Akibat Tren "Ngopi", Masalah Kesehatan Ini Banyak Dikeluhkan

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Jum'at, 10 November 2017 | 07:50 WIB
Akibat Tren "Ngopi", Masalah Kesehatan Ini Banyak Dikeluhkan
Mengawali pagi dengan secangkir kopi dan roti. (Shutterstock)

Suara.com - Gerai atau kedai kopi yang menjamur di pusat-pusat kota ternyata mendatangkan kebiasaan baru bagi kaum urban untuk ngopi. Apalagi kini terdapat varian kopi yang cenderung light seperti kopi susu sehingga cocok bagi pemula untuk menjadikan kopi sebagai sebuah gaya hidup.

Sayangnya, tren ngopi yang kini sedang naik daun turut berakibat pada banyaknya keluhan kesehatan yang dilaporkan para dokter. Menurut dr. Annisa Maloveny SpPD dari RS Hermina Grandwisata, pasien datang biasanya dengan keluhan maag atau kenaikan asam lambung.

Pasalnya, kata dia, kopi dapat menaikkan produksi asam lambung terutama jika dikonsumsi dalam kondisi perut kosong. Untuk itu, Annisa menyarankan agar minum kopi  dilakukan 1-2 jam setelah makan.

"Begitu juga dengan mereka yang punya faktor risiko hipertensi dan jantung itu sebaiknya berhati-hati, karena kafein bersifat stimulan yang membuat jantung berdebar-debar dan tekanan darah meningkat," ujar dia pada acara yang dihelat Halodoc di Jakarta, Kamis (9/11/2017).

Meski demikian, Annisa menambahkan, kopi tak selalu berefek negatif bagi tubuh. Ada juga manfaat yang dirasakan setelah mengonsumsi kopi, terutama tanpa tambahan gula maupun susu, karena biji kopi sendiri kaya akan antioksidan.

Kandungan ini membuat kopi dapat mencegah berbagai penyakit seperti kanker, diabetes hingga penyakit jantung.

"Tapi kembali lagi ke dosis. Dalam satu cangkir kopi itu terdiri dari 100 mg kafein. Batas aman sehari 300-400 mg kafein per hari atau sekira 3-4 cangkir kopi," ujar dia.

Jika berlebih, Annisa mengatakan, beberapa dampak negatif akan muncul, antara lain insomnia, obesitas, buang air kecil yang terus menerus, meningkatnya tekanan darah, masalah menstruasi, dan risiko asam urat.

Bahkan kelebihan kafein dalam jangka waktu panjang dapat mengakibatkan sejumlah masalah kesehatan yang lebih serius, seperti masalah lambung, terganggunya sistem kardiovaskular, kerusakan tulang, daya ingat terganggu, menurunnya kinerja mental, memicu produksi hormon kortisol dan yang paling parahnya dapat memengaruhi kesuburan wanita atau bahkan keguguran.

"Sah-sah saja menjalankan gaya hidup sesuai kebutuhan, namun perlu diingat bahwa segala sesuatu tetap ada batasnya. Jika merasakan gangguan yang berlanjut, segera konsultasikan pada dokter Anda," ujar dokter yang juga melayani konsultasi di aplikasi Halodoc ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Alasan Menjamurnya Gerai Kopi di Indonesia

Alasan Menjamurnya Gerai Kopi di Indonesia

Lifestyle | Kamis, 09 November 2017 | 16:29 WIB

Cuma di Kedai Kopi Ini, Jajaran Barista dan Pelayannya Berbikini

Cuma di Kedai Kopi Ini, Jajaran Barista dan Pelayannya Berbikini

Lifestyle | Minggu, 05 November 2017 | 20:37 WIB

Jangan Bikin Kopi di Kamar Hotel, Mengapa?

Jangan Bikin Kopi di Kamar Hotel, Mengapa?

Health | Jum'at, 13 Oktober 2017 | 07:35 WIB

Terkini

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB