Waspadai, Asap BBQ Bisa Undang Kanker

RR Ukirsari Manggalani, Dinda Rachmawati

Minggu, 01 Juli 2018 | 20:00 WIB
Waspadai, Asap BBQ Bisa Undang Kanker
Ilustrasi bbq atau barbekyu [Shutterstock].

Suara.com - Sebuah penelitian terbaru mengungkap, asap yang dihasilkan dari kegiatan mengolah BBQ alias barbekyu, dan tungku masak luar ruangan ternyata bisa menyebabkan penyakit paru-paru, penyakit jantung dan bahkan kanker.

Penelitian Universitas Yale, Amerika Serikat mengatakan bahwa asap bakar dari kayu mengandung partikel yang memiliki efek negatif kuat terhadap  kesehatan manusia. Rawan menyebabkan penyakit kardiovaskular, penyakit paru-paru dan kanker.

Badan Internasional untuk Penelitian Kanker mengungkapkan bahwa asap kayu mengandung minimal lima bahan kimia penyebab kanker. Apalagi, dalam beberapa tahun terakhir, telah terjadi peningkatan pembakaran kayu di musim panas, karena tungku masak luar ruangan dan BBQ semakin sering diiklankan untuk digunakan di halaman dan teras, dan ini memungkinkan asap masuk ke rumah warga.

Para ahli penelitian menegaskan bahwa risiko kesehatan terkait paparan asap kayu sangat serius. Bahkan setelah pembakaran di luar ruangan berakhir, partikel-partikel yang sangat halus dan gas dari asap kayu masih bisa masuk ke bangunan, kata para ilmuwan.

Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa tingkat polusi udara ini bisa memperburuk gejala pada orang dengan penyakit jantung atau peredaran darah.

Bagi orang yang menderita asma, asap di udara bisa menyebabkan gejala seperti batuk, sesak dada, dan mengi. Oleh karena itu, cara terbaik untuk tetap aman adalah mengambil inhaler preventif dengan membawanya selalu.

Namun, dalam kasus pasien asma, gejala mereka akan semakin memburuk ketika mereka berada di sekitar bakaran BBQ atau tungku api, sehingga mereka sebenarnya harus tinggal jauh dari asap.

Mengapa kayu beracun, dan bagaimana hal ini mempengaruhi kita?

Asap kayu adalah asap yang dipancarkan saat kayu terbakar. Asap pembakaran kayu dan asap dari lubang api luar ruangan ini terdiri dari campuran gas yang kompleks dan partikel halus, terlepas dari beberapa polutan udara beracun lainnya.

baca juga

Namun, jika Anda membakar kayu dengan menggunakan tungku kayu bersertifikat EPA, asap yang dipancarkan bisa dikendalikan.

Siapa saja yang paling terkena dampak asap kayu?

Meskipun asap kayu bisa mempengaruhi semua orang, anak-anak, remaja, dan lansia dengan penyakit paru-paru dan jantung adalah yang paling rentan. Lebih lanjut, obesitas dan diabetes juga bisa meningkatkan risiko. Ibu hamil harus mengambil tindakan pencegahan untuk menjauhkan diri dari asap, untuk melindungi kesehatan bayi mereka.

Selain itu, orang yang menderita penyakit paru obstruktif, angina, gagal jantung, dan asma disarankan untuk menurunkan tingkat paparan asap mereka. Anak-anak juga paling rentan terhadap asap, karena sistem pernapasan mereka belum berkembang sepenuhnya.

Partikel asap kayu dapat mengurangi jarak pandang, yang menyebabkan meningkatnya kemungkinan kecelakaan di jalan,  juga merusak lingkungan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dirawat Dokter Yang Sama, Harapan Hidup Lebih Tinggi

Dirawat Dokter Yang Sama, Harapan Hidup Lebih Tinggi

Health | Minggu, 01 Juli 2018 | 18:30 WIB

Keringat Berlebih? Pakai Kaos Ini

Keringat Berlebih? Pakai Kaos Ini

Health | Minggu, 01 Juli 2018 | 11:00 WIB

Mengejutkan! Baking Soda Bisa Hambat Sel Kanker

Mengejutkan! Baking Soda Bisa Hambat Sel Kanker

Health | Rabu, 27 Juni 2018 | 20:05 WIB

Terkini

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB