Awas, Pola Asuh Helikopter Bikin Anak Berkelakuan Buruk

Vania Rossa

Jum'at, 22 Juni 2018 | 12:44 WIB
Awas, Pola Asuh Helikopter Bikin Anak Berkelakuan Buruk
Ilustrasi pola asuh helikopter. (Shutterstock)

Suara.com - Apakah Anda sangat suka mengatur hidup si kecil? Atau, Anda cenderung memutuskan semua hal yang berkaitan dengan hidupnya? Awas, itu pertanda Anda telah terjebak dalam helicopter parenting atau pola asuh helikopter, di mana orangtua cenderung mengendalikan hidup anak-anaknya. Dan kabar buruknya, pola asuh helikopter ini dapat menyebabkan anak memiliki masalah perilaku dalam kehidupan sehari-harinya.

Para peneliti di University of Minnesota mengatakan bahwa pola asuh helikopter dapat berdampak negatif terhadap kondisi emosional anak, membuat mereka kurang mampu mengendalikan emosi dan mengatasi situasi sosial.

Sebaliknya, para peneliti mengatakan bahwa anak-anak yang belajar untuk menangani situasi yang menantang tanpa campur tangan orangtuanya, terbukti akan lebih sukses di kemudian hari.

"Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak dengan orangtua yang menjalankan pola asuh helikopter, kurang mampu menghadapi masalah dalam hidupnya, terutama di lingkungan sekolah yang kompleks," kata peneliti utama Nicole Perry dari University of Minnesota.

"Anak-anak yang tidak dapat mengatur emosi dan perilaku mereka secara efektif, lebih mungkin untuk berperilaku buruk di sekolah, serta mengalami kesulitan mencari teman," katanya.

Hasil studi yang juga diterbitkan oleh American Psychological Association dalam jurnal Development Psychology ini meneliti pola asuh dan perilaku dari 422 anak-anak dan orangtua mereka di Amerika dan Swiss.

Pada usia 2 tahun, ibu dan anak-anaknya diundang ke laboratorium dan diminta untuk bermain dengan mainan yang telah dipilih selama empat menit, dan kemudian menyimpannya selama dua menit berikutnya.
Sesi-sesi tersebut direkam dan para peneliti sambil mereka menilai seberapa jauh sang ibu mencoba mengambil alih tugas tersebut.

Kemudian, pada usia lima tahun, tim melihat respons anak-anak terhadap pembagian permen yang tidak adil, dan kemampuan mereka untuk memecahkan teka-teki di bawah tekanan waktu.

Akhirnya, pada usia 10 tahun, anak-anak ditanyai tentang sikap mereka terhadap sekolah dan guru, serta masalah-masalah emosional.

baca juga

Penelitian menemukan bahwa pola asuh helikopter yang diterapkan pada anak usia dua tahun dikaitkan dengan perilaku buruk dan kondisi emosional yang lebih buruk pada saat mereka mencapai usia lima tahun.

Sementara itu, mereka yang lebih mampu mengatur emosi pada usia ini lebih mungkin memiliki keterampilan sosial yang lebih baik dan menjadi lebih produktif di sekolah pada usia 10 tahun, demikian menurut hasil studi tersebut, seperti dilansir dari The Independent.

"Anak-anak yang mengembangkan kemampuan untuk secara efektif menenangkan diri selama situasi yang menyusahkan dan untuk melakukan segala urusannya sendiri dengan tepat, terbukti lebih mudah menyesuaikan dengan tuntutan yang semakin sulit dari lingkungan sekolah saat mereka praremaja," kata Perry.

Temuan ini menekankan pentingnya bagi orangtua untuk membiarkan anak-anak mengerjakan semua tugas-tugas yang sulit, agar mereka tertempa melewati berbagai kesulitan hidup nantinya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Orangtua, Begini Cara Mendidik Anak Agar Tak Berbohong

Orangtua, Begini Cara Mendidik Anak Agar Tak Berbohong

Health | Selasa, 19 Juni 2018 | 21:11 WIB

Cari Pengasuh Anak yang Aman dan Tepercaya? Perhatikan 4 Hal Ini

Cari Pengasuh Anak yang Aman dan Tepercaya? Perhatikan 4 Hal Ini

Lifestyle | Selasa, 05 Juni 2018 | 15:56 WIB

Anak Sering Lihat Iklan Makanan Cepat Saji, Ini Dampak Buruknya

Anak Sering Lihat Iklan Makanan Cepat Saji, Ini Dampak Buruknya

Health | Kamis, 31 Mei 2018 | 11:15 WIB

Terkini

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB