Bayi Berhenti Napas dan Membiru Setelah Menggunakan Teething Gel

Vania Rossa

Sabtu, 10 Maret 2018 | 07:59 WIB
Bayi Berhenti Napas dan Membiru Setelah Menggunakan Teething Gel
Lelaki sedang mengasuh bayi. [shutterstock]

Suara.com - Selama ini, teething gel kerap digunakan para ibu untuk membantu meredakan nyeri akibat tumbuh gigi pada bayi. Tapi baru-baru ini, seorang bayi berusia 15 bulan mengalami reaksi mengejutkan usai dioles teething gel bermerek terkenal, Baby Orajel. Bayi bernama Chloe itu tiba-tiba saja lemas, berhenti bernapas, dan membiru.

Sang ibu yang bernama Danielle Kapetanovic asal Virginia ini pun membagikan kisahnya di Facebook sebagai peringatan agar para orangtua tak melakukan kesalahan yang sama dengan dirinya.

Dalam postingannya, Kapetanovic menulis, “Wajah Chloe langsung berubah merah, ia menendang-nendang, menjerit sekali dua kali, dan 10-15 detik setelah Orajel menyentuh gusinya, ia tidak lagi responsif."

"Matanya terpejam, tubuhnya lemas, dan ia berhenti bernapas. Tubuhnya membiru," tulisnya. Kapetanovic juga menggambarkan usahanya mencoba memukul punggung putrinya untuk membangunkannya, namun Chloe tidak merepons. Dia kemudian berlari ke kamar tidurnya, meletakkan bayinya di tempat tidur, dan mulai memberi napas buatan ke mulutnya saat suaminya menghubungi IGD.

Syukurlah, Chloe terbangun dan menjerit beberapa detik kemudian setelah kira-kira berhenti napas selama 20 detik. Ambulans tiba dan Chloe langsung diperiksa oleh dokter anak.

Setelah kejadian tersebut, Kapetanovic mencari informasi tentang gel tersebut, dan menemukan bahwa ada banyak orangtua lain yang mengalami hal yang sama.

Dia juga baru mengetahui bahwa FDA telah memperingatkan agar tidak memberi bayi Benzocaine, sejenis bahan aktif yang ada di Baby Orajel. Bahan aktif tersebut bisa menimbulkan kondisi langka namun fatal yang disebut methemoglobinemia.

"Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) memeringatkan masyarakat bahwa penggunaan benzokain, bahan utama dalam gel dan cairan obat OTC yang diaplikasikan pada gusi atau mulut untuk mengurangi rasa sakit, dapat menyebabkan efek samping yang langka namun serius," FDA melaporkan.

"Kondisi ini disebut methemoglobinemia, di mana jumlah oksigen yang dibawa melalui aliran darah menjadi sangat berkurang. Pada kasus yang paling parah, methemoglobinemia bisa berakibat kematian."

Sementara dokter tidak dapat secara jelas mengatakan jika apa yang terjadi pada Chloe adalah reaksi terhadap benzokain atau hal lain, Kapetanovic mendesak orangtua lain untuk tidak membahayakan anak-anak mereka dengan menggunakan gel pereda rasa sakit untuk gusi tersebut.

baca juga

"Tolong, jangan beri anak-anak Anda teething gel. Efek meredakan nyeri sementara yang diberikannya sama sekali tidak sepadan dengan risikonya," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Flek Hitam pada Pipi Bayi , Penyakitkah?

Flek Hitam pada Pipi Bayi , Penyakitkah?

Health | Kamis, 08 Maret 2018 | 13:35 WIB

Ini Risikonya Kalau Sering Cium Bibir Bayi

Ini Risikonya Kalau Sering Cium Bibir Bayi

Health | Kamis, 01 Maret 2018 | 13:09 WIB

Enam Cara Ini Terbukti Ampuh Menenangkan Bayi Menangis

Enam Cara Ini Terbukti Ampuh Menenangkan Bayi Menangis

Health | Minggu, 04 Februari 2018 | 14:00 WIB

Terkini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Health | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:15 WIB

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Health | Senin, 06 Juli 2026 | 16:40 WIB

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Health | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:00 WIB

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:18 WIB

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:46 WIB

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

×