Kena Serangan Jantung, Anda Hanya Punya Waktu 6 Jam untuk Segera DItangani

Ade Indra Kusuma, Firsta Nodia

Kamis, 06 Desember 2018 | 17:52 WIB
Kena Serangan Jantung, Anda Hanya Punya Waktu 6 Jam untuk Segera DItangani
Ilustrasi kena serangan jantung. (Shutterstock)

Suara.com - Penyakit jantung koroner merupakan salah satu penyebab kematian terbanyak di dunia. Meski demikian masih banyak pasien serangan jantung yang terlambat ditangani karena ketidaktahuan atau terhambat saat perjalanan menuju rumah sakit. Padahal penanganan sesegera mungkin ini merupakan periode emas yang dapat menentukan peluang hidup pasien serangan jantung.

Padahal disampaikan kardiolog dari Bethsaida Hospital Serpong, dr. Dasaad Mulijono, MBBS(Hons), FIHA, FIMSANZ, FRACGP, FRACP, PhD pasien serangan jantung wajib mendapat penanganan maksimal enam jam pasca serangan.

"Setiap menit yang berlalu membuat semakin banyak jaringan otot yang kekurangan oksigen sehingga mati. Oleh karena itu, semakin cepat pasien dibawa ke rumah sakit maka semakin banyak yang bisa dilakukan untuk membatasi kerusakan otot jantung sehingga peluang hidup pasien Iebih besar”, ujar dr. Dasaad dalam temu media di Bethsaida Hospital, Kamis (6/12/2018).

Saat ini ada beberapa metode pemeriksaan yang dapat digunakan untuk mendeteksi adanya sumbatan di pembuluh darah koroner, mulai dari EKG serta treadmill untuk deteksi awal, hingga pemeriksaan tingkat akurasi 100 persen dengan kateterisasi jantung.

Dasaad mengatakan kateterisasi jantung merupakan teknik yang paling akurat untuk mendeteksi adanya sumbatan di pembuluh darah koroner. Itu sebabnya pemeriksaan ini juga dikenal dengan sebutan gold standard.

"Tingkat akurasi EKg 30-40 persen. Treadmill 40-60 persen, MSCT 80-90 persen dan katerisasi mencapai hampir 100 persen atau gold standard," ujar dia.

Namun sayangnya, tambah dr Dasaad, masih banyak masyarakat Indonesia yang berobat ke luar negeri dengan beberapa alasan seperti anggapan soal kurangnya mutu pelayanan kesehatan rumah sakit di Indonesia, ketidakpuasan saat berkonsultasi dengan dokter, kemampuan SDM yang belum mumpuni, serta sarana dan prasarana yang masih terbatas jika dibandingkan dengan standar pelayanan kesehatan di luar negeri.

Padahal kata dia, sebenarnya rumah sakit di Indonesia ini sudah dilengkapi dengan teknologi canggih yang terintegrasi dengan kompetensi para dokter yang berpengalaman dibidangnya. Ia mencontohkan di Bethsaida Hospitals, pasien penyakit jantung koroner bisa ditangani oleh dokter-dokter yang berpengalaman untuk dilakukan tindakan kateterisasi jantung, angiografi serta pemasangan ring jantung selama periode emas pasca serangan.

"Saya percaya apabila rumah sakit melayani pasiennya dengan kasih seperti Iayaknya keluarga sendiri maka sesungguhnya kita bisa menarik kembali pasien-pasien yang berobat di Iuar negeri untuk bisa berobat di Indonesia, sehingga bisa menyelamatkan sebagian devisa negara," tandas dia. 

baca juga


 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Suka Datang Tiba-tiba, Kenali 3 Gejala Khas Serangan Jantung

Suka Datang Tiba-tiba, Kenali 3 Gejala Khas Serangan Jantung

Health | Kamis, 06 Desember 2018 | 10:06 WIB

Aduh, Kemacetan di Jakarta Tingkatkan Risiko Serangan Jantung

Aduh, Kemacetan di Jakarta Tingkatkan Risiko Serangan Jantung

Health | Selasa, 20 November 2018 | 07:26 WIB

Masih di AS, Anak ke-2 Pasrah Tak Hadiri Pemakaman George Taka

Masih di AS, Anak ke-2 Pasrah Tak Hadiri Pemakaman George Taka

Entertainment | Jum'at, 02 November 2018 | 15:31 WIB

Terkini

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Bola | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:54 WIB

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:13 WIB

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:36 WIB

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:27 WIB

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:06 WIB

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Sumut | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:52 WIB

×