Hati-hati, Bahan Kimia Ini Berbahaya Bagi Kesehatan Lelaki!

Ririn Indriani | Dinda Rachmawati | Suara.com

Minggu, 22 Oktober 2017 | 14:41 WIB
Hati-hati, Bahan Kimia Ini Berbahaya Bagi Kesehatan Lelaki!
Ilustrasi. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Bahan kimia berbahaya secara tidak kita sadari, telah terkontimasi dengan bahan kimia berbahaya. Hal ini, tentu bisa membahayakan dan menyebabkan kerusakan pada beberapa organ dalam tubuh.

Pada lelaki, bahan kimia berbahaya, bahkan bisa menghentikan produksi testosteron yang sehat di dalam tubuh dan akan mempengaruhi sistem endokrin pada umumnya.

Beberapa penelitian juga mengungkap, adanya hubungan antara menelan bahan kimia berbahaya dengan tingkat kelahiran yang rendah. Jadi sebaiknya, mulailah mengajak keluarga Anda beralih ke makan makanan alami dan organik dibandingkan makanan olahan.

Nah, berikut beberapa bahan kimia yang sering ditemukan dalam makanan olahan, terkait dengan masalah kesehatan lainnya pada lelaki, seperti yang dilansir Boldsky.

1. Phthalate
Paparan phthalate dapat menyebabkan sungsi testis menurun yang mempengaruhi kondisi janin. Bahan kimia ini sering ditemukan di lantai vinyl, deterjen, plastik otomotif, sabun, sampo, deodoran, semprotan rambut, kemasan makanan, dan lainnya.

2. Bisphenol A
Ini adalah bahan kimia umum yang daoat ditemui di bahan plastik, termasuk yang ada di botol air yang dapat digunakan kembali, resin yang bisa menyemai di kaleng makanan, dan sebagainya. Hal ini dapat mengubah jalannya perkembangan janin dalam pada perempuan.

3. Methoxychlor dan Vinclozin
Ini adalah insektisida dan fungisida. Penelitian telah menunjukkan bahwa bahan kimia ini dapat menyebabkan perubahan pada tikus jantan yang lahir selama empat generasi berikutnya setelah paparan awal.

4. Nonylphenol Ethoxylates
Dikenal sebagai penghambat endokrin yang dapat mempengaruhi ekspresi gen dengan mengaktifkan atau menonaktifkan gen tertentu dan mengganggu cara kerja sistem kelenjar Anda.

5. Bovine Growth Hormones
Biasanya bahan kimia ini ditambahkan ke produk susu komersial yang merupakan penyebab masa pubertas yang terjadi lebih dini. Dianjurkan untuk menghindari makanan yang mengandung zat ini, karena bahan kimia ini juga dapat mempengaruhi kesuburan lelaki.

6. Asbes
Bahan kimia yang sering digunakan untuk mengisolasi bangunan ini membuat lelaki berisiko tinggi terkena mesothelioma, kanker pada lapisan di sekitar paru-paru. Ini adalah salah satu bahan kimia yang bisa merugikan Anda.

7. Fluoride
Bahan kimia ini dikaitkan dengan tingkat kesuburan yang rendah, gangguan hormon dan jumlah sperma yang rendah. Hal ini dapat mempengaruhi kesuburan lelaki secara serius.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pernikahan Tak Bahagia Bikin Lelaki Berisiko Sakit Jantung

Pernikahan Tak Bahagia Bikin Lelaki Berisiko Sakit Jantung

Health | Minggu, 22 Oktober 2017 | 13:26 WIB

Vitamin B Kompleks Berlebih Bikin Lelaki Berisiko Kanker Paru

Vitamin B Kompleks Berlebih Bikin Lelaki Berisiko Kanker Paru

Health | Minggu, 22 Oktober 2017 | 08:11 WIB

Awas! Cakaran Kucing Bisa Bikin Lelaki Impotensi, Ini Buktinya

Awas! Cakaran Kucing Bisa Bikin Lelaki Impotensi, Ini Buktinya

Health | Selasa, 19 September 2017 | 09:30 WIB

Terkini

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB