Awas, Milenial Rentan Alami Kebotakan!

Ririn Indriani

Minggu, 25 Februari 2018 | 16:16 WIB
Awas, Milenial Rentan Alami Kebotakan!
Ilustrasi kebotakan, rambut rontok atau kerontokan rambut. (Shutterstock)

Suara.com - Umumnya kebotakan melanda mereka yang lanjut usia (lansia), tapi penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa orang muda pun rentan mengalami kebotakan bahkan lebih cepat dari yang Anda duga.

Ya, penelitian baru menemukan bahwa orang-orang di Cina berusia 20-an yang populer disebut generasi milenial lebih cepat botak daripada generasi sebelumnya. Penelitian yang melibatkan 4.000 siswa di Universitas Tsinghua, Beijing ini, menemukan bahwa 60 persen peserta penelitian melaporkan bahwa mereka telah kehilangan banyak rambut.

Sementara 25 persen responden mengatakan bahwa mereka tidak memperhatikan kerontokan rambut sampai mereka diberitahu oleh teman atau keluarga, dan 40 persen menjawab bahwa mereka cukup menyadari garis rambut mereka yang surut.

Tak hanya di Cina, di Amerika pun semakin banyak milenial yang mengatakan bahwa mereka mengalami rambut rontok.

Dr. Andrea Hui, ahli dermatologi San Francisco, seperti dikutip Meet Doctor mengatakan bahwa banyak pria dan wanita berusia 18 tahun yang meminta bantuannya untuk mengatasi rambut rontok.

Penata rambut New York Angelo David mengatakan kepada New York Post bahwa semakin banyak klien mudanya mengekspresikan kekhawatiran dengan rambut yang menipis dan garis rambut yang surut.

Perubahan hormonal, penyakit autoimun, kelainan tiroid, dan stres adalah salah satu penyebab rambut rontok. Namun, diet juga bisa sangat mempengaruhi kesehatan rambut.

Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Emily L. Guo, seorang dokter penduduk di Baylor College of Medicine di Texas, mengindikasikan bahwa konsumsi protein yang sangat kurang, serta kekurangan seng, vitamin D, dan nutrisi lainnya dapat berdampak negatif terhadap pertumbuhan rambut.

Stres juga ikut berperan dalam siklus hidup pertumbuhan rambut Anda. Biasanya, rambut Anda tumbuh, lalu berhenti tumbuh, dan akhirnya rontok. Proses ini disebut fase anagen, catagen, telogen, dan exogen.

Anagen (fase pertumbuhan) berlangsung dari dua sampai enam tahun. Setelah fase pertumbuhan, rambut memasuki fase catagen singkat (beberapa hari) saat folikel menyusut sedikit.

Lalu diikuti fase telogen saat rambut tetap stabil. Akhirnya, rambut memasuki fase eksogen yaitu kerontokan.

Ini adalah proses yang terus menerus dan normal bagi seseorang, karena itu tidak masalah bila rambut Anda rontok antara 50 dan 100 helai setiap hari.

Doris Day, MD, Day Dermatology & Estetika dan penulis "Beyond Beautiful" percaya bahwa stres adalah faktor penting yang menyebabkan kerontokan rambut.

"Stres bisa mengganggu proses pertumbuhan rambut karena telah membuat rambut rontok sebelum waktunya," kata dia.

Menurut sebuah laporan dari American Psychological Association (APA), penelitian menunjukkan adanya hubungan antara usia dan stres. Milenial mengatakan bahwa mereka merasa terisolasi atau kesepian karena stres.

Mereka mempertahankan rata-rata lima "teman dekat" untuk mereka dapat bersantai, mendiskusikan masalah pribadi, atau meminta pertolongan.

Periset APA menemukan bahwa anggota generasi X dan milenium melaporkan tingkat stres yang lebih tinggi daripada generasi yang lebih tua. Mereka juga tampaknya memiliki lebih banyak kesulitan untuk mengatasi masalah tersebut.

Selain stres, perawatan rambut milenial juga berkontribusi terhadap rambut rontok. "Bleaching dan pewarnaan rambut yang berlebihan bisa merusak rambut dengan serius," katanya.

Tak hanya itu, ekstension rambut juga bisa melemahkan folikel rambut, sehingga menyebabkan lebih banyak rambut rontok.

Beranjak dari kondisi itulah milenial harus lebih peduli pada rambutnya. Biasanya orang mengalami kerontokan rambut pada usia 20 dan 30an, tapi pengaruh media dan sosial media, membuat milenial memiliki hasrat besar untuk memiliki rambut yang lebih tebal dan menarik, seperti idola mereka.

Itu mungkin sebabnya mereka melakukan banyak hal pada rambut mereka, termasuk yang membahayakan kesehatan rambut.

"Siapa pun yang peduli dengan rambut atau botak yang menipis sebaiknya menemui ahli dermatologi untuk mengetahui apa yang bisa dilakukan. Ada intervensi medis, nutrisi, dan intervensi lainnya yang bisa membantu," terang Day.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Penyebab Rambut Rontok yang Mungkin Sering Tak Disadari

Ini Penyebab Rambut Rontok yang Mungkin Sering Tak Disadari

Lifestyle | Sabtu, 24 Februari 2018 | 12:00 WIB

5 Hal Ini Penyebab Milenial Sulit Punya Rumah

5 Hal Ini Penyebab Milenial Sulit Punya Rumah

Bisnis | Rabu, 31 Januari 2018 | 20:46 WIB

Konsumsi Obat Rambut Rontok, Donald Trump Berisiko Impotensi

Konsumsi Obat Rambut Rontok, Donald Trump Berisiko Impotensi

Health | Jum'at, 19 Januari 2018 | 09:21 WIB

Terkini

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB

Hoops + Health Youth Basketball Festival 2026 Dorong Generasi Muda Hidup Sehat & Melek Finansial

Hoops + Health Youth Basketball Festival 2026 Dorong Generasi Muda Hidup Sehat & Melek Finansial

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 11:00 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB