Studi: Ketamin Efektif Mengurangi Pikiran untuk Bunuh Diri

Arsito Hidayatullah | Risna Halidi | Suara.com

Jum'at, 15 Desember 2017 | 18:36 WIB
Studi: Ketamin Efektif Mengurangi Pikiran untuk Bunuh Diri
Ilustrasi stres, depresi. [Shutterstock]

Suara.com - Sebuah klaim dari peneliti di Amerika Serikat mengungkapkan bahwa ketamin, salah satu obat anastesi, dianggap efektif untuk mengurangi pikiran bunuh diri pada orang yang depresi.

Periset menemukan bahwa pemberian ketamin dalam dosis rendah dapat mengurangi pikiran bunuh diri dalam beberapa jam.

"Ada jendela kritis di mana pasien depresi yang membutuhkan bantuan bunuh diri dengan cepat untuk mencegah kerugian diri sendiri," kata Michael Grunebaum dari Columbia University Medical Center di AS.

"Antidepresan yang ada saat ini bisa efektif dalam mengurangi pikiran untuk bunuh diri pada pasien dengan depresi, tapi mereka (baru) memiliki efek berminggu-minggu," kata Grunebaum lagi.

Sebagian besar percobaan penggunaan antidepresan telah membuat pasien menyingkirkan pemikiran dan perilaku bunuh diri. Pada penelitian menggunakan dosis rendah ketamin, terbukti penurunan gejala depresi lebih cepat, dan disertai dengan penurunan pemikiran untuk bunuh diri.

"Pasien bunuh diri dan depresi membutuhkan perawatan yang cepat dan efektif dalam mengurangi pikiran untuk bunuh diri, saat risiko tengah tinggi. Saat ini, tidak ada perawatan untuk menghilangkan cepat pemikiran bunuh diri pada pasien depresi," kata Grunebaum.

Dalam studi yang dipublikasikan di American Journal of Psychiatry ini, 80 orang dewasa yang tengah depresi dan memiliki pikiran bunuh diri, menerima infus ketamin dan midazolam atau obat penenang dosis rendah.

Hasilnya, dalam waktu 24 jam, kelompok ketamin berhasil menurunkan pemikiran bunuh diri lebih besar daripada kelompok midazolam. Perbaikan dalam pemikiran bunuh diri dan depresi pada kelompok ketamin juga berhasil bertahan hingga enam minggu. Mereka yang berada dalam kelompok ketamin bahkan mengalami peningkatan suasana hati yang lebih besar.

Kesimpulan dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa ketamin menurunkan keinginan bunuh diri hingga sepertiga, dan pengobatan ketamin memiliki efek anti-bunuh diri yang lebih spesifik.

"Studi ini menunjukkan bahwa ketamin menawarkan janji sebagai pengobatan yang cepat bertindak untuk mengurangi pikiran bunuh diri pada pasien dengan depresi," kata Grunebaum.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Studi: Remaja yang Keranjingan Ponsel Lebih Berisiko Bunuh Diri

Studi: Remaja yang Keranjingan Ponsel Lebih Berisiko Bunuh Diri

Tekno | Jum'at, 01 Desember 2017 | 19:22 WIB

Studi: Sakit Mental Bisa Ditransfer Antargenerasi

Studi: Sakit Mental Bisa Ditransfer Antargenerasi

Health | Jum'at, 01 Desember 2017 | 14:39 WIB

Tips Cegah Stres Akhir Tahun

Tips Cegah Stres Akhir Tahun

Lifestyle | Senin, 27 November 2017 | 10:27 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB