Ini Alasannya Kenapa Orang Bisa Merinding Saat Mendengarkan Musik

Arsito Hidayatullah | Risna Halidi | Suara.com

Senin, 04 September 2017 | 20:54 WIB
Ini Alasannya Kenapa Orang Bisa Merinding Saat Mendengarkan Musik
Ilustrasi mendengarkan musik. (Shutterstock)

Suara.com - Apakah musik memberi Anda perasaan santai tertentu? Dan apakah Anda punya beberapa lagu favorit yang membuat Anda merinding mendengarkannya?

Ada nama ilmiah untuk itu yang disebut "frisson", dan tidak semua orang mendapatkannya. Jika Anda salah satunya, itu membuat Anda berbeda dari yang lain.

Menurut peneliti lulusan musik, Matthew Sachs, itu artinya bahwa otak Anda bekerja sedikit berbeda dibanding orang lain. Peneliti di University of Southern California tersebut mengatakan bahwa mereka yang mendapat reaksi besar dari musik seperti itu memiliki "kognisi tingkat tinggi".

Dalam menyimpulkan hal ini, Matthew melakukan tes kecil terhadap 20 siswa, di mana 10 di antaranya mengatakan bahwa mereka merinding saat mendengarkan lagu-lagu tertentu. Saat melakukan penelitian, ia pun melakukan scan terhadap otak semua peserta.

Matthew menemukan bahwa mereka yang mengalami perasaan merinding itu memiliki lebih banyak hubungan saraf antara "auditory cortex" yang berurusan dengan pusat pengelola emosi, dengan "prefrontal cortex" yang terlibat dalam kognisi tingkat tinggi seperti mendengar dan memahami musik.

Menurut Matthew, orang yang mengalami "frisson" kemungkinan memiliki emosi yang lebih kuat dan lebih intens.

"Gagasannya adalah bahwa semakin banyak serat dan adanya peningkatan efisiensi antara dua wilayah (korteks) itu, artinya Anda memiliki proses yang lebih efisien di antara keduanya," tulisnya di Oxford Academic.

Matthew sendiri berencana melanjutkan penelitiannya untuk mencoba mengetahui lebih banyak dan memastikan berbagai hal mengenai "frisson", serta bagaimana hal itu mempengaruhi pikiran manusia.

Menurutnya pula, musik sendiri berperan dalam hal ini, tetapi begitu juga dengan konteksnya. Maksudnya, ada orang yang mengasosiasikan lagu dengan momen, orang lain, dan kenangan tertentu. Semua ini memiliki pengaruh masing-masing.

Banyak dipahami, musik sering menciptakan perasaan senang. Tetapi bisa juga berdampak negatif, atau diisi dengan adrenalin. Sama seperti film horor yang mungkin bisa membuat rambut seseorang berdiri tegak, atau nada tinggi tertentu yang memicu perasaan terkejut.

Matthew pun berpandangan bahwa temuannya mungkin saja bisa digunakan untuk mengobati penyakit kejiwaan, seperti depresi misalnya.

"Depresi menyebabkan ketidakmampuan untuk merasakan kenikmatan dalam berbagai hal sehari-hari," katanya.

"Anda bisa menggunakan musik dengan bantuan terapis untuk mengeksplorasi perasaan," tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Trik Sederhana Bikin Suara Musik di iPhone Lebih Keras

Trik Sederhana Bikin Suara Musik di iPhone Lebih Keras

Tekno | Jum'at, 11 Agustus 2017 | 10:45 WIB

Studi: Belajar dengan Musik Bisa Mengubah Struktur Otak

Studi: Belajar dengan Musik Bisa Mengubah Struktur Otak

Health | Minggu, 09 Juli 2017 | 14:39 WIB

Bukannya Makin Pintar, Justru Ponsel Bikin IQ Menciut

Bukannya Makin Pintar, Justru Ponsel Bikin IQ Menciut

Health | Selasa, 04 Juli 2017 | 12:03 WIB

Terkini

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB