Mengenal Hipertensi Paru dan Cara Mendeteksinya

Dythia Novianty, Dinda Rachmawati

Selasa, 25 September 2018 | 07:31 WIB
Mengenal Hipertensi Paru dan Cara Mendeteksinya
Ilustrasi foto rontgen paru-paru. (Shutterstock)

Suara.com - Hipertensi Paru adalah suatu kondisi terjadinya tekanan darah tinggi di arteri pulmonalis atau paru, yang pada akhirnya membuat jantung kanan bekerja lebih keras dari seharusnya dan dapat berakibat fatal dalam waktu cepat.

Menurut ahli hipertensi paru dr Lucia Kris Dinarti, SpPD, SpJP dari RS Sardjito Yogyakarta, tingkat kematian karena Hipertensi Paru, lebih tinggi dibandingkan kanker payudara dan kanker kolorektal.

Berdasarkan data yang dihimpun Yayasan Hipertensi Paru Indonesia (YHPI) selama beberapa tahun terakhir, sebanyak 80 persen pasien Hipertensi Paru tinggal di negara-negara berkembang, yang sering dikaitkan dengan penyakit jantung bawaan, penyakit paru lainnya (seperti penyakit paru obstruktif kronis, PPOK), autoimun, pembekuan darah (emboli), dan sebagainya.

"Kelainan jantung bawaan menyebabkan adanya lubang di jantung, sehingga aliran darah dari sisi kanan jantung menjadi terganggu. Akibatnya, darah akan sulit mengalir ke paru-paru dan tekanan pada arteri paru-paru juga meningkat," ujarnya di Jakarta, Senin (24/9/2018).

Tapi, tak perlu khawatir, karena dr Kris mengungkap, screening Hipertensi Paru sebenarnya dapat dilakukan sejak dini, agar penyakit ini dapat ditangani secepatnya, sebelum berkembang menuju komplikasi lain yang bisa berakibat fatal.

Beberapa bentuk pemeriksaan dan deteksi dini bisa dilakukan, kata dia. Seperti Screening 1, yakni pemeriksaan dengan stetoskop, untuk menemukan masalah dari irama jantung. Selanjutnya, screening 2 berupa rekam dan USG jantung untuk mengetahui adanya kelainan pada jantung, khususnya pembengkakan jantung bagian kanan.

"Seseorang diketahui sudah terlambat bila sudah terjadi pembesaran jantung bagian kanan. Sesak tanpa sebab menjadi tanda awal yang bisa dideteksi lebih dalam," jelasnya.

Bahkan, screening bisa dilakukan pada janin yang masih berada dalam kandungan, lalu dilanjut saat bayi lahir usia 1 bulan, 3 bulan, 1 tahun, 6 tahun lalu kelas 1 dan 4 SD, 1 SMP dan 1 SMA.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum YHPI, Indriani Ginoto mengungkap, penanganan Hipertensi Paru di Indonesia sayangnya masih terkendala oleh berbagai faktor, termasuk belum luasnya kesadaran terhadap bahaya penyakit Hipertensi Paru.

baca juga

Karenanya pemerintah diharapkan dapat membantu para pasien Hipertensi Paru untuk segera memperoleh pengobatan terhadap penyakit ini. Peningkatan pemahaman dan kewaspadaan akan Hipertensi Paru di kalangan masyarakat awam juga sangat diperlukan, agar penyakit mematikan ini bisa disadari lebih cepat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kegiatan Bersih-Bersih Dapat Memengaruhi Fungsi Paru-Paru

Kegiatan Bersih-Bersih Dapat Memengaruhi Fungsi Paru-Paru

Health | Senin, 19 Februari 2018 | 18:05 WIB

Kisah Dhian Deliani, Berjuang Melawan Hipertensi Paru

Kisah Dhian Deliani, Berjuang Melawan Hipertensi Paru

Health | Jum'at, 05 Mei 2017 | 15:12 WIB

Yuk, Kenali Hipertensi Paru!

Yuk, Kenali Hipertensi Paru!

Health | Kamis, 04 Mei 2017 | 16:51 WIB

Asbes Jadi Atap Rumah, Ini Risikonya bagi Kesehatan

Asbes Jadi Atap Rumah, Ini Risikonya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 02 September 2015 | 20:03 WIB

Awas! Penyakit Ini Intai Pecinta Burung

Awas! Penyakit Ini Intai Pecinta Burung

Health | Minggu, 22 Maret 2015 | 09:10 WIB

Terkini

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Bola | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:54 WIB

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:13 WIB

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:36 WIB

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:27 WIB

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:06 WIB

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Sumut | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:52 WIB

×