Apa Pandangan MUI soal Imunisasi?

Ririn Indriani | Firsta Nodia | Suara.com

Sabtu, 09 September 2017 | 15:59 WIB
Apa Pandangan MUI soal Imunisasi?
Seminar dan Diskusi Panel Imunisasi dalam Pandangan Islam di Aula Masjid Asy-Syifa RSCM, Jakarta Pusat, Sabtu (9/9/2017). (Suara.com/Firsta Nodia)

Suara.com - Salah satu pernyataan yang kerap dilontarkan masyarakat yang kontra dengan pemberian imunisasi adalah tidak adanya pola serupa pada zaman nabi. Lalu mengapa imunisasi menjadi sesuatu yang wajib dilakukan saat ini?

K.H Aminudin Yakub, MA dari Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengatakan bahwa memang pada masa Nabi belum ditemukan vaksin. Namun dalam hukum Islam para ulama bisa menarik hukum demi kemaslahatan umat. Dan memelihara kesehatan, menurutnya, adalah perwujudan maslahat.

"Islam merupakan agama yang sangat memperhatikan aspek kesehatan baik jasmani dan rohani. Memelihara kesehatan merupakan perwujudan maslahat, dimana ada maslahat itu ada syariat Allah," ujar Aminudin pada Seminar dan Diskusi Panel Imunisasi dalam Pandangan Islam di Jakarta, Sabtu (9/9/2017).

Begitu pula dengan imunisasi yang menurutnya merupakan cara pencegahan untuk mewujudkan kesehatan. Meski demikian Aminudin memberi catatan bahwa bahan baku yang digunakan dalam memproduksi vaksin harus halal dari benda haram maupun tidak suci.

"MUI sejak 28 tahun yang lalu konsentrasi dengan sertifikasi halal. Terkait dengan imunisasi, MUI sudah membahas sejak 2001. Dimulai dulu ketika pemerintah punya program imunisasi polio nasional dalam rangka membebaskan Indonesia dari polio," ujarnya.

Saat itu, tambah Aminudin, Biofarma dan Kemenkes mengajukan fatwa tentang vaksin polio. Ia menyebut bahwa saat itu bahan baku dari vaksin oral maupun injeksi polio mengandung bahan baku haram dan najis.

"Karena kita tidak dapati vaksin polio yang halal maka kemudian kita fatwakan boleh digunakan vaksin itu, karena ada kondisi Al Hajat," tambah dia.

Dalam Islam sendiri ada tiga kondisi pengecualian dimana vaksin yang haram atau najis diperbolehkan, yakni al dlarurat, al hajat, dan adanya keterangan dari tenaga medis atau yang kompeten dan dapat dipercaya bahwa tidak ada vaksin yang halal.

"Kondisi al dlarurat atau darurat dimana tidak ada pilihan lain, sehingga jika tidak digunakan dapat menyebabkan kematian segera, kondisi Al Hajat dimana tidak menyebabkan kematian tapi menimbulkan kesulitan permanen misalnya cacat," lanjut dia.

Pada saat pencanangan program Imunisasi Nasional Polio, MUI, kata Aminudin, memperbolehkan penggunaan vaksin dengan bahan baku non halal setelah dilakukan kajian bahwa tidak didapati vaksin halal dan melihat dampak yang diakibatkan dari penularan virus polio atau dalam kondisi al hajat.

"Sejak itu kita minta Biofarma dan lembaga terkait untuk melakukan kajian vaksin halal. Mereka minta waktu 13 tahun, karena pembuatan vaksin tidak sederhana. Itu kita tekankan ke Kemenkes dan sejak itu kita fokus untuk mendorong dilakukan sertifikasi halal dibidang obat-obatan," terangnya.

Hingga akhirnya pada 2016, Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan fatwa tentang imunisasi. Isinya, berdasarkan hasil kajian MUI, imunisasi pada dasarnya mubah atau diperbolehkan sebagai bentuk ikhtiar meningkatkan kekebalan tubuh dan dalam rangka mencegah penyakit tertentu.

"Kita sangat mendukung vaksin dan imunisasi tapi vaksinnya wajib menggunakan bahan baku yang halal dan suci. Vaksin dengan bahan mengandung zat haram dan najis, hukumnya tetap haram," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Beredar Kabar Anak Lumpuh Usai Vaksin MR, Apa Kata Menkes?

Beredar Kabar Anak Lumpuh Usai Vaksin MR, Apa Kata Menkes?

Health | Selasa, 15 Agustus 2017 | 10:32 WIB

Ini yang Akan Terjadi Jika Anak Tak Vaksin MR

Ini yang Akan Terjadi Jika Anak Tak Vaksin MR

Health | Kamis, 27 Juli 2017 | 19:04 WIB

Vaksin Apa yang Diperlukan Perempuan Sebelum Hamil?

Vaksin Apa yang Diperlukan Perempuan Sebelum Hamil?

Health | Kamis, 20 Juli 2017 | 07:00 WIB

Terkini

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB