Alasan Mengapa Remaja Sebaiknya Tidak Hamil Dulu

Chaerunnisa, Risna Halidi

Selasa, 12 Desember 2017 | 13:28 WIB
Alasan Mengapa Remaja Sebaiknya Tidak Hamil Dulu
Ilustrasi remaja hamil (Shutterstock)

Suara.com - Kasus pernikahan dan kehamilan pada anak dan remaja kerap menjadi sorotan di Indonesia. Meski terjadi secara lumrah, bukan berarti isu tersebut tidak pernah dibahas dan menjadi perdebatan di masyarakat.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise dalam berbagai kesempatan berkali-kali mengatakan keinginannya menaikkan usia minimal menikah, dan merevisi UU Perkawinan.

Dicatat pada pasal 7 ayat 1 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan, usia minimal perempuan menikah adalah 16 tahun, dan laki-laki 19 tahun.

Remaja pada pengertiannya, adalah seseorang atau individu yang berada pada tahapan pertumbuhan dan perkembangan serta merupakan masa peralihan setelah masa kanak-kanak menjadi dewasa. Menurut Badan Kesehatan Dunia atau WHO, seseorang masuk kategori remaja ketika memasuki usia 10 sampai 19 tahun.

Karena itu, pernikahan atau bahkan kehamilan pada usia-usia tersebut sebaiknya dihindari, lantaran dianggap belum cukup matang baik secara fisik maupun emosional.

Parahnya, remaja Indonesia juga ditimpa masalah lain yang tidak kalah memperihatinkan. Menurut data Riset Kesehatan Dasar atau Riskesdas 2013, anemia telah menimpa sebanyak 28 persen remaja putra dan 27 persen remaja putri usia enam hingga 12 tahun.

Memasuki kategori usia subur, ada 16 persen remaja putra dan 22,7 persen remaja putri Indonesia yang menderita anemia. Data tersebut berlanjut pada kategori ibu hamil, di mana ada sepertiganya atau sekitar 37.1 persen ibu hamil dengan kondisi anemia.

Menurut profesor dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Endang L. Achadi, anemia atau keadaan di mana kadar Hemoglobin (Hb) dalam darah lebih rendah dari nilai normal, dapat berdampak pada rendahnya aktifitas fisik, daya pikir, hingga proses kelahiran nantinya.

"Remaja itu masih tumbuh. Kalau dia masih tumbuh, untuk dirinya sendiri saja dia memerlukan tenaga, energi, zat besi. Nah sekarang dia harus berbagi dengan bayinya," kata Endang kepada Suara.com.

baca juga

Senada dengan Endang L. Achadi, dosen dari Fakultas Kesehatan Masyarakat UI lain, Diah M. Utari juga mengatakan bahwa ibu hamil yang mengalami defisiansi zat besi, memiliki dampak kesehatan tidak hanya pada dirinya, tetapi juga terhadap bayi yang dikandungnya.

"Seorang ibu hamil yang mengalami defisiansi zat besi, akan melahirkan bayi dengan persediaan zat besi yang sedikit atau bahkan tidak ada. Maka bayi berisiko mengalami anemia pada usia empat bulan," kata Diah M. Utara dalam kegiatan 'Journalist Goes to Campus' yang diselenggarakan oleh Danone Indonesia dan bekerjasama dengan Positive Deviance Resource Centre (PDRC) FKM UI dan Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI) di Depok, Senin (11/12/2017).

Bila kondisi tersebut tidak diperbaiki sedini mungkin, Endang L. Achadi khawatir anak yang dilahirkan dari ibu yang anemia, akan mengalami masalah daya tahan tubuh, kebugaran, fungsi kognitif terganggu hingga produktivitas yang rendah.

"Kalau seorang anak mengalami anemia dini dan tidak segera dikoreksi, maka dia (anemia) berisiko menurunkan IQ sampai 10 poin," jelasEndang L. Anhari Achadi.

Untuk itu, Endang menekankan pentingnya kondisi sehat dan bebas anemia pada calon ibu agar tidak diturunkan. "Harus ada persediaan (zat besi) saat persalinan ketika pendarahan. Waktu menuju persalinan asupan (zat besi) masih sama, risiko semakin tinggi."

Risiko persalinan tersebut, kata Endang, juga bisa berupa bayi lahir prematur dan Berat Badan Lahir Rendah atau BBLR. Untuk itu, Endang menghimbau agar perempuan muda mau menunda persalinan pertama sampai memasuki usia 20 tahun di mana pertumbuhan telah selesai.

"Selain itu juga tidak boleh hamil dalam kondisi anemia dan tidak boleh hamil saat kurus," tutup Endang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dua Posisi Bercinta Ini Bisa Bikin Perempuan Cepat Hamil

Dua Posisi Bercinta Ini Bisa Bikin Perempuan Cepat Hamil

Lifestyle | Senin, 04 Desember 2017 | 21:00 WIB

Bumil Masih Bekerja Jelang Persalinan, Amankah?

Bumil Masih Bekerja Jelang Persalinan, Amankah?

Health | Kamis, 30 November 2017 | 13:21 WIB

Mengapa Sulit Meminta Remaja Meski Diiming-imingi Hadiah?

Mengapa Sulit Meminta Remaja Meski Diiming-imingi Hadiah?

Health | Kamis, 30 November 2017 | 07:17 WIB

Bumil 'Zaman Now', Kini Ada Teman Bumil untuk Anda

Bumil 'Zaman Now', Kini Ada Teman Bumil untuk Anda

Health | Kamis, 30 November 2017 | 06:50 WIB

Hati-hati! Stres saat Hamil Bisa Sebabkan Hal Ini

Hati-hati! Stres saat Hamil Bisa Sebabkan Hal Ini

Health | Rabu, 29 November 2017 | 22:49 WIB

Pengamat: Remaja Sudah Bisa Jadi Germo

Pengamat: Remaja Sudah Bisa Jadi Germo

News | Jum'at, 27 Oktober 2017 | 06:56 WIB

Penyebab Remaja Alami Menstruasi Dini

Penyebab Remaja Alami Menstruasi Dini

Health | Selasa, 03 Oktober 2017 | 16:55 WIB

Remaja Perempuan Lebih Depresi Dibandingkan Remaja Laki-laki

Remaja Perempuan Lebih Depresi Dibandingkan Remaja Laki-laki

Health | Jum'at, 22 September 2017 | 00:00 WIB

Kaum Remaja Saat Ini Cenderung Tumbuh Lebih Lambat?

Kaum Remaja Saat Ini Cenderung Tumbuh Lebih Lambat?

Health | Kamis, 21 September 2017 | 04:00 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:00 WIB

Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum

Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum

Health | Minggu, 14 Juni 2026 | 19:05 WIB

Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis  Redakan Wasir dengan Cara Alami

Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami

Health | Minggu, 14 Juni 2026 | 15:55 WIB

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:18 WIB