Waduh, Ada Kandungan Mikroplastik di Kotoran Manusia

M. Reza Sulaiman, Firsta Nodia

Selasa, 23 Oktober 2018 | 11:32 WIB
Waduh, Ada Kandungan Mikroplastik di Kotoran Manusia
Air minum kemasan dari botol plastik. (Shutterstock)

Suara.com - Ancaman bahaya mikroplastik bagi kehidupan semakin nyata. Setelah baru-baru ini heboh temuan mikroplastik di air minum dalam kemasan dan garam, kini studi yang dipresentasikan dalam forum European Gastroenterology (UEG) ke-26 di Wina, Austria menemukan bahwa mikroplastik juga ditemukan di kotoran manusia.

Perwakilan peneliti dari Universitas Kedokteran Wina dan Badan Lingkungan Austria mengatakan bahwa penelitian ini sebelumnya telah menunjukkan partikel mikroplastik dapat memasuki aliran darah, sistem limfatik dan bahkan menyebabkan kerusakan pada usus hewan.

Mikroplastik sendiri didefinisikan sebagai potongan plastik yang panjangnya kurang dari lima milimeter. Mereka berasal dari potongan plastik yang lebih besar yang dipecah dari plastik polietilena yang banyak digunakan dalam produk kecantikan.

Untuk mengarah pada temuan ini, tim yang dipimpin Philipp Schwabl, dari Universitas Kedokteran Wina, menganalisis sampel kotoran dari delapan orang yang tinggal di delapan negara berbeda antara lain Finlandia, Italia, Jepang, Belanda, Polandia, Rusia, Inggris dan Austria.

Para peserta diminta untuk mencatat makanan yang dikonsumsi selama seminggu sebelum mengirimkan sampel kotoran. Buku harian diet para responden menunjukkan bahwa mereka semua terpapar plastik dari pembungkus makanan atau minum dari botol plastik.

"Pengujian menunjukkan semua responden memiliki mikroplastik dalam sampel tinja mereka. Ada sembilan jenis plastik yang ditemukan di mana polypropylene (PP) dan polyethylene terephthalate (PET) yang paling umum," ujar Schwabl, dikutip dari NewsWeek.

Ia menambahkan rata-rata ditemukan sekitar 20 partikel mikroplastik per 10 gram sampel kotoran. Menurut Schwabl, plastik bisa juga dicerna melalui bahan pangan yang dikonsumsi seperti ikan yang terkontaminasi atau potongan-potongan kecil plastik yang berasal dari kemasan makanan, seperti botol.

"Pada tingkat global produksi plastik dan polusi plastik berkorelasi sangat kuat. Oleh karena itu, tidak menutup kemungkinan jumlah kontaminasi plastik dapat meningkat lebih jauh jika manusia tidak mengubah situasi saat ini," tandas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dampak Pencemaran Laut, Garam Kini Mengandung Mikroplastik

Dampak Pencemaran Laut, Garam Kini Mengandung Mikroplastik

Health | Kamis, 06 September 2018 | 15:15 WIB

Konsumsi Pil Glitter Ingin Kotoran Berkilauan, Ini Bahayanya

Konsumsi Pil Glitter Ingin Kotoran Berkilauan, Ini Bahayanya

Health | Senin, 27 Agustus 2018 | 18:21 WIB

Ilmuwan Temukan Sampah Plastik Membeku di Kutub Utara?

Ilmuwan Temukan Sampah Plastik Membeku di Kutub Utara?

Tekno | Rabu, 25 April 2018 | 19:15 WIB

Mikroplastik Ternyata Ada Dimana - mana, Ini Bukti Ilmiahnya

Mikroplastik Ternyata Ada Dimana - mana, Ini Bukti Ilmiahnya

Health | Jum'at, 06 April 2018 | 20:00 WIB

Isu Mikroplastik, Danone Aqua: Hasil Penelitian Tidak Sahih

Isu Mikroplastik, Danone Aqua: Hasil Penelitian Tidak Sahih

Tekno | Kamis, 22 Maret 2018 | 16:09 WIB

Terkini

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB