Wah.. Makanan Pedas Bisa Melindungi dari Risiko Penyakit Jantung

Dythia Novianty | Firsta Nodia
Wah.. Makanan Pedas Bisa Melindungi dari Risiko Penyakit Jantung
Ilustrasi makanan pedas. (Shutterstock)

Konsumsi makanan pedas dapat menurunkan peluang orang mengonsumsi makanan tinggi garam.

Suara.com - Konsumsi makanan yang mengandung garam berlebihan, telah lama dikaitkan dengan risiko mengidap hipertensi, penyakit jantung, hingga stroke. Sebuah penelitian di Cina menemukan bahwa konsumsi makanan pedas dapat menurunkan peluang orang mengonsumsi makanan tinggi garam, sehingga mengurangi risiko serangan jantung dan stroke.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal 'Hypertension' tersebut menjabarkan, orang yang tidak suka mengonsumsi makanan pedas akhirnya mengonsumsi rata-rata 13,4 gram garam per hari. Sedangkan mereka yang doyan makanan pedas, hanya mengonsumsi 10.3 gram garam sehari.

Untuk memperkuat bukti temuan, peneliti juga mengukur tekanan darah sistolik dan diastolik para responden. Peneliti menemukan, mereka yang doyan mengonsumsi makanan pedas memiliki level tekanan darah sistolik 8 mmHg, lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak suka makanan pedas. Begitu juga dengan angka tekanan darah diastolik yang lebih rendah sekitar 5 mmHg untuk mereka yang doyan mengonsumsi makanan pedas.

"Studi kami menunjukkan bahwa kenikmatan rasa pedas merupakan cara penting untuk mengurangi asupan garam yang pada gilirannya menurunkan tekanan darah," kata penulis studi senior Dr. Zhiming Zhu dari Third Military Medical University di Chongqing, Cina.

Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa jumlah capsaicin, zat kimia yang menyebabkan paprika pedas berbau tajam, dapat meningkatkan rasa asin pada makanan, sehingga tak membutuhkan tambahan garam dalam jumlah cukup untuk membuat masakan lebih gurih.

Mereka juga menggunakan teknik pencitraan untuk melihat dua wilayah otak para responden, yakni insula dan orbitofrontal korteks yang berperan dalam merespon rasa asin. Mereka menemukan bahwa daerah yang distimulasi oleh garam dan bumbu saling tumpang tindih, dan meningkatkan aktivitas otak di daerah tersebut.

Penulis mengatakan bahwa aktivitas yang meningkat ini kemungkinan membuat orang lebih peka terhadap garam, sehingga mereka akan selalu ketagihan dengan makanan asin. Zhua pun menghimbau agar masyarakat menambahkan cabai atau rempah-rempah lainnya ke dalam masakannya, sehingga mengurangi jumlah garam yang akan ditambahkan kedalamnya.

"Kami menyarankan orang untuk menikmati makanan pedas dalam kehidupan sehari-hari mereka selama mereka dapat mentolerir. Hal ini akan membuat jumlah asupan garam mereka berkurang dan terhindar dari hipertensi maupun penyakit jantung," pungkas Zhu. [Zeenews]

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS