Ibu yang Makan Plasenta Itu Kanibal!

Chaerunnisa, Dinda Rachmawati

Selasa, 17 Oktober 2017 | 10:41 WIB
Ibu yang Makan Plasenta Itu Kanibal!
Ilustrasi plasenta bayi. (Shutterstocks)

Suara.com - Banyak orang, termasuk selebriti seperti Kim Kardashian dan Coleen Rooney, mengonsumsi plasenta setelah melahirkan. Tren ini dipercaya memiliki manfaat kesehatan.

Seorang ginekolog terkemuka mengatakan, mengonsumsi plasenta tidak memberikan manfaat kesehatan yang jelas dan praktiknya berbatasan dengan kanibalisme.

Plasenta merupakan bagian yang menghubungkan janin ke dinding rahim. Plasenta juga menjaga janin dari racun yang mengalir dan pada saat yang bersamaan menyerap nutrisi melalui darah ibu.

Beberapa meyakini kadar nutrisinya dapat membantu meningkatkan suasana hati dan produksi Air Susu Ibu (ASI). Namun, ginekolog Alex Farr dari Universitas Kedokteran Vienne mengatakan, secara medis plasenta adalah produk limbah.

"Kebanyakan mamalia memang memakan plasenta setelah kelahiran, tapi kita hanya bisa menebak mengapa mereka melakukannya," ungkap Dr. Farr.

"Setelah plasenta secara genetis menjadi bagian dari bayi yang baru lahir, memakannya berbatasan dengan kanibalisme," sambungnya.

Menurut dia, nutrisi yang dianggap seperti zat besi, selenium dan seng tidak lagi ada dalam konsentrasi tinggi. Yang mengkhawatirkan, konsentrasi logam berat bahkan telah ditemukan menumpuk di plasenta selama kehamilan.

Komentar Dr. Farr dibuat sebagai bagian dari studi tentang peningkatan konsumsi plasenta, yang dikenal sebagai placentophagy yang diterbitkan di American Journal of Obstetrics and Gynecology.

Plasenta biasanya dikonsumsi dengan mengolahnya menjadi kapsul. Namun, banyak pula yang benar-benar memasak dan memakannya.

baca juga

Awal tahun ini, Departemen Kesehatan AS mengeluarkan peringatan, setelah seorang ibu yang mengonsumsi kapsul plasenta menderita keracunan darah yang mengancam nyawa.

Bakteri, bagian dari kelompok streptococcus kemungkinan ditularkan saat mereka menyusui dari kapsul plasenta.

Makan plasenta setelah melahirkan, memang telah terbukti memiliki beberapa manfaat pada hewan, seperti mengurangi nyeri persalinan pada seekor anjing betina dan mendorong keterikatan induk dengan bayi mereka yang baru lahir. (Independent)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Setop Konsumsi Plasenta Pasca Melahirkan, Berbahaya!

Setop Konsumsi Plasenta Pasca Melahirkan, Berbahaya!

Health | Minggu, 01 Oktober 2017 | 19:46 WIB

Ngetren, Orangtua Tak Potong Plasenta Anak karena Ini

Ngetren, Orangtua Tak Potong Plasenta Anak karena Ini

Health | Selasa, 23 Mei 2017 | 12:06 WIB

Lelaki Ini Makan Plasenta Istrinya, Apa Rasanya?

Lelaki Ini Makan Plasenta Istrinya, Apa Rasanya?

Lifestyle | Rabu, 28 September 2016 | 20:20 WIB

Bahaya Mengonsumsi Plasenta Bagi Perempuan

Bahaya Mengonsumsi Plasenta Bagi Perempuan

Health | Minggu, 07 Juni 2015 | 11:39 WIB

Lelaki Ini Makan Plasenta Bayinya yang Baru Lahir

Lelaki Ini Makan Plasenta Bayinya yang Baru Lahir

News | Jum'at, 02 Mei 2014 | 15:14 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:00 WIB

Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum

Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum

Health | Minggu, 14 Juni 2026 | 19:05 WIB

Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis  Redakan Wasir dengan Cara Alami

Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami

Health | Minggu, 14 Juni 2026 | 15:55 WIB

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:18 WIB