa lemah, lesu, letih."

Meski begitu, Damar mengingatkan jika masyarakat Indonesia masih jauh dari kata kelebihan asupan mikronutrien dibanding kelebihan.

"Satu yang harus diingat bahwa orang Indonesia semua kekurangan. Jadi jangan berpikir kelebihan dulu karena kita sebenarnya masih kekurangan," tambahnya dalam acara

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bumil Kekurangan Zinc, Waspadai Janin Lahir Cacat

Bumil Kekurangan Zinc, Waspadai Janin Lahir Cacat

Health | Rabu, 04 Januari 2017 | 19:25 WIB

Ini Risikonya Bila Ibu Hamil Tak Batasi Olahan Tepung dan Gula

Ini Risikonya Bila Ibu Hamil Tak Batasi Olahan Tepung dan Gula

Health | Rabu, 04 Januari 2017 | 15:40 WIB

Amankah Konsumsi Pir saat Hamil?

Amankah Konsumsi Pir saat Hamil?

Health | Jum'at, 16 Desember 2016 | 15:16 WIB

Terkini

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 12:00 WIB

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB