Ada Luka di Tubuh Anda? Waspada Bakteri Pemakan Daging!

Ririn Indriani | Suara.com

Kamis, 25 Januari 2018 | 10:30 WIB
Ada Luka di Tubuh Anda? Waspada Bakteri Pemakan Daging!
Ilustrasi luka pada jari tangan. (Shutterstock)

Suara.com - Bakteri pemakan daging dapat menyebabkan infeksi parah hingga menyebabkan amputasi atau kematian. Walaupun kasus ini jarang terjadi, tetapi penting bagi Anda untuk mengetahui seluk beluk bakteri ini agar dapat menghindari infeksi yang disebabkan olehnya.

Lantas, apa itu bakteri pemakan daging? Bakteri pemakan daging ialah sebutan untuk beberapa jenis bakteri yang dapat menyebabkan penyakit necrotizing fasciitis.

Necrotizing fasciitis dilansir Hello Sehat adalah infeksi bakteri parah yang dapat menyebar dengan cepat dan menghancurkan otot, kulit, serta jaringan di bawahnya. Istilah necrotizing sendiri mengacu pada sesuatu yang menyebabkan matinya jaringan tubuh.

Jenis bakteri yang paling umum menyebabkan infeksi ini ialah Streptococcus kelompok A. Kelompok bakteri ini dapat mengakibatkan infeksi kulit, serta penyakit yang langka dan parah termasuk sindrom toxic shock.

Namun, masih ada bakteri lain yang bisa menyebabkannya necrotizing fasciitis, sebagai berikut:

1. Aeromonas hydrophila
2. Clostridium
3. Escherichia coli (E. coli)
4. Klebsiella
5. Staphylococcus aureus

Cara Bakteri Pemakan Daging Menyerang Tubuh
Bakteri ini bisa masuk ke dalam tubuh setelah Anda mengalami suatu operasi atau cedera. Selain itu, bakteri ini juga bisa masuk ke dalam tubuh melalui, luka pada kulit, gigitan serangga, lecet, dan luka bedah.

Bahkan dalam beberapa kasus, tidak diketahui bagaimana awal infeksi tersebut menyerang tubuh. Tiba-tiba saja infeksi dengan cepat menyebar dan menghancurkan otot, kulit, serta jaringan lemak.

Lalu, apa gejala infeksi bakteri pemakan daging? Ketika Anda terinfeksi bakteri pemakan daging, yang merupakan awal dari penyakit necrotizing fasciitis, biasanya mengalami beberapa gejala awal yang akan terjadi pada 24 jam pertama setelah terinfeksi, yaitu:
1. Rasa sakit yang tak tertahankan pada luka kecil, lecet, atau daerah kulit yang terbuka lainnya.
2. Kemerahan dan rasa hangat di sekitar luka, meskipun gejala ini bisa dimulai di area tubuh lainnya.
3. Terdapat lepuhan atau bintik hitam di sekitar kulit yang terinfeksi.
4. Demam.
5. Badan terasa panas dingin.
6. Merasakan kelelahan.
7. Muntah.
8. Pusing.
9. Rasa haus yang berlebih karena dehidrasi.

Gejala lain yang biasanya terjadi di sekitar lokasi infeksi tiga hingga empat hari setelah infeksi, yaitu:
1. Adanya pembengkakan disertai dengan ruam keunguan.
2. Adanya tanda berwarna violet pada kulit yang berubah menjadi seperti lecet berisi cairan berbau busuk.
3. Adanya perubahan warna, pengelupasan, dan serpihan saat terjadi kematian jaringan di daerah tersebut.

Adapun gejala kritis yang sering terjadi dalam empat sampai lima hari setelah infeksi, meliputi:
1. Penurunan tekanan darah yang cukup parah.
2. Kehilangan kesadaran.

Jika Anda mengalami gejala-gejala awal itu setelah mengalami luka, segera temui dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.


Orang yang Berisiko Terinfeksi Bakteri Pemakan Daging
Kebanyakan orang berisiko besar mengalami infeksi bakteri ini jika memiliki masalah kesehatan serius yang dapat menurunkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi seperti orang dengan diabetes, kanker, ginjal, dan kondisi kesehatan kronis lainnya yang dapat melemahkan sistem imunitas tubuh.

Selain itu, ada beberapa jenis orang yang berisiko lainnya yaitu:

1. Orang yang mengonsumsi alkohol dan narkoba kelas berat.
2. Orang lanjut usia (lansia)
3. Orang yang kekurangan gizi
4. Orang dengan obesitas
5. Orang yang baru menjalani operasi
6. Pasien dengan penyakit vaskular perifer

Bagaimana dokter mendiagnosis infeksi bakteri pemakan daging? Dokter akan melakukan beberapa tes untuk mendiagnosis kondisi ini.

Cara paling umum yang biasanya dilakukan ialah dengan melakukan biopsi. Biopsi dilakukan dengan mengambil sampel kecil dari jaringan kulit yang terkena infeksi untuk diperiksa.

Kemudian, tes darah juga bisa dilakukan untuk menunjukkan apakah otot Anda telah mengalami kerusakan atau tidak. CT Scan dan MRI juga mungkin dilakukan untuk memperkuat diagnosis yang telah dilakukan.

Pengobatan Infeksi Bakteri Pemakan Daging
Pasien yang terinfeksi bakteri pemakan daging akan menjalani beberapa jenis pengobatan. Tahapannya tergantung pada tingkat infeksi saat pengobatan di mulai. Jenis pengobatan yang dilakukan meliputi:

1. Infus antibiotik.
2. Pembedahan untuk menghilangkan jaringan yang rusak atau mati agar terhindar dari penyebaran infeksi.
3. Memberikan obat untuk menaikkan tekanan darah.
4. Melakukan tranfusi darah.
5. Mengamputasi bagian tubuh yang terkena infeksi jika diperlukan.
6. Memberikan terapi oksigen hiperbarik untuk menjaga jaringan yang sehat.
7. Memantau jantung serta alat bantu pernapasan.
8. Infus imunoglobulin untuk mendukung kemampuan tubuh melawan infeksi.

Cara Mencegah Bakteri Pemakan Daging
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), cara terbaik untuk mencegah infeksi bakteri pemakan daging ialah dengan memastikan bahwa Anda merawat luka dengan benar.

Berikut cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah terjadinya infeksi bakteri pemakan daging:
1. Jangan menunda untuk memberikan pertolongan pertama pada luka bahkan jika itu luka ringan sekalipun seperti lecet dan tergores.
2. Untuk luka kecil, bersihkan luka dan tutup dengan perban kering dan bersih sampai sembuh.
3. Jika Anda memiliki luka yang cukup besar dan dalam, pergilah ke dokter untuk meminta perawatan medis. Biasanya dokter akan memberikan antibiotik untuk mencegah penyebaran bakteri melalui lapisan kulit.
4. Hindari bermain-main dan menghabiskan waktu di kolam renang, bak air panas, dan sumber air lainnya seperti danau, sungai jika Anda memiliki luka terbuka atau infeksi kulit.
5. Cucilah tangan sehabis beraktivitas dengan sabun dan air atau cairan antiseptik berbahan dasar alkohol.

Dengan melakukan berbagai upaya tersebut diharapkan Anda terhindar dari bakteri pemakan daging.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Anak Kelas 2 SD Tewas Terjangkit Bakteri Pemakan Daging

Anak Kelas 2 SD Tewas Terjangkit Bakteri Pemakan Daging

News | Kamis, 25 Januari 2018 | 07:11 WIB

Perempuan Ini Tewas Setelah Makan Tiram Mentah, Bagaimana Bisa?

Perempuan Ini Tewas Setelah Makan Tiram Mentah, Bagaimana Bisa?

Lifestyle | Selasa, 09 Januari 2018 | 16:58 WIB

Sudah Ratusan Orang Jepang Terinfeksi "Bakteri Pemakan Daging"

Sudah Ratusan Orang Jepang Terinfeksi "Bakteri Pemakan Daging"

Health | Selasa, 26 Desember 2017 | 06:39 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB