Ilmuwan : Orangtua Harus Paham Fungsi Pemberian Vaksin

Vania Rossa

Kamis, 18 Oktober 2018 | 06:50 WIB
Ilmuwan : Orangtua Harus Paham Fungsi Pemberian Vaksin
Ilustrasi vaksin. (Shutterstock)

Suara.com - Ilmuwan dan ahli penyakit infeksi asal Amerika Serikat, Dr. Michael Osterholm, mengatakan sejumlah orangtua yang enggan anaknya diberikan vaksin dengan alasan ketidakhalalan, seharusnya memahami fungsi pemberian vaksin terhadap kesehatan anaknya.

Menurut Osterholm dalam konferensi pers di Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, Rabu (17/10/2018), ada sejumlah vaksin yang memiliki kandungan kimia yang berasal dari hewan nonhalal seperti babi. Meski demikian, seharusnya hal tersebut tidak menyebabkan masyarakat menolak pemberian vaksin tersebut.

Osterholm mengatakan, seharusnya masyarakat memahami pentingnya vaksin yang berguna untuk mencegah terjadinya penyakit di kemudian hari.

"Setiap orangtua harus mengerti konsekuensi dari tidak memvaksin anak mereka. Jika orangtua mengerti itu, apapun agamanya, menjaga keselamatan anak adalah hal yang penting," kata Dr. Michael Osterholm seperti dilansir dari Antara.

Osterholm juga menyayangkan banyaknya berita soal penerima vaksin yang tubuhnya mengalami respon tertentu sebagai efek dari pemberian vaksin, padahal pasien yang mengalami hal tersebut persentasenya sangat kecil.

"Yang sering terjadi, kita fokus pada informasi tentang risiko (pemberian vaksin) dan membuat keluarga enggan melakukan vaksinasi. Misalnya, satu vaksin memiliki kemungkinan satu (orang) dari 100 ribu (orang) menyebabkan reaksi, itu membuat orang takut (divaksin)," katanya.

Itu sebabnya, Osterholm berharap akan ada lebih banyak berita yang ditulis dari sisi lain, "Contohnya, 'Jika 100 ribu orang tidak divaksin, maka 22 orang akan mati karena penyakit', atau 'lima ribu orang sakit parah', maka akan membuat masyarakat mau untuk divaksin," katanya.

Dalam konferensi persnya, Osterholm mengatakan bahwa dunia saat ini tengah menghadapi masalah kesehatan yang sering dianggap remeh namun kenyataannya berbahaya, yakni influenza pandemi.

Pandemi influenza adalah epidemi yang terjadi di seluruh dunia. Menurutnya, masyarakat sebaiknya mendapatkan vaksin influenza sekali setiap tahun sebagai pencegahan terhadap virus influenza.

baca juga

"Saat ini kita harus mendapat suntikan (vaksin) flu setiap tahun," kata Dr. Osterholm.

Vaksinasi tersebut dilakukan untuk mencegah tubuh terserang virus influenza. Dengan memvaksin masyarakat secara luas, pihaknya berharap hal itu bisa menghentikan penyerangan flu musiman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Angka Anti Vaksin di Amerika Serikat Terus Meningkat

Angka Anti Vaksin di Amerika Serikat Terus Meningkat

Health | Rabu, 17 Oktober 2018 | 20:00 WIB

Ilmuwan Tantang Capres Cawapres yang Peduli Isu Kesehatan

Ilmuwan Tantang Capres Cawapres yang Peduli Isu Kesehatan

Health | Sabtu, 22 September 2018 | 12:07 WIB

Ketua MUI Jelaskan Latar Belakang Fatwa Mubah Vaksin MR

Ketua MUI Jelaskan Latar Belakang Fatwa Mubah Vaksin MR

Health | Rabu, 19 September 2018 | 07:05 WIB

Terkini

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 23:30 WIB

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 23:14 WIB

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 22:55 WIB

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 22:35 WIB

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:33 WIB

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:30 WIB

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bri | Jum'at, 25 September 2026 | 22:27 WIB

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:25 WIB

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 22:13 WIB

Terungkap, Uang Ratusan Juta di Kanwil BPN Jatim Berasal dari Pemohon Layanan dan Setoran Kantah

Terungkap, Uang Ratusan Juta di Kanwil BPN Jatim Berasal dari Pemohon Layanan dan Setoran Kantah

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:11 WIB

×