Benarkah Depresi Bisa Pengaruhi Nafsu Makan?

M. Reza Sulaiman
Benarkah Depresi Bisa Pengaruhi Nafsu Makan?
Aktivis Ratna Sarumpaet (tengah) dengan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di Dirkrimum Polda Metrojaya, Jakarta, Jumat (5/10). [ANTARA FOTO/Reno Esnir]

Benarkah depresi yang dialami Ratna Sarumpaet bisa menyebabkan perubahan nafsu makan? Simak penjelasan pakar.

Suara.com - Ratna Sarumpaet disebut mengalami depresi sejak menjadi tahanan di Polda Metro Jaya. Hal ini dikatakan oleh sang putri, Atiqah Hasiholan, yang menyebut nafsu makan Ratna Sarumpaet menurun.

"Makanan kesukaannya tidak ada yang dimakan. Jadi waktu itu sempat trial and error semua jenis makanan yang enak-enak, yang menurut kita enak kita bawain tapi tidak kemakan akhirnya ujung-ujung-ujungnya yang kemakan yang bisa masuk bubur ya," ucap Atiqah saat mengunjungi sang ibu di Polda Metro Jaya, Rabu (7/11/2018).

Lalu, benarkah depresi yang dialami seseorang bisa menyebabkan perubahan nafsu makan?

Gary Kennedy, MD, pakar kesehatan jiwa dan geriatri dari Montefiore Medical Center, New York, Amerika Serikat, menyebut perubahan nafsu makan memang bisa menjadi salah satu gejala depresi. Perubahan nafsu makan tersebut bisa berupa susah makan ataupun makan terlalu banyak.

"Tidak nafsu makan bisa jadi tanda awal depresi, sama halnya dengan nafsu makan yang tiba-tiba meningkat. Perubahan berat badan secara drastis, baik itu bertambah ataupun berkurang, bisa menunjukkan seseorang sedang depresi," ujar Gary, dikutip dari Everyday Health.

Hal ini menurut Gary, terjadi karena adanya perubahan cara otak bekerja saat mengalami depresi. Depresi membuat seseorang sedih berlarut-larut, sehingga sulit melakukan aktivitas.

Kehilangan minat melakukan aktivitas, termasuk makan, membuat pengidap depresi rentan merasa lemas karena kekurangan energi. Selain nafsu makan berkurang, depresi juga bisa membuat seseorang mengalami mual, muntah, hingga sakit kepala.

"Jika tak mendapat pengobatan, pengidap depresi bisa mengalami penurunan berat badan drastis yang bisa saja berbahaya bagi kesehatannya," tambah Gary lagi.

Tentu saja untuk mengetahui seseorang benar-benar depresi atau tidak, diperlukan pemeriksaan dan diagnosis oleh dokter jiwa atau psikolog profesional.

Namun kepada wartawan, Atiqah Hasiholan menyebut Ratna Sarumpaet sudah beberapa kali mendatangi psikiater bahkan sebelum ditahan.

Oleh karena itu, Atiqah Hasiholan sedang memperjuangkan agar Ratna Sarumpaet bisa dijadikan tahanan kota, sehingga tak perlu mendekam di bui dan bisa melakukan pengobatan.

"Pastilah semua (tersangka) di (rumah) tahanan, pasti ada tekanan ya. Tapi karena kondisi ibu saya dari sebelumnya sudah harus konsultasi (ke) dokter dan pengobatan akhirnya semakin buruk," tutupnya.

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS