Jangan Pakai Wadah Plastik untuk Panaskan Makanan di Microwave!

Ririn Indriani, Dinda Rachmawati

Minggu, 27 Mei 2018 | 20:15 WIB
Jangan Pakai Wadah Plastik untuk Panaskan Makanan di Microwave!
Ilustrasi memanaskan makanan di microwave dengan menggunakan wadah plastik. (Shutterstock)

Suara.com - Microwave saat ini boleh dibilang menjadi kebutuhan untuk memasak cepat dan memanaskan makanan, tapi tahukah Anda bahwa ada risiko yang mengintai bila memanaskan makanan memakai wadah plastik biasa, lalu dimasukkan dalam microwave?

Nah, informasi baru berikut akan membuat Anda berpikir dua kali untuk menggunakan wadah plastik di microwave.

Wadah plastik berbahaya bagi kesehatan manusia. Para ilmuwan mengungkapkan bahwa pemanasan atau microwave makanan dalam wadah plastik dapat memicu kanker.

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di sekolah kedokteran Harvard dilansir Boldsky, wadah plastik yang dimasukkan microwave melepaskan zat kimia yang disebut dioxin ke dalam makanan. Dioxin adalah zat kimia yang diproduksi ketika zat seperti sampah, plastik, kayu dan logam terbakar.

Oleh karena itu, plastik, ketika dipanaskan bersama dengan makanan di dalam microwave, menghasilkan dioxin ke dalam makanan, yang merupakan salah satu penyebab utama kanker.

Plastik pada dasarnya adalah campuran yang terbuat dari berbagai senyawa organik dan anorganik. Kebanyakan plastik dibuat dengan atom karbon.

Atom karbon terhubung dan zat sering ditambahkan ke plastik untuk memberikan bentuk dan menstabilkan campuran. Dua aditif yang digunakan untuk membuat plastik adalah Bisphenol (BPA) dan Phthalates.

Bisphenol A biasanya disebut plastik keras dan ditambahkan untuk membuat plastik bening. Phthalates adalah zat untuk membuat plastik menjadi lembut.

Bahan kimia ini sangat berbahaya dan harus dijauhkan dari konsumsi manusia.

Ya, kita memang perlu untuk mengurangi penggunaan plastik untuk meminimalkan risiko kesehatan, karena 95 persen dari semua bahan kimia dalam plastik dilepaskan ketika dipanaskan.

Selain kanker, penggunaan wadah plastik pada microwave juga menghasilkan risiko yang lebih tinggi dari hipertensi, diabetes, obesitas, disfungsi endokrin, perubahan hormon dan bahkan infertilitas atau ketidaksuburan bagi perempuan dan lelaki, seperti yang diungkapkan oleh ahli diet.

Ini dikarenakan jumlah migrasi BPA dan Phthalates ke tubuh manusia akan tinggi, apalagi ketika makanan yang terbungkus plastik memiliki lebih banyak kandungan lemak.

Bahkan, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat juga mempelajari dan menyatakan bahwa BPA juga mencegah implantasi embrio. Hal ini terkait dengan tingkat kegagalan in-vitro fertilization (IVF) atau bayi tabung yang lebih tinggi dan juga dapat menyebabkan keguguran.

Untuk mencegah risiko tersebut, ada wadah khusus yang tersedia untuk penggunaan microwave, dan Wadah tanpa simbol aman untuk microwave, tidak boleh digunakan untuk memanaskan makanan dalam microwave.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

10 Penyajian Makanan yang Tak Lazim, Ada yang Pakai Sandal Jepit

10 Penyajian Makanan yang Tak Lazim, Ada yang Pakai Sandal Jepit

Lifestyle | Jum'at, 18 Mei 2018 | 13:04 WIB

Hindari 4 Jenis Makanan Ini Saat Batuk

Hindari 4 Jenis Makanan Ini Saat Batuk

Health | Minggu, 13 Mei 2018 | 08:30 WIB

Ini Jenis Terigu yang Paling Banyak Diminati untuk Aneka Makanan

Ini Jenis Terigu yang Paling Banyak Diminati untuk Aneka Makanan

Lifestyle | Jum'at, 11 Mei 2018 | 14:44 WIB

Terkini

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB