Makan Keju 40 Gram Sehari, Ini Manfaatnya bagi Jantung

Ririn Indriani, Dinda Rachmawati

Senin, 04 Desember 2017 | 15:37 WIB
Makan Keju 40 Gram Sehari, Ini Manfaatnya bagi Jantung
Ilustrasi keju. (Shutterstock)

Suara.com - Ada kabar baik bagi Anda para pecinta keju. Penelitian terbaru mengungkap, mengonsumsi seporsi kecil keju setiap hari bisa mengurangi risiko penyakit jantung atau stroke.

Diterbitkan di European Journal of Nutrition, periset di Soochow University, China, mengevaluasi 15 penelitian sebelumnya dari Eropa dan Amerika Serikat, yang melacak hasil diet dan kesehatan lebih dari 200.000 orang.

Dari penelitian tersebut peneliti menemukan bahwa orang-orang yang secara teratur makan keju, rata-rata sekitar ukuran kotak korek api setiap hari, 14 persen lebih kecil kemungkinannya untuk terkena penyakit jantung koroner, dan terkena stroke adalah 10 persen lebih rendah.

Karena para peneliti tidak benar-benar menguji perubahan diet dari waktu ke waktu pada partisipan, hasil temuan tersebut mungkin bisa menunjukkan, bahwa mereka dikatakan lebih sehat karena makan lebih banyak keju.

Ini bisa jadi karena partisipan lebih kaya dan mampu mengonsumsi lebih banyak keju, atau karena makanannya sendiri yang mengandung keju.

Namun temuan ini tidak mengungkap secara lebih jelas tentang hubungan mengonsumsi lebih banyak keju dengam risiko penyakit jantung yang lebih tinggi, seperti yang disarankan oleh penelitian lain di awal tahun ini oleh para periset dari Universitas Reading.

Penelitian di China menemukan bahwa mereka yang makan setara dengan 40 gram sehari, memiliki risiko terendah, dan mengataian bahwa keju bisa meningkatkan kadar kolesterol 'baik', sekaligus mengurangi kadar kolesterol 'jahat'.

Meski mengandung kadar lemak jenuh tinggi, peneliti menambahkan bahwa kalsium di dalam makanan ini berarti memiliki lemak yang rendah yang benar-benar diserap tubuh.

Keju juga dianggap mengandung asam yang dapat membantu mencegah penyumbatan arteri.

"Keju mengandung asam lemak jenuh namun juga memiliki nutrisi yang berpotensi menguntungkan. Namun, tidak jelas bagaimana konsumsi jangka panjang dapat mempengaruhi perkembangan penyakit kardiovaskular," tambah mereka dilansir Independent.co.uk.

Bereaksi terhadap studi terbaru, Ian Givens, Guru Besar Nutrisi Gizi Makanan di Universitas Reading menemukan hasil yang serupa. Dia sepakat bahwa kalsium dari produk susu seperti keju memainkan peran penting dalam mengurangi lemak dalam tubuh.

"Mereka tampaknya terkait dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular dan - terutama dengan diabetes tipe 2 - yoghurt, yang merupakan area penelitian yang sedang kami coba kembangkan karena ada 700 kasus baru setiap hari," katanya.

Unsur terbesar dalam keju, lanjut Givens, tampaknya merupakan hubungan erat antara kalsium dan lemak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Teratur Makan Keju Bisa Bikin Panjang Umur

Teratur Makan Keju Bisa Bikin Panjang Umur

Health | Selasa, 29 Agustus 2017 | 10:28 WIB

Studi: Keju Bisa Cegah Kanker Hati

Studi: Keju Bisa Cegah Kanker Hati

Health | Minggu, 30 April 2017 | 19:49 WIB

Keju Cheddar Bisa Bantu Hidup Lebih Lama?

Keju Cheddar Bisa Bantu Hidup Lebih Lama?

Lifestyle | Kamis, 27 April 2017 | 12:20 WIB

Terkini

Pasar Saham AS Rontok! Wall Street Berdarah Akibat Rekor Terburuk Sejak 2007

Pasar Saham AS Rontok! Wall Street Berdarah Akibat Rekor Terburuk Sejak 2007

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 06:04 WIB

Jelajah IDW 2026 Sambil Bikin Konten, Pengunjung Berpeluang Bawa Pulang Hadiah

Jelajah IDW 2026 Sambil Bikin Konten, Pengunjung Berpeluang Bawa Pulang Hadiah

Jakarta | Rabu, 23 September 2026 | 23:52 WIB

Tak Berhenti di Pelatihan, Dosen IKADO Dampingi Warga Simo Gunung Kembangkan Bisnis Digital

Tak Berhenti di Pelatihan, Dosen IKADO Dampingi Warga Simo Gunung Kembangkan Bisnis Digital

Jatim | Rabu, 23 September 2026 | 23:46 WIB

Harris Arthur Hedar Lantik 120 Pengurus Peradi Profesional di Sultra, Titip Pesan Ini

Harris Arthur Hedar Lantik 120 Pengurus Peradi Profesional di Sultra, Titip Pesan Ini

Sulsel | Rabu, 23 September 2026 | 23:41 WIB

Revisi UU Keuangan Negara Momentum Memecah Ambiguitas Pengertian Kerugian Negara

Revisi UU Keuangan Negara Momentum Memecah Ambiguitas Pengertian Kerugian Negara

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 23:35 WIB

Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap

Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 23:21 WIB

Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban

Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 23:05 WIB

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 22:47 WIB

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 22:44 WIB

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:27 WIB

×