Laser Disektomi, Atasi Saraf Kejepit Tanpa Operasi

Vania Rossa, Firsta Nodia

Kamis, 01 Februari 2018 | 17:00 WIB
Laser Disektomi, Atasi Saraf Kejepit Tanpa Operasi
Ilustrasi nyeri pinggang atau pinggul. (Shutterstock)

Suara.com - Nyeri pinggang, salah satu masalah kesehatan yang paling banyak dikeluhkan, sering diidentikkan dengan saraf kejepit. Data yang ada menunjukan setiap orang dalam hidupnya pernah mengalami satu kali periode nyeri pinggang. Sedangkan 5-20 persen masyarakat datang ke dokter umumnya dalam kondisi nyeri pinggang yang kronis.

Disampaikan dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS, selaku pakar nyeri Klinik Nyeri dan Tulang Belakang, kebanyakan pasien datang setelah sebelumnya mencoba terapi alternatif seperti pijat, totok, atau herbal, namun tidak menuai perbaikan.

"Kondisi seperti ini selain menyita waktu dan biaya juga berdampak pada penurunan kualitas hidup pasien," ujar dia dalam temu media di Jakarta, Kamis (1/2/2018).

Menurut dia, kondisi saraf kejepit atau dalam istilah medis disebut Herniated Nucleus Pulposus (HNP) merupakan salah satu penyebab nyeri pinggang kronik terbanyak. Nyeri yang dialami pasien umumnya menjalar hingga paha, dan seluruh bagian kaki disertai dengan kelemahan, baik pada salah satu atau kedua kaki.

Ilustrasi saraf kejepit. (Shutterstock)

Beberapa upaya pengobatan untuk mengatasi masalah nyeri dan tulang belakang menurut dia bervariasi mulai pemberian obat-obatan, terapi intervensi hingga pembedahan baik operasi terbuka maupun minimal invasive surgery yang hanya menyisakan luka sayatan minimal di kulit (7 mm).

Laser disektomi merupakan salah satu metode penanganan saraf kejepit minimal invasive yang dapat dilakukan secara rawat jalan. Mahdian mengatakan, melalui metode ini pasien dapat terbebas dari sindrom nyeri paska operasi, biaya yang lebih hemat serta angka keberhasilan tinggi.

"Keamanan penggunaan laser untuk mengatasi masalah saraf terjepit sudah diakui secara luas. Prosedur ini bahkan sudah dilakukan di banyak negara dengan total pasien yang ditangani mencapai lebih dari 80.000 orang," tambah dia.

Penanganan laser disektomi atau Percutaneous Laser Disc Decompression (PLDD) ini, tambah dia, memungkinkan pasien mendapat bius lokal dengan bantuan computed tomographic (CT) dan panduan fluoroskopi. Dokter spesialis bedah saraf, nantinya akan memasukkan sebuah jarum berukuran 1 mm menuju bantalan sendi yang mengalami saraf kejepit.

baca juga

"Laser tersebut akan membakar inti bantalan sendi tulang belakang sehingga volume bantalan sendi berkurang. Dengan berkurangnya volume bantalan sendi ini, maka penonjolan yang menekan saraf atau memenuhi rongga tulang belakang, kembali menjadi normal dan nyeri akan hilang," tambah dia.

Dari beberapa penelitian yang dilakukan tingkat efektivitas penggunaan laser untuk mengatasi masalah saraf terjepit sangat bervariasi. Sebuah studi yang dilakukan Gibson dan rekan peneliti dari beberapa literatur di Cochrane menyebut bahwa tindakan laser disektomi memiliki tingkat keberhasilan yang sama dengan teknik operasi terbuka atau laminektomi, dalam mengatasi masalah saraf terjepit.

"Namun laser disektomi memiliki lebih banyak keunggulan seperti luka sayatan yang minimal, penyembuhan paska tindakan yang lebih cepat, komplikasi minimal, dengan harga yang relatif lebih murah," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sakit Pinggang hingga Sulit Berdiri, Apa Penyebabnya?

Sakit Pinggang hingga Sulit Berdiri, Apa Penyebabnya?

Health | Selasa, 12 Desember 2017 | 18:38 WIB

Sering Nyeri Pinggang, Kemungkinan Salah Pakai Sepatu

Sering Nyeri Pinggang, Kemungkinan Salah Pakai Sepatu

Lifestyle | Jum'at, 15 September 2017 | 18:46 WIB

Cuma 45 Menit, Metode Ini Bisa Atasi Saraf Kejepit Tanpa Sakit

Cuma 45 Menit, Metode Ini Bisa Atasi Saraf Kejepit Tanpa Sakit

Health | Rabu, 13 September 2017 | 09:07 WIB

Terkini

Benjolan Hilang-Timbul pada Anak Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Hernia

Benjolan Hilang-Timbul pada Anak Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Hernia

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:41 WIB

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 16:50 WIB

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 13:21 WIB

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:14 WIB

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:01 WIB

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Health | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:09 WIB

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Health | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:15 WIB

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

×