Anak Pelaku Kejahatan Sebenarnya Hanya Korban

Chaerunnisa

Kamis, 16 November 2017 | 01:00 WIB
Anak Pelaku Kejahatan Sebenarnya Hanya Korban
Aksi kekerasan guru honorer di sebuah SMK di Cisoka, Kabupaten Tangerang, Banten. [Facebook/Yuni Rusmini]

Suara.com - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mengungkapkan, anak pelaku kejahatan sebenarnya adalah korban, bisa karena ketidakmampuan orangtua dalam mengasuhnya atau kemiskinan.

"Anak walaupun pelaku kejahatan sebenarnya adalah korban. Paling tidak masalah pengasuhan dari orang tua yang tidak mampu menangani anak itu," ujar Sekretaris Kementerian PPPA Pribudiarta Nur Sitepu usai membuka rapat koordinasi teknis mengenai pembangunan perlindungan anak di Yogyakarta, Rabu malam.

Selain kesalahan asuh dan kemiskinan, lingkungan tempat tinggal misalnya daerah tertinggal, terpencil atau perbatasan dapat menjadi akar masalah. Meski begitu, Pribudiarta menekankan kejahatan anak harus diselesaikan agar tingkat kejahatan yang dilakukan tidak meningkat.

"Dia melakukan tindakan kriminal kecil-kecil, ini yang memang harus diselesaikan karena kalau dibiarkan nanti akan meningkatkan kualitas kekerasan yang dilakukan," tutur dia, seperti diwartakan dari Antara.

Selain membuat jera, lapas anak yang menjadi lembaga pembinaan khusus dapat mengembangkan keahlian anak sehingga siap kembali ke masyarakat.

Stigma buruk pada anak yang pernah melakukan kejahatan juga perlu dihapus agar anak dapat kembali ke masyarakat, bukan justru dikucilkan.

"Masyarakat menyadari anak berhadapan dengan hukum walaupun dia pelaku sebenarnya dia hanyalah korban, jadi konsep pemahaman itu yang harus dipahami oleh pemangku kepentingan," imbuhnya.

Ada pun mengenai anak yang berhadapan dengan hukum diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

Salah satu yang diatur dalam UU tersebut adalah mengenai keadilan restoratif dan diversi untuk menghindari stigmatisasi terhadap anak yang berhadapan dengan hukum agar kembali ke dalam lingkungan sosial secara wajar.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kasus Ini yang Paling Banyak Dialami Anak di Dunia

Kasus Ini yang Paling Banyak Dialami Anak di Dunia

News | Minggu, 01 Oktober 2017 | 18:43 WIB

Pengasuh Ditangkap karena Masukkan Bayi ke Kulkas

Pengasuh Ditangkap karena Masukkan Bayi ke Kulkas

News | Sabtu, 12 Agustus 2017 | 07:01 WIB

Stop Kekerasan Anak, Peran Orangtua Paling Penting

Stop Kekerasan Anak, Peran Orangtua Paling Penting

News | Kamis, 25 Mei 2017 | 09:02 WIB

Lappan: Mayoritas Korban Kekerasan Seksual adalah Anak-anak

Lappan: Mayoritas Korban Kekerasan Seksual adalah Anak-anak

News | Kamis, 09 Maret 2017 | 22:27 WIB

Mensos : Jangan Anggap Sepele Kekerasan Terhadap Anak

Mensos : Jangan Anggap Sepele Kekerasan Terhadap Anak

News | Senin, 06 Maret 2017 | 06:21 WIB

Terkini

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 05:00 WIB

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

×