Awas Jangan Asal Pakai Pemutih Kulit, Ini Bahayanya!

Silfa Humairah Utami

Rabu, 26 September 2018 | 08:25 WIB
Awas Jangan Asal Pakai Pemutih Kulit, Ini Bahayanya!
Kulit bersih, sehat dan cantik alami dambaan setiap perempuan. (Shutterstock)

Suara.com - Sebagian besar wanita Asia ingin supaya kulit mereka menjadi lebih putih, namun, tahukah Anda bahwa ada beberapa efek samping atau komplikasi dari perawatan pemutihan kulit.

Ini efek samping dan bahayanya menggunakan pemutih kulit dilansir Hello Sehat:

1. Pemutih kulit dari dokter biasanya adalah obat untuk penyakit kulit

Berbeda dari stereotip bahwa pemutihan kulit hanya sekadar untuk kecantikan, banyak dokter kulit yang sebenarnya meresepkan exfoliant untuk penyakit kulit, kepada pasien yang ingin memutihkan kulit. Biasanya yang diresepkan adalah obat pencerah kulit untuk mengobati penyakit kulit yang menyebabkan warna kulit tidak rata.

2. Pemutih kulit hanya megelupaskan kulit sel mati

Exfoliant bekerja dengan mengurangi pigmen yang disebut melanin, yaitu dengan menggunakan obat untuk bagian tubuh atau wajah yang lebih gelap dari yang lainnya. Produksi melanin diganggu untuk memungkinkan kulit menjadi bercahaya dan menjadi lebih rata.

Terkadang, produk pencerah kulit bisa mengandung exfoliant untuk exfoliating ringan. Karena kulit cenderung beregenerasi dengan cepat dan mudah, pengelupasan akan membantu membersihkan sel-sel kulit mati dan merevitalisasi lapisan yang lebih cerah di bawahnya, membuat kulit terlihat lebih cerah. Namun produk ini tidak dapat membuat warna kulit Anda lebih putih dari warna kulit alami Anda yang paling cerah.

3. Mencerahkan kulit dapat menyebabkan efek samping yang berbahaya

Pada dermatologist sering menganjurkan hydroquinone jangka pendek. Tabir surya atau krim resep dengan dosis maksimal 2% ini memang sudah diizinkan oleh FDA, tetapi masih sedikit kontroversial. Reaksi alergi parah terhadap hydroquinone jarang terjadi.

baca juga

Terkadang kulit akan menjadi merah, kering atau gatal di area yang bermasalah.

obat ini juga dapat meningkatkan risiko kanker. 

4. Pemakaian jangka panjang malah bisa menggelapkan kulit

Seluruh aktivitas pencerahan kulit akan memberikan hasil negatif, atau bahkan hasil paradoks. Dengan kadar obat yang lebih tinggi, telah didapati laporan banyak komplikasi. Contohnya, munculnya infeksi minyak eksogen, penggelapan kulit untuk waktu yang lama, dan kulit yang menjadi kebal terhadap pengobatan apapun.

Kemungkinan reaksi kulit bisa terjadi dalam dosis yang lebih rendah, tetapi risiko ini akan meningkat seiring bertambahnya dosis.

5. Ada pilihan pencerah kulit yang alami

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Awas, Ada Efek Samping Gunakan Produk Mengandung Vitamin C

Awas, Ada Efek Samping Gunakan Produk Mengandung Vitamin C

Health | Jum'at, 21 September 2018 | 17:22 WIB

Kena Penyakit Kulit Ayam, Lakukan Ini

Kena Penyakit Kulit Ayam, Lakukan Ini

Health | Kamis, 29 Juni 2017 | 06:52 WIB

Begini Jadinya Jika Kulit dalam Kondisi Stres

Begini Jadinya Jika Kulit dalam Kondisi Stres

Lifestyle | Selasa, 20 Juni 2017 | 07:23 WIB

Terkini

OTT Bupati Klaten, KPK Angkut Tong Biru Berisi Uang Rp 1,9 Miliar

OTT Bupati Klaten, KPK Angkut Tong Biru Berisi Uang Rp 1,9 Miliar

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:44 WIB

Trading Halt Dibuka, IHSG Masih Terus Anjlok 11% ke Level 5.200

Trading Halt Dibuka, IHSG Masih Terus Anjlok 11% ke Level 5.200

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:42 WIB

Netizen Cari-cari Mbak Rara di Tengah Kebakaran Hutan, Katanya Punya 'Remote Langit'

Netizen Cari-cari Mbak Rara di Tengah Kebakaran Hutan, Katanya Punya 'Remote Langit'

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:38 WIB

Jangan Korbankan Pedagang! Wakil Ketua DPRD Desak Pemkot Buka-bukaan Dokumen Pasar Shopping Metro

Jangan Korbankan Pedagang! Wakil Ketua DPRD Desak Pemkot Buka-bukaan Dokumen Pasar Shopping Metro

Lampung | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:38 WIB

Begini Kondisi SPBU di Bali, Masih Terjadi Antrean BBM?

Begini Kondisi SPBU di Bali, Masih Terjadi Antrean BBM?

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:31 WIB

InJourney Airports Bidik Permintaan Penerbangan Banyuwangi Lewat Pariwisata

InJourney Airports Bidik Permintaan Penerbangan Banyuwangi Lewat Pariwisata

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:28 WIB

Kenapa KSAD Diganti? Menantu Luhut Tukar Jabatan dengan Wakil Panglima TNI

Kenapa KSAD Diganti? Menantu Luhut Tukar Jabatan dengan Wakil Panglima TNI

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:21 WIB

Saiful Mujani: Gibran Tuh Jadi Beban Negara

Saiful Mujani: Gibran Tuh Jadi Beban Negara

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:20 WIB

Sayur Nangka: Hasil Kebun dan Gaya Hidup Mengikat Perut in This Economy!

Sayur Nangka: Hasil Kebun dan Gaya Hidup Mengikat Perut in This Economy!

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:20 WIB

Kronologi Gubernur Bali Wayan Koster Diamuk Pegawai SPBU

Kronologi Gubernur Bali Wayan Koster Diamuk Pegawai SPBU

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:12 WIB

×