Dinkes Ajak Perempuan Cegah Kanker dengan IVA Tes

Chaerunnisa | Suara.com

Sabtu, 16 September 2017 | 00:05 WIB
Dinkes Ajak Perempuan Cegah Kanker dengan IVA Tes
Waspada kanker leher dan kepala. (Shutterstock)

Suara.com - Dinas Kesehatan Kota Bogor, Jawa Barat menumbuhkan kesadaran kaum perempuan untuk mau melakukan IVA tes guna mengetahui sedini mungkin dan mencegah kanker serviks atau rahim.

"Mencegah itu lebih baik daripada mengobati, memeriksakan diri sejak dini salah satu upaya pencegahan," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Rubaeh, seperti diwartakan Antara di Bogor, Jumat.

Rubaeah menjelaskan, kanker salah satu penyakit penyebab kematian tertinggi di dunia, tercatat di Kota Bogor jumlah penderita kanker sebanyak 728 orang pada 2016.

Dari jumlah tersebut, penderita kanker rahim sebanyak 41 orang dan kanker payudara sebanyak 222 orang. Jumlah tersebut bisa terus meningkat mengingat masih banyak warga yang tidak mekaporkan atau belum melakukan deteksi dini kanker.

Deteksi dini pencegahan kanker rahim lanjut Rubaeah, dapat dilakukan dengan IVA test (Inspeksi Visual Asam Asetat) untuk mengetahui gejalan kanker rahim.

"Kebanyakan penderita kanker tidak menyadari atau tidak merasakan gejala kanker serviks. Seperti sering keputihan yang berbau dan sakit ketika berhubungan," katanya.

Menurutnya gejala-gejala awal tersebut sering dianggap biasa atau ada juga yang malu memeriksakannya. Kondisi ini yang menyebabkan banyak penderita kanker datang ke rumah sakit sudah dalam kondisi stadium lanjut.

"Kanker servisk ini kalau sudah mencapai stadium tiga kemungkinan untuk sembuh sulit atau paling hanya bisa bertahan," katanya.

Untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat mencegah kanker, Dinas Kesehatan Kota Bogor melakukan kegiatan deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara melalui IVA tes dan Sasari.

Menurutnya dengan melakukan pemeriksaan IVA bisa diketahui lebih dini. Jika ada gejala awal bisa langsung diobati dengan cara "Cyro" dan akan terus dimonitor lalu dirujuk ke rumah sakit agar mendapat penanganan sedini mungkin.

"Deteksi dini agar penderita segera mendapatkan penanganan medis sebelum parah," katanya.

Sementara itu untuk mendeteksi kanker payudara dapat dilakukan dengan periksa payudara sendiri atau Sadari. Caranya meraba dada, jikan dirasa ada benjolan keras, harus segera memeriksakan diri.

Ia menambahkan masyarakat harus mulai peduli dan menyadari kesehatan dirinya. Dengan menjaga pola hidup sehat.

"Periksakan diri sedini mungkin bisa mencegah kanker terutama bagi pada ibu hadus selalu rutin cek kesehatannya," kata Rubaeah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ditemukan Cara Perbaiki Gangguan Pendengaran Anak Pengidap Kanker

Ditemukan Cara Perbaiki Gangguan Pendengaran Anak Pengidap Kanker

Health | Jum'at, 15 September 2017 | 12:56 WIB

Perempuan Berperut Buncit, Hati-hati Diincar Kanker Ini!

Perempuan Berperut Buncit, Hati-hati Diincar Kanker Ini!

Health | Rabu, 13 September 2017 | 11:38 WIB

Perempuan Pengidap Kanker Otak Melahirkan, Sehari Kemudian Tewas

Perempuan Pengidap Kanker Otak Melahirkan, Sehari Kemudian Tewas

Health | Selasa, 12 September 2017 | 15:11 WIB

Pengidap Kanker Saluran Cerna di Indonesia Semakin Meningkat

Pengidap Kanker Saluran Cerna di Indonesia Semakin Meningkat

Health | Selasa, 12 September 2017 | 14:13 WIB

Perempuan Ini Ngaku Sembuh dari Kanker Gara-gara Minyak Ganja

Perempuan Ini Ngaku Sembuh dari Kanker Gara-gara Minyak Ganja

Health | Minggu, 10 September 2017 | 19:40 WIB

Pasang Gigi Palsu di Tukang Gigi, Bisa Kena Migrain Sampai Kanker

Pasang Gigi Palsu di Tukang Gigi, Bisa Kena Migrain Sampai Kanker

Health | Rabu, 06 September 2017 | 15:39 WIB

Paparan Cahaya di Malam Hari Tingkatkan Risiko Kanker Payudara

Paparan Cahaya di Malam Hari Tingkatkan Risiko Kanker Payudara

Health | Senin, 04 September 2017 | 11:49 WIB

Terkini

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB

Solusi Membasmi Polusi Kekinian  ala Panasonic

Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic

Health | Selasa, 07 April 2026 | 19:00 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB