Beri Anak Ponsel Pintar Bikin Kecanduan seperti Kokain

Chaerunnisa | Dinda Rachmawati | Suara.com

Kamis, 26 Oktober 2017 | 15:16 WIB
Beri Anak Ponsel Pintar Bikin Kecanduan seperti Kokain
Ilustrasi keluarga sedang asyik berponsel. (Shutterstock)

Suara.com - Ponsel pintar atau smartphone saat ini sudah menjadi salah satu benda terpenting dalam kehidupan sehari-hari. Namun, Anda harus sangat bijak dalam menggunakannya, termasuk tidak memberikan smartphone pada anak sedini mungkin.

Membiasakan anak Anda bermain-main dengan smartphone, kata para terapis, sama seperti memberi mereka satu gram kokain, dengan efek kecanduan yang hampir sama.

Menurut spesialis klinik rehabilitasi Harley Street, Mandy Saligari, ahli tentang kecanduan teknologi dan perkembangan remaja, waktu yang anak-anak habiskan untuk menatap layar smartphone terlalu sering diabaikan, padahal hal ini bisa menjadi penyebab yang potensial untuk kecanduan.

"Saya selalu mengatakan kepada orang-orang, saat memberi tablet atau smartphone kepada anak, Anda benar-benar seperti memberi mereka sebotol anggur atau satu gram kokain," ungkapnya.

"Apakah Anda benar-benar akan membiarkan mereka 'mengetuk' semuanya sendirian di balik pintu tertutup?" sambung dia.

Menurut Mandy, orangtua cenderung memproteksi anak-anak mereka untuk menghindari obat-obatan dan alkohol daripada smartphone. Padahal, hal ini punya efek yang sama terhadap impuls otak.

Mandy mengatakan hal ini terkait sebuah berita yang mengungkapkan, saat ini banyak anak-anak berusia 13 tahun dirawat karena teknologi digital. Di mana sepertiga anak-anak Inggris berusia 12-15 tahun mengaku, mereka tidak lagi memiliki keseimbangan antara waktu bermain smartphone dan aktivitas lainnya.

"Ketika orang melihat kecanduan, pandangan mereka cenderung hanya pada substansi atau materi, tapi sebenarnya ini adalah pola perilaku yang dapat mewujudkan dirinya dalam sejumlah cara yang berbeda," kata Mandy yang mencontohkan kecanduan lain, seperti makanan, menyakiti diri sendiri dan sexting (sex texting).

Kekhawatiran juga semakin parah karena jumlah anak-anak dan remaja yang terlihat mengirim atau menerima gambar porno, atau mengakses konten yang tidak pantas secara online melalui perangkat mereka semakin banyak.

Mandy, yang mengepalai klinik Charley Street Charter di London, mengatakan sekitar dua pertiga dari pasiennya berusia 16-20 tahun yang mencari pengobatan untuk kecanduan "peningkatan dramatis" di 10 tahun yang lalu. Bahkan, banyak pasiennya yang lebih muda.

Dalam sebuah survei baru-baru ini terhadap lebih dari 1.500 guru, sekitar dua pertiga mengatakan bahwa mereka mengetahui murid mereka sering berbagi konten seksual, dan satu dari enam dari mereka, bahkan masih dalam usia sekolah dasar.

Lebih dari 2.000 anak telah dilaporkan ke polisi, karena kejahatan terkait dengan gambar tidak senonoh dalam tiga tahun terakhir.

"Begitu banyak klien saya yang berusia 13 dan 14 tahun yang terlibat dalam sexting, dan menggambarkan seks sebagai hal yang benar-benar normal," kata dia.

Banyak pula, sambung dia, gadis muda yang mengirim foto telanjang mereka kepada seseorang di ponsel dan menganggap bahwa hal tersebut adalah hal yang normal.

"Jika anak-anak diajari bagaimana mereka menghargai diri mereka sendiri, mereka tidak mengeksploitasi diri mereka dengan cara itu. Ini adalah masalah harga diri dan ini adalah masalah identitas," tandasnya. (Independent)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terobosan Baru Atasi Kanker, Cukup Tidur dan Nyalakan Ponsel

Terobosan Baru Atasi Kanker, Cukup Tidur dan Nyalakan Ponsel

Health | Senin, 23 Oktober 2017 | 20:00 WIB

Jangan Pernah Lagi Bawa Ponsel saat Buang Air

Jangan Pernah Lagi Bawa Ponsel saat Buang Air

Tekno | Selasa, 10 Oktober 2017 | 16:39 WIB

Jangan Tonton Situs Porno di Smartphone, Bahaya!

Jangan Tonton Situs Porno di Smartphone, Bahaya!

Tekno | Selasa, 03 Oktober 2017 | 15:55 WIB

Peneliti: Stop Gunakan Pola untuk Buka Kunci Smartphone!

Peneliti: Stop Gunakan Pola untuk Buka Kunci Smartphone!

Tekno | Sabtu, 30 September 2017 | 06:36 WIB

Lelaki Kecanduan Judi Korban Kekerasan Saat Kecil

Lelaki Kecanduan Judi Korban Kekerasan Saat Kecil

Lifestyle | Senin, 21 Agustus 2017 | 14:03 WIB

Bila Ini yang Terjadi, Itu Tanda Anak Kecanduan Gula

Bila Ini yang Terjadi, Itu Tanda Anak Kecanduan Gula

Health | Jum'at, 21 Juli 2017 | 18:57 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB