Cegah Remaja Merokok, Iklan Rokok Harus Diatur

Vania Rossa | Firsta Nodia | Suara.com

Kamis, 31 Mei 2018 | 16:08 WIB
Cegah Remaja Merokok, Iklan Rokok Harus Diatur
Ilustrasi anak kecil merokok. [Shutterstock]

Suara.com - Saat ini, Indonesia sedang menghadapi ancaman serius akibat meningkatnya jumlah perokok, terutama dari kelompok anak-anak dan remaja. Jumlah perokok pada usia remaja antara 15-19 tahun meningkat dua kali lipat dari 12,7 persen (2001) menjadi 23,1 persen (2016).

Hasil Survei Indikator Kesehatan Nasional (Sirkesnas) 2016 menunjukkan bahwa angka remaja perokok lelaki telah mencapai 54,8 persen. Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengatakan terkait indikator Rencana Pembangunan Jangka Menegah NasionaI (RPJMN) pemerintah berupaya menurunkan prevalensi perokok pada anak usia kurang 18 tahun dari status awal 7,2 persen pada 2013 menjadi 5,4 persen pada 2019 mendatang.

"Semula kita berharap bahwa prevalensi perokok pada anak ini dapat kita turunkan. Akan tetapi pada kenyataannya, justru angka ini meningkat menjadi 8,8 persen di tahun 2016," ungkap Menkes dalam peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia di Jakarta, Kamis (31/5/2018).

Salah satu pemicunya adalah maraknya iklan promosi rokok di ruang publik. Itu sebabnya, Menkes mengatakan, pemerintah melakukan pengaturan iklan rokok yang sebenarnya telah tercantum dalam Peraturan Pemerintah nomor 109 tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan.

"Pengaturan iklan rokok merupakan komitmen pemerintah untuk melindungi anak dan remaja, sebagai upaya untuk melindungi generasi muda dari iklan rokok yang gencar dan memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perilaku merokok. Iklan rokok terbukti mendorong anak untuk mencoba rokok, mengulangi perilaku tersebut sehingga akhirnya menjadi kebiasaan," tambah dia.

Bukan hanya di tingkat pemerintah pusat, kebijakan pembatasan iklan rokok ini, kata Menkes, juga membutuhkan dukungan dan peran aktif pemerintah daerah dalam melindungi generasi muda dari pengaruh promosi iklan rokok tersebut.

"Bonus demografi kita menginginkan yang sehat, kalau tidak, kita kehilangan generasi yang produktif. Apalagi sekarang kecenderungan anak muda meninggal akibat rokok meningkat. Butuh peran daerah untuk melindungi generasi muda dari bahaya rokok," tambah Menkes Nila.

Dalam kesempatan yang sama, Menkes Nila juga memberikan apresiasi khusus Pastika Awya Pariwara kepada Provinsi DKI, Kabupaten Klungkung, Kabupaten Kulonprogo, Kota Bogor, Kota Padang Panjang, Kota Bukit Tinggi, Kota Payakumbuh, Kabupaten Pasaman, Kota Padang dan Kota Bekasi yang telah melakukan kebijakan berupa pelarangan total iklan rokok di luar gedung agar tidak memengaruhi anak-anak untuk mulai merokok.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ingin Tahu Apa Kata Perempuan Soal Lelaki Perokok? Baca Ini!

Ingin Tahu Apa Kata Perempuan Soal Lelaki Perokok? Baca Ini!

Lifestyle | Rabu, 23 Mei 2018 | 15:55 WIB

Wajib Tahu! Ini Lima Manfaat Puasa bagi Perokok

Wajib Tahu! Ini Lima Manfaat Puasa bagi Perokok

Health | Kamis, 17 Mei 2018 | 04:59 WIB

Perokok Terbanyak Berasal dari Kalangan Menengah ke Bawah

Perokok Terbanyak Berasal dari Kalangan Menengah ke Bawah

Health | Rabu, 22 November 2017 | 16:50 WIB

Terkini

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB