Banyak Pasien Bermobil Mewah Berobat di Klinik Gratis Ini

Chaerunnisa | Suara.com

Senin, 06 November 2017 | 17:51 WIB
Banyak Pasien Bermobil Mewah Berobat di Klinik Gratis Ini
Antrian mengular di klinik gratis (StraitsTimes)

Suara.com - Klinik yang menawarkan konsultasi medis gratis bisa menarik ratusan pasien setiap hari, termasuk beberapa pasien yang datang menggunakan mobil mewahnya. Namun, klinik tersebut mengatakan, mereka tidak akan menolak pasien.

The Straits Times telah menemukan, ada lebih dari 30 klinik gratis di Singapura. Klinik ini, banyak di antaranya memberikan perawatan medis tradisional Cina, menawarkan konsultasi gratis, namun memungut biaya pengobatan dan perawatan yang kecil seperti akupunktur.

Antrian panjang di luar klinik sudah terlihat sejak pagi hari, bahkan sebelum jam buka klinik. Klinik mulai buka pada pukul 06.30, dua jam sebelum beberapa klinik membuka pintu mereka.

Ketika The Straits Times mengunjungi cabang Public Free Clinic Society di Clementi pada Sabtu (4/11), lebih dari 20 pasien terlihat menunggu dalam antrian 30 menit sebelum pembukaan klinik pada pukul 09.00.

Permintaan tersebut telah melihat beberapa penyedia klinik gratis memperluas layanan mereka ke banyak lokasi. Pasalnya, mereka melayani kebutuhan populasi masyarakat Singapura yang cepat tua.

Pada Minggu (5/11), Public Free Clinic Society secara resmi membuka klinik gratis kelima di Bedok, yang telah beroperasi sejak April tahun ini. Selain Clementi dan Bedok, mereka juga mengoperasikan klinik di Tampines, Jurong dan Geylang.

Seow Ser Fatt, presiden Public Clinic Society, mengatakan permintaan untuk layanannya telah berkembang selama bertahun-tahun.

Lima klinik organisasi nirlaba tersebut melihat lebih dari 650 pasien setiap hari terus naik jumlahnya dari sekitar 600 tahun lalu. Lebih dari 70 persen pasiennya berusia di atas 51 tahun.

Menteri Kesehatan Gan Kim Yong, yang pada acara pembukaan cabang Bedok, mengatakan dengan populasi Singapura yang cepat menua, jumlah orang yang menderita penyakit geriatrik dan penyakit kronis seperti rematik diperkirakan akan meningkat.

Pada tahun 2030, satu dari empat warga Singapura di atas usia 60 tahun akan menderita setidaknya satu penyakit kronis, kata dia dalam bahasa Mandarin.

"Untuk mengatasi kebutuhan medis penduduk dengan lebih baik, semakin penting untuk memastikan bahwa sistem kesehatan yang kuat ada di tempat yang memenuhi kebutuhan medis orangtua, dan mendorong mereka untuk melakukan tindakan pencegahan sehingga memungkinkan mereka untuk menjalani pengobatan yang panjang, hidup sehat dan aktif," ungkapnya.

Banyak dari mereka yang tampil di klinik cenderung berusia setengah baya dan lebih tua. Klinik gratis sebagian besar didanai oleh sumbangan, melalui para simpatisan dan kegiatan penggalangan dana. Klinik ini juga memiliki kotak sumbangan untuk pasien yang ingin berkontribusi.

Sementara kebanyakan pasien berasal dari kelompok berpenghasilan rendah dan menengah, ada juga pasien yang kaya. Meskipun klinik gratis tidak melarang orang kaya berobat, mereka berharap orang-orang ini dapat membantu dengan sumbangan. Karena itu, banyak pasien datang ke klinik menggunakan mobil mewah.

"Kami tidak mengubahnya hanya karena mereka mengendarai mobil mewah. Mereka mengunjungi klinik gratis karena mereka lebih memilih dokter kami, dan bukan karena biaya rendah," kata Seow.

Dia mengatakan, banyak dari mereka akan menyumbang setelah menemui dokter. Salah satu pasien tersebut, lelaki yang hanya menyebut namanya Lim (52).

"Saya akan selalu menyumbang saat saya datang, jadi orang lain yang kurang beruntung bisa mendapat pertolongan medis," ujar lelaki yang berprofesi sebagai manajer penjualan, yang tidak mengungkapkan jumlah yang dia berikan.

"Fleksibilitas (untuk menyumbangkan jumlah apapun) memungkinkan kita memberi dari hati," tandasnya. (Straitstimes)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jahit Benang Emas di Wajah, Lihat yang Terjadi pada Perempuan Ini

Jahit Benang Emas di Wajah, Lihat yang Terjadi pada Perempuan Ini

Lifestyle | Minggu, 08 Oktober 2017 | 05:32 WIB

Eden Life Center Tawarkan Perawatan Holistik di Bali

Eden Life Center Tawarkan Perawatan Holistik di Bali

Press Release | Senin, 11 September 2017 | 17:55 WIB

Duh! Remaja Rentan Jadi Sasaran "Klinik Bedah Plastik"

Duh! Remaja Rentan Jadi Sasaran "Klinik Bedah Plastik"

Lifestyle | Jum'at, 23 Juni 2017 | 01:00 WIB

Klinik Ini Canangkan Indonesia Jadi Tujuan Wisata Medis Dunia

Klinik Ini Canangkan Indonesia Jadi Tujuan Wisata Medis Dunia

Lifestyle | Kamis, 10 November 2016 | 14:00 WIB

Terkini

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB